Travis King, Tentara AS Ditahan di Korea Utara setelah Terobos Perbatasan Tanpa Izin
Travis King, seorang tentara AS ditahan di Korea Utara setelah terobos perbatasan tanpa izin. Ia menerobos dari Korea Selatan saat ikut tur DMZ.
TRIBUNNEWS.COM - Seorang tentara Amerika Serikat (AS), Travis King (23), ditahan di Korea Utara karena meneboros perbatasan tanpa izin.
Dia adalah pengintai kavaleri di Angkatan Darat sejak Januari 2021 dan tidak memiliki penempatan.
Awalnya, Travis King datang ke Korea Selatan sebagai turis yang mengikuti tur Area Keamanan Bersama (JSA) di sepanjang perbatasan Zona Demiliterisasi (DMZ) dengan Korea Utara.
"Seorang tentara AS dengan sengaja dan tanpa izin melewati batas selama tur JSA," kata Kolonel Isaac Taylor, juru bicara US Forces Korea, Selasa (18/7/2023).
"Kami yakin dia saat ini berada dalam tahanan (Republik Rakyat Demokratik Korea) dan sedang bekerja dengan rekan-rekan (Tentara Rakyat Korea) kami untuk menyelesaikan insiden ini," lanjutnya dalam sebuah pernyataan.
Sebelum ditahan oleh Korea Utara, Travis King telah menghadapi masalah dengan warga di Korea Selatan.
Baca juga: Korea Utara Tembakkan Dua Rudal Beberapa Jam Setelah Kapal Selam AS Tiba di Korsel
Travis King menghabiskan 50 hari di fasilitas penahanan di Korea Selatan karena menyerang warga sipil Korea Selatan pada akhir Mei 2023.
Akibatnya, Travis King menghadapi tindakan disipliner.
Dua pejabat AS lainnya mengatakan, Travis King dibebaskan dari fasilitas penahanan di Korea Selatan, dikutip dari ABC News.
Ia kemudian menghabiskan sekitar satu minggu di pangkalan AS di Korea Selatan di bawah pengawasan.
Travis King Kabur dari Bandara Korsel dan Ikut Tur ke Perbatasan Korea Utara
Baca juga: Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal Balistik Antarbenua ketika KTT NATO Tengah Berlangsung
Travis King menyelesaikan proses keluar dari fasilitas tersebut dan pada Senin (17/7/2023).
Ia lalu diantar ke Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan, sampai ke pos pemeriksaan bea cukai.
Karena pengawal militer tidak memiliki tiket dan tidak diizinkan melewati pos pemeriksaan, jadi Travis King melanjutkan ke terminal sendirian.
Dia seharusnya naik pesawat dan berakhir di Fort Bliss, Texas, menurut seorang pejabat, dikutip dari ABC 7 New York.
Sehingga, ia harus menunggu karena ada tindakan pemisahan administrasi yang tertunda untuk hukuman asing.
Namun, dia akhirnya meninggalkan terminal di bandara Incheon untuk mengikuti tur perbatasan DMZ, yang berjarak sekitar 54 km (34 mil).
Saksi Mata
Baca juga: Korea Selatan Jatuhkan Sanksi Warga Negara Rusia yang Terlibat Program Senjata Korea Utara
Seorang saksi mata di tur perbatasan yang sama menjelaskan mendengar tentara itu tertawa keras ketika mengunjungi sebuah bangunan di lokasi perbatasan.
Travis King kemudian lari di antara beberapa bangunan.
"Awalnya saya pikir itu adalah lelucon yang buruk, tetapi ketika dia tidak kembali, saya menyadari itu bukan lelucon dan kemudian semua orang bereaksi dan semuanya menjadi gila," kata saksi, dikutip dari BBC Internasional.
Komando PBB, yang mengoperasikan Zona Demiliterisasi dan area keamanan bersama (JSA), sebelumnya mengatakan timnya telah melakukan kontak dengan militer Korea Utara untuk mencoba merundingkan pembebasannya.
"Kami percaya dia saat ini berada dalam tahanan DPRK dan sedang bekerja dengan mitra KPA (Tentara Rakyat Korea Utara) kami untuk menyelesaikan insiden ini," katanya.
Tidak jelas di mana atau dalam kondisi apa Travis King ditahan.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Berita lain terkait Korea Utara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tentara-as-melewati-perbatasan-korea-selatan-dan-korea-utara-8weqwy.jpg)