BTS - Pemerintah Korea Selatan meminta pada BTS agar tampil di konser Jambore ke-25 Pramuka Dunia untuk menyelamatkan rasa malu nasional. Penyelenggaran Jambore Pramuka Dunia di Saemangeum, Provinsi Jeolla Utara, pada 1-12 Agustus 2023 menjadi sorotan karena manajemen yang gagal hingga mengakibatkan peserta jatuh sakit.
TRIBUNNEWS.com - Seorang anggota parlemen Korea Selatan, Sung Il Jong, meminta 'bantuan' pada BTS untuk mengatasi rasa malu nasional akibat penyelenggaraan Jambore ke-25 Pramuka Dunia di Saemangeum, Provinsi Jeolla Utara.
Lewat halaman Facebook-nya, Sung Il Jong meminta pada Kementerian Pertahanan Seoul agar "mengambil semua tindakan yang diperlukan" untuk mengizinkan BTS tampil di Jambore Pramuka Dunia, Jumat (11/8/2023).
Padahal, saat ini, dua member BTS, yaitu Jin dan J-Hope, tengah menjalankan wajib militer.
Sung Il Jong berpendapat Militer Korea Selatan harus memberi dua member BTS itu cuti sehari supaya bisa tampil untuk ribuan remaja Pramuka dari seluruh dunia yang telantar di Jambore.
Menurutnya, dengan BTS tampil pada acara itu, "akan membantu meningkatkan prestise nasional Korea Selatan", dikutip dari The Straits Time.
"Kami di Partai Kekuatan Rakyat (partai pemimpin di Korea Selatan) berpendapat anggota BTS yang bertugas di militer harus tampil (di Jambore Pramuka Dunia)."
"Apakah kalian bisa mempersiapkannya?" tulis Sung Il Jong.
Sung Il Jong, yang juga anggota Komite Pertahanan Nasional Parlemen, mengatakan Jambore Pramuka Dunia di Saemangeum telah "menodai reputasi negara kita karena persiapan yang tidak memadai dan manajemen yang buruk".
Menanggapi pernyataan Sung Il Jong, Kementerian Pertahanan Seoul enggan berkomentar.
Mereka mengatakan "tidak ada yang perlu dikomentari" atas permintaan Sung Il Jong.
Anggota pramuka AS bersiap meninggalkan perkemahan Jambore Pramuka Dunia di Buan, Korea Selatan, Minggu, 6 Agustus 2023. gelombang panas yang menyiksa menyebabkan ribuan pengintai Inggris mulai meninggalkan perkemahan pesisir pada hari Sabtu. Pramuka Amerika diharapkan untuk pergi selama akhir pekan. (Na Bo-bae/Yonhap via AP) (AP/Na Bo-bae)
Diketahui, Jambore ke-25 Pramuka Dunia diselenggarakan di Saemangeum sejak 1 hingga 12 Agustus 2023 mendatang.
Namun, acara tersebut berubah menjadi mimpi buruk karena kurangnya persiapan.
Masih dilansir Korea Joongang Daily, sejumlah negara mulai menarik perwakilan Pramuka mereka dari acara tersebut.
Semuanya berawal saat Inggris mengumumkan pada Jumat (4/8/2023), mereka menarik tim Pramukanya dari lokasi Jambore di Saemangeum ke hotel-hotel di Seoul.
Penyebabnya adalah masalah kesehatan, terutama bagi Pramuka berusia 14-17 tahun.
Banyak di antara mereka yang jatuh sakit karena panas terik setelah suhu mendekati 40 derajat Celcius.
Setidaknya, ada 2.500 peserta Jambore yang jatuh sakit pada Minggu (30/7/2023), sebelum pembukaan digelar.
Bahkan, pada Jumat (4/8/2023), jumlah pasien melonjak hingga lebih dari 1.400 orang.
Penyakit umum, termasuk gigitan serangga, ruam kulit, dan kelelahan akibat panas, menjadi pemicu utama.
Lebih buruk lagi, wabah Covid-19 mulai merebak di lokasi acara sejak Kamis (3/8/2023).
Dengan kondisi tersebut dan penanganannya yang berantakan, lebih banyak negara memutuskan menarik perwakilan mereka.