Konflik Rusia Vs Ukraina

WHO: Setidaknya 2 Juta Warga Ukraina akan Bermigrasi di Musim Dingin

Hans Kluge mengatakan musim dingin ini mungkin menjadi pengalaman yang 'mengancam jiwa' bagi 'jutaan' warga Ukraina.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
AFP/GENYA SAVILOV
Orang-orang memegang bendera Ukrania saat mereka berkumpul di alun-alun Maidan untuk merayakan pembebasan Kherson, di Kyiv pada 11 November 2022, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada 11 November bahwa Kherson adalah milik kami setelah Rusia mengumumkan penyelesaian penarikannya dari ibu kota regional, satu-satunya yang direbut Moskow dalam hampir sembilan bulan pertempuran. (Photo by Genya SAVILOV / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA - Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa, Hans Kluge mengatakan musim dingin ini mungkin menjadi pengalaman yang 'mengancam jiwa' bagi 'jutaan' warga Ukraina.

Nyaris 3 juta warga Ukraina diperkirakan akan bermigrasi 'untuk mencari kehangatan dan keamanan'.

"Kami memperkirakan 2 hingga 3 juta lebih banyak orang akan meninggalkan rumah mereka untuk mencari kehangatan dan keamanan. Mereka akan menghadapi tantangan kesehatan yang unik, termasuk infeksi pernafasan seperti virus corona (Covid-19), pneumonia dan influenza, serta risiko serius difteri dan campak pada populasi yang kurang divaksinasi," kata Kluge dalam konferensi pers di Kiev, Ukraina pada Senin kemarin.

Baca juga: Iran Isyaratkan Bantu Rusia dalam Membuat Drone untuk Perang di Ukraina

Mereka yang tetap berada di rumah kemungkinan akan dipaksa untuk memilih 'metode pemanasan alternatif'.

Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (23/11/2022), Kluge memperingatkan bahwa melakukan hal-hal seperti 'membakar arang atau kayu, menggunakan generator berbahan bakar diesel, atau pemanas listrik' juga membawa risiko kesehatan.

"Itu termasuk paparan zat beracun yang berbahaya bagi anak-anak, orang tua dan mereka yang memiliki kondisi pernafasan dan kardiovaskular, serta luka bakar dan cedera yang tidak disengaja," tegas Kluge.

Menurutnya, konflik yang sedang berlangsung juga berdampak besar pada kesehatan mental warga Ukraina.

"Sekitar 10 juta dari mereka sudah 'berisiko mengalami gangguan mental seperti stres akut, kecemasan, depresi, penggunaan zat dan gangguan stres pasca-trauma atau PTSD'," papar Kluge.

Menurut angka terbaru yang dirilis Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), lebih dari 7,8 juta pengungsi dari Ukraina telah bermigrasi ke Eropa di tengah pecahnya konflik antara Rusia dan Ukraina pada akhir Februari lalu.

Sekitar 4,7 juta dari mereka telah terdaftar untuk Perlindungan Sementara atau skema perlindungan nasional serupa di seluruh Uni Eropa (UE).

Namun, sebagian besar pengungsi telah pergi ke Rusia, dengan lebih dari 2,8 juta tercatat di negara tersebut.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved