Konflik Rusia Vs Ukraina

Serangan Drone di Pangkalan Udara Rusia Timbulkan Pertanyaan tentang Kedalaman Perang

Serangan drone di pangkalan udara di Rusia pada Senin (5/12/2022), terutama di wilayah Ryazan menimbulkan pertanyaan tentan 'kedalaman' konflik.

AFP/MIKHAIL KLIMENTYEV
Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu (kanan) bertemu dengan tentara selama kunjungan di pusat pelatihan militer Distrik Militer Barat untuk mengerahkan pasukan cadangan, di luar kota Ryazan pada 20 Oktober 2022. - Serangan drone di pangkalan udara di Rusia pada Senin (5/12/2022), terutama di wilayah Ryazan menimbulkan pertanyaan tentan 'kedalaman' konflik. (Photo by Mikhail Klimentyev / Sputnik / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Serangan drone di pangkalan udara di Rusia pada Senin (5/12/2022), terutama di wilayah Ryazan menimbulkan pertanyaan tentan 'kedalaman' konflik, lapor Ali Hashem dari Al Jazeera.

Melaporkan dari Moskow, Hashem menerangkan Ryazan hanya berjarak 150 kilometer dari Moskow.

Dikutip Al Jazeera, Ukraina belum mengonfirmasi pihaknya berada di balik serangan tersebut.

Serangan itu juga menghantam pangkalan udara di wilayah Saratov.

Dilaporkan tiga personel militer tewas dalam serangan tersebut.

Serangan di wilayah ini akan menjadi serangan terjauh ke wilayah Rusia sejak Moskow menginvasi Ukraina pada 24 Februari.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari ke-286: 4 Orang Tewas dalam Serangan Rusia

Sebagai tanggapan, Rusia meluncurkan serangkaian serangan rudal setelah agresi pada Senin.

"Ada pertanyaan apakah ini satu-satunya tanggapan atau apakah akan ada pembalasan lain dengan cara yang berbeda," imbuh Hashem.

Ukraina tembaki Zaporizhzhia

Lebih jauh, Menteri Pertahanan Rusia Sergi Shoigu mengklaim Ukraina terus memborbadir pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia.

Shoigu menyebut Kyiv dengan sengaja menciptakan ancaman bencana nuklir.

"Pasukan Rusia mengambil semua tindakan untuk memastikan keamanan PLTN (Zaporizhzhia) dalam menghadapi teroris nuklir dari Kyiv," ucap Shoigu.

Baca juga: Rusia Minta Israel Tak Halangi Transfer Senjata Rusia dari Suriah ke Ukraina

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu (kanan) dan kepala staf umum Valery Gerasimov menghadiri pertemuan dengan Presiden Rusia di Moskow pada 27 Februari 2022.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu (kanan) dan kepala staf umum Valery Gerasimov menghadiri pertemuan dengan Presiden Rusia di Moskow pada 27 Februari 2022. (Alexey NIKOLSKY / SPUTNIK / AFP)

Namun, Ukraina membantah menembaki fasilitas tersebut - yang berada di bawah kendali pasukan Rusia sejak awal invasi.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved