Piala Dunia 2022

Stasiun TV di Korea Utara Tidak Tayangkan Piala Dunia 2022 Jika 3 Negara Ini yang Sedang Bertanding

Korea Utara yang dipimpin oleh Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un, memiliki hubungan yang buruk dengan negara tetangga mereka Korea Selatan.

Editor: Hasanudin Aco
KCNA
Kim Jong Un pemimpin Korea Utara bersama putrinya tengah mengawasi peluncuran rudal balistik terbaru milik Korea Utara di Bandara Internasional Pyongyang, Jumat (18/11/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hampir seluruh negara di dunia menayangkan Piala Dunia 2022 yang sedang berlangsung di Qatar.

Tak terkecuali negara komunis Korea Utara

Namun stasiun TV di Korea Utara memutuskan untuk tidak menayangkan pertandingan Piala Dunia 2022 jika 3 negara yang menjadi musuh politiknya.

Menurut KBS World TV yang dilansir dari Sport Bible, Jumat (25/11/2022), jaringan televisi Korea Utara tidak akan menayangkan pertandingan yang melibatkan Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat (AS).

Seperti diketahui, Korea Utara yang dipimpin oleh Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un, memiliki hubungan yang buruk dengan negara tetangga mereka Korea Selatan.

Baca juga: Skenario Timnas Agar Lolos 16 Besar Piala Dunia 2022, Argentina Wajib Menang, Spanyol Diunggulkan

Hubungan pun semakin memanas karena baru-baru ini Korea Utara kembali meningkatkan intensitas pengujian rudal balistik mereka di semenanjung Korea.

Hubungan Korea Utara dengan Jepang dan sekutu Korea Selatan, AS, juga buruk akibat berbagai sanksi yang dijatuhkan kepada negara beribu kota Pyongyang itu.

Keputusan Korea Utara untuk memboikot tayangan Piala Dunia 2022 yang melibatkan Korea Selatan, AS, dan Jepang bisa jadi hal yang mengejutkan.

Apalagi pekan lalu, Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan dia terbuka apabila Korea Utara ingin menjadi tuan rumah Piala Dunia di masa depan.

“FIFA adalah organisasi sepak bola global. Kami adalah orang-orang sepak bola, bukan politisi, dan kami ingin menyatukan orang-orang," kata Infantino.

"Negara mana pun dapat menyelenggarakan acara. Jika Korea Utara ingin menjadi tuan rumah suatu turnamen," lanjutnya.

Pria berusia 52 tahun itu juga mengungkapkan bahwa ia sempat ingin menjadikan Korea Utara dan Korea Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia Wanita.

Akan tetapi, keinginannya itu gagal terwujud.

"Saya benar-benar pergi ke Korea Utara beberapa tahun yang lalu untuk bertanya kepada Korea Utara apakah mereka siap menjadi tuan rumah Piala Dunia Wanita bersama Korea Selatan," ungkap Infantino.

“Yah, saya tidak berhasil, jelas, tapi saya akan melakukannya 100 kali lagi jika itu bisa membantu."

"Hanya keterlibatan yang dapat membawa perubahan nyata. Kami adalah organisasi global dan ingin tetap menjadi organisasi yang menyatukan dunia," tegas Infantino.

Korea Utara saat ini berada di peringkat 112 FIFA dan baru dua kali tampil di Piala Dunia.

Mereka melakukan debut di turnamen edisi 1966 yang diadakan di Inggris dan penampilan kedua mereka terjadi di Afrika Selatan pada Piala Dunia 2010.

Sumber: Sport Bible/Kompas.TV

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved