Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Turki Evakuasi Anak-anak yang Terluka dan Sakit di Gaza

Pemerintah Turki akan mengevakuasi sejumlah anak dan remaja yang terluka atau sakit di Gaza sebagai bagian dari evakuasi putaran ketiga.

Arab News
Turki akan memulai evakuasi sejumlah anak yang terluka dan sakit di Gaza putaran ketika untuk menjalai pengobatan di Turki. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, ISTANBUL – Pemerintah Turki akan mengevakuasi sejumlah anak dan remaja yang terluka atau sakit di Gaza sebagai bagian dari evakuasi putaran ketiga.

Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan pihaknya berhasil mengevakuasi tiga anak yang sakit dan telah dibawa ke Turki, Kamis (23/11/2023) kemarin.

“Kami telah berhasil mengevakuasi seorang anak laki-laki berusia 2 tahun, serta dua anak perempuan berusia 9 dan 10 tahun. Mereka akan menerima perawatan di Turki,” ujar Koca.

Sebelumnya, rencana Turki mengevakuasi 50 anak-anak Palestina pada putaran ketiga telah ditunda karena masalah izin pembebasan anak-anak tersebut. Meski begitu, sebagian besar masalah tersebut kini telah teratasi dan para pejabat Turki sedang berupaya menyelesaikan persiapannya.

“Kami memperkirakan evakuasi ketiga akan dilakukan Jumat (24/11/2023) dan ini akan menjadi evakuasi yang sebagian besar terdiri dari anak-anak dan remaja,” kata Koca.

Hingga saat ini, Pemerintah Turki telah mengirimkan sekitar 800 metrik ton bantuan kemanusiaan, pasokan medis, obat-obatan, dan personel medis ke Mesir untuk warga Gaza.

Pemerintah Turki juga berencana mendirikan rumah sakit lapangan di sisi Gaza yang berbatasan dengan Rafah.

Baca juga: Turki hingga Spanyol Kecam Serangan terhadap RS Al-Shifa, Erdogan: Biadab Bom Warga Sipil

Rencana tersebut sedang dikoordinasikan dengan sejumlah pihak, termasuk pejabat Mesir dan Israel untuk mengidentifikasi lokasi yang cocok untuk rumah sakit lapangan.

Baca juga: Ekonomi Israel Kian Memburuk, Diperkirakan Rugi Rp 750 Trilun akibat Serangan ke Gaza Palestina

“Tim yang dibentuk bersama Israel, Mesir, dan Turki berkoordinasi di Mesir, khusus untuk melakukan kerja lapangan. Kami sedang dalam tahap identifikasi lokasi,” kata Koca.

"Kami ingin mengambil tindakan sesegera mungkin,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan