Selasa, 19 Mei 2026

Populer Internasional: NATO Latihan Militer Besar-besaran di Jerman - Penikaman Massal di Prancis

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya latihan militer besar-besaran NATO di Jerman hingga kasus penikaman massal di Prancis.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Nuryanti
Kolase Tribunnews/AFP
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya latihan militer besar-besaran NATO di Jerman hingga kasus penikaman massal di Prancis. 

TRIBUNNEWS.COM - Rangkuman berita populer Tribunnews di kanal Internasional dapat disimak di sini.

Jerman akan menggelar latihan militer besar-besaran untuk NATO, sebagai ajang pamer kekuatan kepada Rusia.

Sementara itu di Prancis, penikaman massal terjadi di kota Annecy, menargetkan anak-anak yang sedang bermain di taman.

Soal kecelakaan kereta api di India, seorang pria ditemukan masih hidup di antara tumpukan mayat korban.

Selengkapnya, berikut kumpulan berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.

1. Pamer Kekuatan pada Rusia, NATO akan Latihan Militer Besar-besaran di Jerman

Baca juga: Zelensky Kunjungi Wilayah Banjir akibat Bendungan Jebol, 3 Orang Tewas, Rusia Terus Lakukan Serangan

Jerman menjadi tuan rumah latihan udara terbesar aliansi NATO pada 12-23 Juni 2023.

NATO akan menghadirkan 250 pesawat dari 25 negara anggotanya selama latihan itu.

Latihan NATO ini untuk mensimulasikan respons NATO jika ada serangan di salah satu negara anggotanya.

"Jerman sedang bersiap menjadi tuan rumah latihan pengerahan udara terbesar dalam sejarah NATO, sebuah unjuk kekuatan yang dimaksudkan untuk mengesankan sekutu dan musuh potensial seperti Rusia," kata pejabat Jerman dan Amerika pada Rabu (7/6/2023).

NATO menamai latihan ini sebagai Latihan Air Defender 23.

Amerika Serikat (AS) mengirimkan 2.000 personel Garda Nasional Udara AS dan sekitar 100 pesawat untuk ambil bagian dalam manuver pelatihan ini, dikutip dari Euro News.

NATO Ingin Pamer Kekuatan pada Rusia

Duta Besar AS untuk Jerman, Amy Gutmannshe mengatakan latihan ini untuk memberi peringatan pada Rusia.

"Ini akan menunjukkan tanpa diragukan lagi ketangkasan dan kecepatan pasukan sekutu kami di NATO sebagai penanggap pertama," kata Amy Gutmannshe, Duta Besar AS untuk Jerman.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Komedian Singapura Hina Malaysia dan Tragedi MH370 saat Tampil Stand Up Comedy

Komedian Singapura, Jocelyn Chia saat membawakan materi stand-up yang menghina tragedi Malaysia Airlines Penerbangan MH370 yang hilang pada 8 Maret 2014. Seluruh kru pesawat, penumpang, dan bangkai pesawat tidak ditemukan hingga saat ini.
Komedian Singapura, Jocelyn Chia saat membawakan materi stand-up yang menghina tragedi Malaysia Airlines Penerbangan MH370 yang hilang pada 8 Maret 2014. Seluruh kru pesawat, penumpang, dan bangkai pesawat tidak ditemukan hingga saat ini. (Jocelyn Chia/chiacomedy/Instagram)

Seorang komedian Singapura, Jocelyn Chia, mendapat kecaman dari warga Malaysia setelah ia menghina tragedi hilangnya pesawat Malaysia, MH370, saat tampil di stand up comedy di Amerika Serikat.

Ia memulai stand up comedy-nya dengan mengolok-olok Malaysia sebagai negara berkembang yang tertinggal jauh dari Singapura.

Jocelyn Chia menyebut Singapura jauh lebih maju dari Malaysia setelah 'dibuang' oleh Malaysia pada 1965.

“Negaraku, Singapura, setelah kami merdeka dari Inggris, kami adalah negara kecil yang sedang berjuang," katanya, Rabu (7/6/2023).

"Untuk bertahan hidup, kami membentuk serikat pekerja dengan negara yang lebih besar dan lebih kuat, Malaysia," lanjutnya, dikutip dari The Star.

Ia menceritakan perjalanan Perdana Menteri Singapura yang menjabat saat itu, ketika pesimis dengan masa depan negaranya setelah 'dibuang' oleh Malaysia.

"Ketika perdana menteri saya pergi ke TV untuk mengumumkan bahwa kalian telah mencampakkan kami, dia menangis karena dia pikir kami tidak akan bertahan tanpamu," katanya.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Penikaman Massal di Prancis, Sekelompok Anak Usia 3 Tahun Ditusuk saat Sedang Bermain di Taman

Petugas polisi Prancis dan pasukan infanteri gunung elit Prancis 'Chasseurs Alpins' berjaga di dekat 'Jardins de l'Europe' di Annecy, Prancis tengah-timur pada 8 Juni 2023, menyusul penikaman massal di kota Alpen Prancis.
Petugas polisi Prancis dan pasukan infanteri gunung elit Prancis 'Chasseurs Alpins' berjaga di dekat 'Jardins de l'Europe' di Annecy, Prancis tengah-timur pada 8 Juni 2023, menyusul penikaman massal di kota Alpen Prancis. (OLIVIER CHASSIGNOLE / AFP)

Empat anak-anak berusia tiga tahun dan setidaknya satu orang dewasa terluka dalam penikaman massal di taman bermain di Pegunungan Alpen Prancis.

Dilansir Mirror, seorang pria bersenjatakan pisau menyerang sekelompok anak itu pada Kamis (8/6/2023) pukul 09.45 waktu setempat di sebuah taman dekat danau di kota Annecy.

Penyerang juga terluka dan ditangkap di tempat kejadian setelah pasukan keamanan datang.

Seorang saksi menyebut, tersangka berbicara dalam bahasa Inggris sebelum aksi penusukan itu.

Dua dari anak-anak dan korban dewasa semuanya dalam kondisi kritis, sementara belasan orang dirawat karena shock di tempat kejadian.

Laporan AFP menyebut, ada 6 anak yang terluka.

Seorang wanita mengatakan kepada stasiun radio lokal bahwa tersangka melompati pagar taman dan tiba-tiba menikam secara acak.

Seorang saksi mata, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan:

"Pria itu berteriak dalam bahasa Inggris, dan menyebabkan kepanikan saat dia mulai menyerang anak-anak kecil."

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Disangka Tewas, Pria Ini Ditemukan Masih Hidup di Bawah Tumpukan Mayat Kecelakaan Kereta di India

Pekerja kereta membantu memulihkan layanan di lokasi kecelakaan tabrakan tiga kereta di dekat Balasore, sekitar 200 km (125 mil) dari ibu kota negara bagian Bhubaneswar di negara bagian timur Odisha, pada 4 Juni 2023. Tim kereta api bekerja tanpa henti pada tanggal 4 Juni memulihkan jalur setelah kecelakaan kereta api paling mematikan di India dalam beberapa dekade, sebuah tragedi yang memicu kembali kekhawatiran keamanan tentang salah satu jaringan terbesar di dunia. (Photo by Punit PARANJPE / AFP)
Pekerja kereta membantu memulihkan layanan di lokasi kecelakaan tabrakan tiga kereta di dekat Balasore, sekitar 200 km (125 mil) dari ibu kota negara bagian Bhubaneswar di negara bagian timur Odisha, pada 4 Juni 2023. (Photo by Punit PARANJPE / AFP) (AFP/PUNIT PARANJPE)

Pria India bernama Biswajit ditemukan masih hidup di bawah tumpukan mayat korban kecelakaan kereta di negara bagian Odisha, India.

Awalnya, ayah Biswait, Helaram Mallik melakukan perjalanan sejauh 230 kilometer dari Balasore ke lokasi penampungan mayat korban kecelakaan kereta itu.

Ia ingin melihat putranya yang menjadi satu dari ratusan korban.

Helaram Mallik menemukan putranya berada di bawah tumpukan mayat di dalam kamar mayat sementara di SMA Bahanaga, Odisha.

Rupanya, Biswait secara keliru ditempatkan bersama mayat korban kecelakaan kereta.

Helaram Mallik kemudian mengeluarkan putranya dan membawanya ke Rumah Sakit Balasore sebelum dibawa ke Rumah Sakit SSKM Kolkata.

Biswajit menderita beberapa luka di anggota tubuhnya dan menjalani dua operasi di unit perawatan trauma Rumah Sakit SSKM Kolkata.

Setelah menemukan putranya, Helaram Mallik menceritakan kejadian ini kepada media lokal, ANI.

"Putra saya naik Coromandel Express dan sedang melakukan perjalanan ke Chennai dari Santragachi untuk bekerja," katanya.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved