Selasa, 9 Juni 2026

Serang Rivalnya, Erdogan Tuding Oposisi Turki sebagai Gay

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh saingan politiknya, Kemal Kilicdaroglu sebagai 'LGBT', menjelang pemilihan minggu depan.

Tayang:
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Wahyu Aji
Adem ALTAN / AFP
Presiden Turki dan pemimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidato selama pertemuan kelompok parlemen partainya di Majelis Nasional Besar Turki di Ankara pada 1 Juni 2022. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh saingan politiknya, Kemal Kilicdaroglu sebagai 'LGBT', menjelang pemilihan minggu depan.

Ia terus mencoba menyerang karakter rivalnya itu dengan hal-hal yang berada di luar kebiasaan masyarakat negara tersebut.

Pemerintahan Erdogan memandang ideologi LGBT sebagai 'keyakinan' Amerika dan Eropa yang asing bagi moral Turki.

"Kami tahu bahwa Kemal adalah seorang LGBT, CHP adalah LGBT, partai IYI adalah LGBT, HDP adalah LGBT," kata Erdogan pada rapat umum di kota Giresun, Kamis kemarin.

Dikutip dari laman Russia Today, Jumat (5/5/2023), ia mencantumkan faksi politik di blok Aliansi Nasional enam partai Kilicdaroglu.

"Sebagai Aliansi Rakyat, kami menentang ini, keluarga adalah sesuatu sakral bagi kami, keluarga yang kuat berarti bangsa yang kuat. Tidak peduli apa yang mereka lakukan, Tuhan cukup bagi kita," tegas Erdogan, mengacu pada blok politiknya sendiri.

Sebelumnya, Erdogan telah menuduh Kilicdaroglu dan sekutunya sebagai pro-LGBT dan menyampaikan pidato yang nyaris sama 'kata demi kata' dalamrapat umum di kota Rize pada Rabu lalu.

Kilicdaroglu bukanlah pendukung hak-hak gay yang blak-blakan, namun telah berjanji untuk mengembalikan Konvensi Istanbul jika terpilih.

Ditandatangani oleh 45 negara ditambah Uni Eropa pada 2011, konvensi tersebut bertujuan untuk memperkuat hukuman bagi kekerasan terhadap perempuan.

Namun Turki menarik diri pada 2021, dengan menyatakan bahwa negara itu telah 'dibajak oleh sekelompok orang yang mencoba menormalkan homoseksualitas'.

Ini kemungkinan merujuk pada daftar perjanjian tentang perempuan transgender, yang secara biologis merupakan laki-laki yang berubah sebagai perempuan.

Baca juga: Pemilu Turki: Siapa Saja Penantang Presiden Erdogan?

"Mereka mencoba untuk melindungi seluruh masyarakat kita atas nama LGBT. Jika Kilicdaroglu ingin melepaskan dirinya dan rekan-rekannya, biarkan dia melakukannya. Keluarga penting bagi kami, wanita penting bagi kami, pria penting bagi kami," kata Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu tentang Kilicdaroglu dan sekutunya pada Februari lalu.

Dalam sebuah wawancara radio bulan lalu, Soylu menyebut aktivis LGBT 'sepenuhnya di bawah kendali Amerika dan Eropa'.

Karakternya diserang habis-habisan, Kilicdaroglu sebenarnya menghindari serangan pribadi terhadap Erdogan dan Soylu, alih-alih menggunakan retorika pro-Barat dalam pidatonya.

Mantan pegawai negeri berusia 74 tahun itu berjanji untuk segera memulai kembali pembicaraan aksesi Uni Eropa (UE) jika terpilih, dan untuk menerapkan reformasi yang diminta oleh blok tersebut.

Jajak pendapat saat ini menunjukkan bahwa Erdogan dan Kilicdaroglu ada dalam persaingan statistik.

Sumber

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved