Minggu, 24 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Presiden AS Joe Biden Ungkap Sering Berselisih Paham dengan PM Israel Benjamin Netanyahu

Presiden AS Joe Biden mengungkapkan bahwa dirinya sering berselisih paham dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Tayang:
AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Presiden AS Joe Biden (kiri) mendengarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat ia bergabung dalam pertemuan kabinet perang Israel di Tel Aviv pada 18 Oktober 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas. Presiden AS Joe Biden mendarat di Tel Aviv pada 18 Oktober 2023 ketika kemarahan Timur Tengah berkobar setelah ratusan orang tewas ketika sebuah roket menghantam sebuah rumah sakit di Gaza yang dilanda perang, dan Israel dan Palestina dengan cepat saling menyalahkan. (Foto oleh Brendan SMIALOWSKI / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengungkapkan hubungannya dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Biden mengungkapkan dirinya memiliki hubungan yang kompleks dengan Netanyahu selama bertahun-tahun hingga saat ini.

Bahkan, kata Biden, dirinya dan Netanyahu sering berselisih paham.

Dia mencatat dirinya pernah membuat tulisan di foto lama mereka menggunakan nama panggilan pemimpin Israel, Bibi.

"Aku menulis di atasnya, 'Bibi aku mencintaimu, tapi aku tidak setuju dengan apapun yang kamu katakan'," ucap Biden saat acara resepsi Gedung Putih untuk festival Hanukkah Yahudi, dikutip dari Reuters.

"Hal yang sama terjadi hari ini," lanjutnya.

Baca juga: Viral Video Tentara Israel Sengaja Lempar dan Banting Barang-barang Toko Suvenir di Gaza

Ia menambahkan Israel berada dalam "titik yang sulit" dan hal itu membuat banyaknya perbedaan pendapat antara dirinya dengan Netanyahu.

Dia tidak merinci perbedaan apa yang masih ada di antara kedua tokoh tersebut.

Meskipun dalam beberapa pekan terakhir perselisihan tersebut mencakup isu-isu terkait perang melawan Hamas dan perlakuan terhadap warga Palestina.

Terlepas dari perbedaan dengan kepimpinan Israel, lanjut Biden, komitmennya terhadap negara Yahudi tidak dapat tergoyahkan.

"Saudara-saudara, jika tidak ada Israel, tidak akan ada orang Yahudi di dunia yang aman," ungkap Biden.

Baca juga: Hamas Ancam PM Netanyahu: Ratusan Sandera Tak Akan Kembali Hidup-hidup Sebelum Israel Setop Agresi

Dia mengatakan bantuan kepada Israel akan terus berlanjut sampai Hamas disingkirkan, namun dia memperingatkan opini publik bisa berubah secara drastis demi keamanan Israel.

"Kita harus berhati-hati. Mereka harus berhati-hati."

"Opini publik seluruh dunia bisa berubah dalam semalam. Kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi," ucap Biden.

Biden mengatakan AS akan terus berupaya untuk membebaskan sandera yang masih ditahan di Gaza.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved