Konflik Rusia Vs Ukraina

Mantan Ajudan Sebut Putin Bersiap Melarikan Diri ke Venezuela Jika Rusia Kalah Perang

Mantan ajudan Vladimir Putin mengklaim sang presiden sudah menyiapkan rencana pelarian diri seandainya kalah perang.

Sergei GUNEYEV / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri sesi pleno forum Klub Diskusi Valdai di wilayah Moskow pada 27 Oktober 2022. Mantan ajudan Vladimir Putin mengklaim sang presiden sudah menyiapkan rencana pelarian diri seandainya kalah perang. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia dan orang-orangnya sudah memiliki rencana untuk melarikan diri jika situasi tak berjalan seperti yang diharapkan, ujar seorang mantan ajudan Vladimir Putin.

Abbas Gallyamov, mantan penulis pidato untuk Putin, membuat klaim tersebut lewat Telegram pada Rabu (7/12/2022) pagi.

Abbas Gallyamov menyebut ia memiliki "orang dalam" yang mengetahui rencana tersebut.

Rencana evakuasi itu, menurut Gallyamov, dimulai pada musim semi.

Rencana itu secara tidak resmi dinamai "Bahtera Nuh".

"Sesuai dengan namanya, ini tentang mencari tanah baru untuk didatangi seandainya di tanah air benar-benar tidak nyaman,” tulis Gallyamov, dilansir Daily Beast.

Baca juga: Klaim Takkan Gunakan Nuklir, Putin Akui Perang di Ukraina Bisa Berubah Jadi Proses Jangka Panjang

"Rombongan pemimpin Rusia tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa dia akan kalah perang, kehilangan kekuasaan, dan harus segera dievakuasi ke suatu tempat."

Lingkaran dalam Putin awalnya mempertimbangkan rencana untuk mengungsi ke China, kata Gallyamov.

Tetapi, mereka mengkhawatirkan kemungkinan kerja sama dari China yang sangat kecil, terutama karena China membenci "pecundang".

Sekarang, kata Gallyamov, fokus telah bergeser ke Argentina atau Venezuela.

Ia menyebut saat ini sekutu Putin, Igor Sechin, sedang mengawasi rencana evakuasi ke Venezuela.

Rencananya sejauh ini, kata Gallyamov, bahwa Sechin secara resmi mengundurkan diri dari raksasa minyak Rosneft, untuk menangani "pekerjaan di lokasi".

Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di sebuah pertemuan dengan para ibu tentara Rusia yang berpartisipasi dalam operasi militer di Ukraina, menjelang Hari Ibu di kediaman negara Novo-Ogaryovo, di luar Moskow, pada 25 November 2022. Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan sekelompok ibu dan istri militer untuk pertama kalinya sejak memerintahkan pasukan Rusia masuk ke Ukraina sembilan bulan lalu. Ibu dan istri tentara dimobilisasi untuk berperang di Ukraina, mendesak agar militer menepati janji yang dibuat oleh Presiden Vladimir Putin.
Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di sebuah pertemuan dengan para ibu tentara Rusia yang berpartisipasi dalam operasi militer di Ukraina, menjelang Hari Ibu di kediaman negara Novo-Ogaryovo, di luar Moskow, pada 25 November 2022. (Mikhail Metzel / SPUTNIK / AFP)

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari ke-288: Putin Sebut Perang Bisa Jadi Proses Jangka Panjang

Mengutip dua sumber yang dekat dengan administrasi kepresidenan dan satu sumber di Rosneft, saluran Telegram Mozhem Obyasnit juga melaporkan bahwa pejabat tinggi sudah mulai membeli real estat dan berupaya mendapatkan hak tinggal di Venezuela.

Sementara mereka yang berpangkat lebih rendah dalam pemerintahan kepresidenan dan pemerintah Rusia mencari tempat tinggal di Ekuador, Paraguay, dan Argentina, menurut laporan itu.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved