Konflik Rusia Vs Ukraina

Ibu Negara Ukraina Kecam Kekerasan Seksual oleh Pasukan Rusia secara Sistematis Selama Perang

Istri Volodymyr Zelensky, Olena Zelenska mengecam kekerasan seksual yang dilakukan secara sistematis dan terbuka oleh tentara Rusia selama perang.

AFP
Ibu negara Ukraina Olena Zelenska menyampaikan pidatonya kepada anggota Kongres di Capitol Hill pada 20 Juli 2022 di Washington, DC. Dia berbicara tentang para korban perang yang sedang berlangsung melawan Ukraina dan meminta senjata dan sistem pertahanan udara untuk membantu upaya perang. - Istri Volodymyr Zelensky, Olena Zelenska mengecam kekerasan seksual yang dilakukan secara sistematis dan terbuka oleh tentara Rusia selama perang. 

TRIBUNNEWS.COM - Ibu Negara Ukraina, Olena Zelenska mengecam kekerasan seksual yang dilakukan secara sistematis dan terbuka oleh tentara Rusia selama perang.

Dilansir Al Jazeera, Zelenska menyampaikan pernyataan tersebut pada konferensi internasional tentang pencegahan kekerasan seksual dalam konflik di London.

Dia menegaskan tentara Rusia harus dimintai pertanggungjawaban karena memperkosa wanita Ukraina dan melakukan tindakan kekerasan seksual lainnya selama perang Rusia di Ukriana.

"Sebuah rekaman amatir menunjukkan tentara Rusia secara terbuka mendiskusikan pemerkosaaan dengan kerabat mereka di rumah," ucap Zelenska.

“Kekerasan seksual adalah cara paling kejam, paling kebinatangan untuk membuktikan penguasaan atas seseorang,” katanya.

“Bagi para korban kekerasan semacam ini, sulit untuk bersaksi di masa perang karena tidak ada yang merasa aman," tuturnya.

Baca juga: Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska Kutuk Pembunuhan Massal Rusia Selama Invasi

“Ini adalah senjata lain dalam gudang senjata mereka dalam perang dan konflik ini,” tuturnya.

“Itulah mengapa mereka menggunakan ini secara sistematis dan terbuka," tegas Zelenska.

AS jadwal ulang pembicaraan dengan Moskow

Sementara itu, Washington siap untuk menjadwal ulang pembicaraan setelah Rusia "menunda secara sepihak" diskusi dengan Amerika Serikat (AS).

Dialog tersebut awalnya dijadwalkan dengan tujuan untuk melanjutkan inspeksi senjata nuklir.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington siap untuk menjadwal ulang pertemuan Komisi Konsultasi Bilateral di bawah Perjanjian START Baru AS-Rusia.

Baca juga: Ekspor Gandum Ukraina Disebut Tidak Mencapai 3 Juta ton Akibat Lambatnya Inspeksi Kapal oleh Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di sebuah pertemuan dengan para ibu tentara Rusia yang berpartisipasi dalam operasi militer di Ukraina, menjelang Hari Ibu di kediaman negara Novo-Ogaryovo, di luar Moskow, pada 25 November 2022. Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan sekelompok ibu dan istri militer untuk pertama kalinya sejak memerintahkan pasukan Rusia masuk ke Ukraina sembilan bulan lalu. Ibu dan istri tentara dimobilisasi untuk berperang di Ukraina, mendesak agar militer menepati janji yang dibuat oleh Presiden Vladimir Putin.
Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di sebuah pertemuan dengan para ibu tentara Rusia yang berpartisipasi dalam operasi militer di Ukraina, menjelang Hari Ibu di kediaman negara Novo-Ogaryovo, di luar Moskow, pada 25 November 2022. Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan sekelompok ibu dan istri militer untuk pertama kalinya sejak memerintahkan pasukan Rusia masuk ke Ukraina sembilan bulan lalu. Ibu dan istri tentara dimobilisasi untuk berperang di Ukraina, mendesak agar militer menepati janji yang dibuat oleh Presiden Vladimir Putin. (Mikhail Metzel / SPUTNIK / AFP)

Para pejabat dari kedua negara dijadwalkan bertemu di ibu kota Mesir dari 29 November hingga 6 Desember 2022.

Dalam pertemuan tersebut mereka akan membahas kelanjutan inspeksi di bawah perjanjian pengurangan senjata nuklir New START.

Berita lain terkait dengan Konflik Rusia Vs Ukraina

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved