Jumat, 5 Juni 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Komentari Israel soal Terowongan di Rumah Sakit Rantisi, Hamas: Itu Hanya Elevator

Perwakilan senior Hamas Osama Hamdan mengomentari klaim Israel soal terowongan di Rumah Sakit Rantisi yang disebut hanya elevator untuk kabel listrik.

Tayang:
Editor: Sri Juliati
Akun X IDF @IDF
Cuplikan video Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di X (Twitter) pada Selasa (14/11/2023), yang mengatakan mereka menemukan terowongan Hamas di rumah sakit Rantisi di Jalur Gaza. Hamas membantah tuduhan ini. 

TRIBUNNEWS.COM - Perwakilan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) Palestina, Osama Hamdan, membantah klaim Israel yang disebut menemukan terowongan bawah tanah Hamas di Rumah Sakit Rantisi, Gaza utara.

Osama Hamdan mengatakan Israel berbohong karena tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menunjuk pada panel listrik untuk jaringan listrik dan komunikasi.

"Terowongan itu hanyalah sumur untuk jaringan komunikasi dan internet yang melayani kawasan perumahan di mana Rumah Sakit Rantisi berada," kata Osama Hamdan, Rabu (15/11/2023).

Gambar menunjukkan tiga inverter motor elevator di dalam kotak listrik, dan rel datar serta sambungannya terlihat jelas di poros elevator.

Sebelumnya, IDF melalui akun X (Twitter), @IDF, merilis video ketika tentara Israel melakukan tur di gedung Rumah Sakit Rantisi yang mereka yakini sebagai pusat komando Hamas.

Dalam video tersebut, seorang tentara Israel menjelaskan apa yang IDF temukan di rumah sakit itu.

Selain mengklaim menemukan terowongan bawah tanah, IDF mengatakan menemukan banyak senjata dan laptop di dalam ruang bawah tanah Rumah Sakit Rantisi.

Baca juga: Qatar Tengahi Israel-Hamas soal Pembebasan 50 Sandera, Joe Biden: Segera Terjadi

Osama Hamdan membantah senjata itu adalah milik Hamas.

"Itu adalah kumpulan laptop dari departemen rumah sakit dan beberapa peralatan yang dikumpulkan dari lapangan agar bisa mengatakan ruang bawah tanah ini adalah markas operasi dan komando Brigade Qassam," kata Osama Hamdan, dikutip dari Al Jazeera.

Osama terus membantah video yang dibagikan oleh IDF.

"Dia berbicara tentang kamar mandi dan dapur di ruang bawah tanah ini seolah-olah dia menemukan sesuatu yang baru, bahwa kehadiran layanan seperti itu adalah hal yang normal di lantai administrasi rumah sakit," tambahnya.

Postingan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di X (Twitter) yang mengatakan mereka menemukan daftar nama anggota Hamas yang bergiliran menjaga sandera di ruang bawah tanah rumah sakit Rantisi di Jalur Gaza. Ternyata, 'daftar nama berbahasa Arab' tersebut adalah nama-nama hari dalam seminggu.
Postingan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di X (Twitter) yang mengatakan mereka menemukan daftar nama anggota Hamas yang bergiliran menjaga sandera di ruang bawah tanah rumah sakit Rantisi di Jalur Gaza. Ternyata, 'daftar nama berbahasa Arab' tersebut adalah nama-nama hari dalam seminggu. (Akun X IDF @IDF)

Baca juga: Israel Izinkan Bahan Bakar Masuk ke Gaza, tapi Bukan untuk RS yang Membutuhkan

Dalam video IDF tersebut juga memperlihatkan sang juru bicara yang menunjukkan kertas bertuliskan bahasa Arab di dinding.

"Tulisan yang dicoret ini adalah daftar yang menyatakan bahwa kami (Hamas-red) sedang dalam operasi. Operasi melawan Israel," katanya, merujuk pada kalender, dikutip dari akun resmi IDF di X (Twitter), @IDF.

Tentara Israel tersebut mengatakan, itu adalah daftar anggota Hamas yang berjaga di ruangan itu untuk menahan para sandera.

"Ini daftar penjaga di mana setiap mereka (Hamas) menulis namanya. Ini adalah jadwal shift mereka," lanjutnya, sambil membaca tulisan berbahasa Arab itu dari kiri ke kanan, yang mana tulisan Arab hanya bisa dibaca dari kanan ke kiri.

Hamas Palestina vs Israel

Asap mengepul selama pemboman militer Israel di Jalur Gaza utara pada 15 November 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas.
Asap mengepul selama pemboman militer Israel di Jalur Gaza utara pada 15 November 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas. (FADEL SENNA / AFP)

Baca juga: Israel Disebut Kebal Sanksi, Cicit Nelson Mandela: AS dan Media Propaganda Jadi Pelindung

Ketegangan di Jalur Gaza ini terjadi setelah Israel menanggapi serangan terbaru Hamas dalam Operasi Badai Al-Aqsa di Israel, yang menerobos perbatasan Jalur Gaza pada Sabtu (7/10/2023) pagi.

Hamas mengatakan, serangan itu adalah tanggapan atas kekerasan yang dilakukan Israel terhadap Palestina selama ini, terutama kekerasan di kompleks Masjid Al Aqsa, seperti diberitakan Al Arabiya.

Hamas menculik kurang lebih 240 orang di Israel dan meluncurkan ratusan roket, yang menewaskan lebih dari 1.200 orang di wilayah Israel.

Mereka juga meluncurkan ratusan roket, yang menewaskan lebih dari 1.200 orang di wilayah Israel.

Sementara itu, serangan balasan Israel di Jalur Gaza menewaskan lebih dari 11.423 warga Palestina sejak Sabtu (7/10/2023) hingga perhitungan korban pada Selasa (14/11/2023), dikutip dari Al Jazeera.

Setidaknya, 195 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel di Tepi Barat sejak Sabtu (7/10/2023) dan lebih dari 2.500 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Konflik Palestina vs Israel

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved