Sabtu, 30 Agustus 2025

Virus Corona

Pemerintah China Longgarkan Aturan Lockdown Covid-19 setelah Demo Meluas

Pemerintah China melonggarkan aturan lockdown Covid-19 setelah demo meluas di berbagai kota, termasuk Beijing dan Shanghai.

NOEL CELIS / AFP
Para pengunjuk rasa berbaris di sepanjang jalan selama unjuk rasa untuk para korban kebakaran mematikan serta protes terhadap pembatasan Covid-19 China yang keras di Beijing pada 28 November 2022. Kebakaran mematikan pada 24 November 2022 di Urumqi, ibu kota barat laut Wilayah Xinjiang China, telah menjadi katalis baru kemarahan publik, dengan banyak yang menyalahkan penguncian Covid karena menghambat upaya penyelamatan. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah China melonggarkan beberapa aturan lockdown Covid-19 setelah demo yang meluas sejak pekan lalu.

Pemerintah kota Beijing mengumumkan tidak akan lagi memasang gerbang untuk memblokir akses ke kompleks apartemen tempat infeksi ditemukan, Senin (28/11/2022).

“Jalur harus tetap bersih untuk transportasi medis, pelarian darurat, dan penyelamatan,” kata seorang pejabat kota yang bertanggung jawab atas pengendalian epidemi, Wang Daguang.

Selain itu, kota metropolis manufaktur dan perdagangan Guangzhou selatan mengumumkan beberapa penduduk tidak lagi diharuskan menjalani tes massal.

Urumqi, tempat kebakaran mematikan terjadi, dan kota lain di wilayah Xinjiang di barat laut mengumumkan pasar dan bisnis lain di daerah yang dianggap berisiko rendah akan dibuka kembali minggu ini.

Kemudian, layanan bus umum akan dilanjutkan.

Baca juga: Amerika Kritik Strategi Nol Covid-19 China, Sebut Beijing Perlu Tingkatkan Vaksinasi Kalangan Lansia

Kebijakan “Zero Covid” di China bertujuan untuk mengisolasi setiap orang yang terinfeksi.

Kebijakan ini telah membantu menjaga jumlah kasus di China lebih rendah daripada di Amerika Serikat dan negara besar lainnya.

Namun, Zero Covid memaksa jutaan warga China mengurung diri di rumah mereka hingga empat bulan.

Beberapa dari mereka mengeluh tentang kurangnya makanan dan pasokan medis yang dapat diandalkan, dikutip dari PBS.

Para pengunjuk rasa berjalan di sepanjang jalan selama unjuk rasa untuk para korban kebakaran mematikan serta protes terhadap pembatasan Covid-19 China yang keras di Beijing pada 28 November 2022. Kebakaran mematikan pada 24 November 2022 di Urumqi, ibu kota barat laut Wilayah Xinjiang China, telah menjadi katalis baru kemarahan publik, banyak yang menyalahkan lockdown Covid karena menghambat upaya penyelamatan.
Para pengunjuk rasa berjalan di sepanjang jalan selama unjuk rasa untuk para korban kebakaran mematikan serta protes terhadap pembatasan Covid-19 China yang keras di Beijing pada 28 November 2022. Kebakaran mematikan pada 24 November 2022 di Urumqi, ibu kota barat laut Wilayah Xinjiang China, telah menjadi katalis baru kemarahan publik, banyak yang menyalahkan lockdown Covid karena menghambat upaya penyelamatan. (NOEL CELIS / AFP)

Baca juga: Rishi Sunak Akui Era Emas Hubungan China-Inggris Telah Berakhir

Sebelumnya, demonstrasi di China meletus setelah kebakaran di blok menara di Urumqi, wilayah barat Xinjiang yang menewaskan 10 orang pada Kamis (24/11/2022).

Para pengunjuk rasa mengatakan petugas pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau penduduk yang terjebak karena penghalang yang didirikan di sekeliling area sebagai bagian dari lockdown Covid-19, dikutip dari Al Jazeera.

Kebakaran Urumqi menyebabkan protes di beberapa kota di seluruh China, termasuk Beijing dan Shanghai.

Demonstran merasa frustrasi atas lockdown yang berkepanjangan dan pembatasan keras yang terkait dengan strategi nol-Covid pemerintah meluap.

Pemerintah China telah menerapkan kebijakan Zero Covid yang memicu protes di delapan kota besar di China, seperti diberitakan BBC Internasional.

Pada protes nol Covid di Beijing, orang-orang membawa kertas putih dan menyanyikan lagu kebangsaan China, yang merupakan seruan selama lockdown, Senin (28/11/2022).
Pada protes nol Covid di Beijing, orang-orang membawa kertas putih dan menyanyikan lagu kebangsaan China, yang merupakan seruan selama lockdown, Senin (28/11/2022). (Twitter Janis Mackey Frayer/@janisfrayer)

Baca juga: Lockdown di China Bikin Investor Asing Resah, Desak Segera Cabut

Beberapa kebijakan Zero Covid yang membuat warga China melakukan protes:

- Otoritas setempat harus memberlakukan penguncian yang ketat - meski hanya ditemukan segelintir kasus Covid

- Tes Covid-19 massal dilakukan di tempat-tempat di mana kasus telah dilaporkan

- Orang yang terinfeksi Covid harus diisolasi di rumah, atau dikarantina di fasilitas pemerintah

- Bisnis dan sekolah ditutup di area yang terkunci

- Toko-toko juga harus ditutup, kecuali yang menjual makanan

- Penguncian berlangsung hingga tidak ada infeksi baru yang dilaporkan

- Beberapa otoritas lokal telah mengambil tindakan ekstrem, seperti memaksa pekerja untuk tidur di dalam pabrik agar mereka dapat bekerja selama dikarantina.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Artikel lain terkait Lockdown di China

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan