Sabtu, 25 April 2026

Gempa di Turki

Remaja 17 Tahun Ditarik dari Puing-puing Gempa Turki setelah 248 Jam

Upaya penyelamatan korban gempa Turki-Suriah masih belum berhenti. Tim SAR menarik lebih banyak orang yang bertahan ratusan jam di bawah rerun

Editor: Daryono
AFP/YASIN AKGUL
Seorang tentara Turki berjalan di antara bangunan yang hancur di Hatay, pada 12 Februari 2023, setelah gempa berkekuatan 7,8 melanda tenggara negara itu. - Korban tewas akibat gempa besar yang melanda Turki dan Suriah naik menjadi lebih dari 20.000 pada 9 Februari 2023, karena harapan untuk menemukan korban yang selamat terjebak di bawah puing-puing dalam cuaca yang sangat dingin. (Photo by Yasin AKGUL / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Lebih dari 10 hari setelah gempa kuat mengguncang Turki dan Suriah, tim penyelamat masih menarik orang-orang dari reruntuhan.

Tim SAR melawan prediksi bahwa waktu untuk bertahan hidup telah berlalu.

Al Jazeera, seorang remaja perempuan ditarik dalam kondisi hidup dari puing-puing gempa Turki di provinsi Kahramanmaras, setelah 248 jam oleh tim SAR.

Selengkapnya, berikut beberapa kisah penyelamatan yang berhasil dilakukan tim SAR Turki:

228 jam terjebak puing-puing gempa Turki

Dikutip CNN, wanita lain bersama kedua anaknya yang diselamatkan oleh tim penyelamat setelah 228 jam pascagempa bertanya kepada petugas "Hari apa ini?'.

Baca juga: Momen Presiden Erdogan Azan dan Beri Nama Bayi yang Baru Dilahirkan oleh Penyintas Gempa Turki

Petugas penyelamat, Mehmet Eryilmaz menuturkan wanita itu senang melihat tim SAR berhasil menemukannya.

"Saya memegang tangannya pada awalnya. Kami berbicara, mengobrol, dan menenangkannya," papar Eryilmaz.

Dia juga menyebutkan lebih banyak dialog dengan ibu dua anak itu.

Pertama dia meminta air, tetapi Eryilmaz mengatakan tidak memberikan apa-apa tanpa campur tangan paramedis.

222 jam terjebak di reruntuhan

Pada Rabu (15/2/2023), seorang wanita yang diidentifikasi sebagai Melike İmamoğlu yang berusia 45 tahun, diselamatkan setelah 222 jam di reruntuhan di kota Kahramanmaras, menurut televisi pemerintah Turki TRT Haber.

Seorang tentara Turki berjalan di antara bangunan yang hancur di Hatay, pada 12 Februari 2023, setelah gempa berkekuatan 7,8 melanda tenggara negara itu. - Korban tewas akibat gempa besar yang melanda Turki dan Suriah naik menjadi lebih dari 20.000 pada 9 Februari 2023, karena harapan untuk menemukan korban yang selamat terjebak di bawah puing-puing dalam cuaca yang sangat dingin. (Photo by Yasin AKGUL / AFP)
Seorang tentara Turki berjalan di antara bangunan yang hancur di Hatay, pada 12 Februari 2023, setelah gempa berkekuatan 7,8 melanda tenggara negara itu. - Upaya penyelamatan korban gempa Turki-Suriah masih belum berhenti. Tim SAR menarik lebih banyak orang yang bertahan ratusan jam di bawah reruntuhan.(Photo by Yasin AKGUL / AFP) (AFP/YASIN AKGUL)

Baca juga: Kedubes Turki Imbau Warga Salurkan Bantuan Gempa di Lembaga Resmi, Sebut Ada Dugaan Penyalahgunaan

212 jam terperangkap puing reruntuhan

Pada Rabu (15/2/2023), Kementerian Pertahanan Nasional Turki merilis video yang menunjukkan tim penyelamat menyelamatkan wanita berusia 77 tahun dari puing-puing di kota Adiyaman, Selasa (14/2/2023), sekitar 212 jam pascagempa.

Anadolu mengidentifikasi dia sebagai Fatma Gungo.

Pihak keluarga langsung memeluknya setelah Gungo berhasil diselamatkan.

205 jam terkubur reruntuhan

Di wilayah yang sama, pekerja darurat menyelamatkan seorang wanita berusia 35 tahun yang diyakini telah terkubur selama sekitar 205 jam, menurut penyiar TRT Haber.

Yang lainnya juga diselamatkan – dua bersaudara, dua laki-laki dan satu perempuan – semuanya pada hari Selasa, delapan hari setelah gempa.

Dr Sanjay Gupta, Kepala Koresponden Medis CNN, yang berada di provinsi Hatay Turki, mengatakan tidak biasa bagi orang untuk bertahan lebih dari 100 jam terperangkap di puing-puing – sebagian besar diselamatkan dalam waktu 24 jam.

Baca juga: Bantu Penanggulangan Bencana di Turki, Kemenhan-TNI Perbantukan Pesawat Hercules C-130

Namun, dia mengatakan suhu beku di zona gempa mungkin memperpanjang waktu bertahan hidup bagi orang-orang yang terjebak.

“Cuaca dingin adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, itu membuatnya sangat sulit, saat ini di bawah titik beku… Di sisi lain, ini dapat mengurangi kebutuhan air. Mungkin itu yang berperan dalam hal ini,” katanya.

"Tidak banyak data tentang berapa lama orang bisa bertahan dalam situasi ini, tetapi kami melihat penyelamatan itu dalam 200 jam."

Suara korban selamat yang terjebak

Sebelumnya, tim di Turki selatan mengatakan mereka masih mendengar suara korban selamat yang terjebak.

Gambar langsung yang disiarkan di afiliasi CNN, CNN Turk pada Selasa (14/2/2023) menunjukkan penyelamat bekerja di dua wilayah wilayah Kahramanmaras.

Tim SAR masih berusaha menyelamatkan tiga saudara perempuan - tetapi tidak jelas apakah saudara perempuan itu selamat.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved