Konflik Palestina Vs Israel
Presiden AS Joe Biden Ungkap Sering Berselisih Paham dengan PM Israel Benjamin Netanyahu
Presiden AS Joe Biden mengungkapkan bahwa dirinya sering berselisih paham dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Selain itu, dirinya juga mempercepat bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina dan "menekankan kepada teman-teman Israel bahwa kita perlu melindungi kehidupan warga sipil".
Baca juga: Uni Eropa akan Usulkan Sanksi ke Pemukim Israel yang Lakukan Kekerasan di Tepi Barat
Netanyahu Dituduh Menghindar dari Pasukan AU
Mantan Wakil Direktur Dewan Keamanan Nasional Israel, Eran Etzion, menuduh Benjamin Netanyahu menghindari pertemuan dengan pasukan angkatan udara.
Etzion mengatakan Netanyahu takut akan kritikan dari pasukan angkatan udara.
"Jadi, apa yang mereka lakukan? Evakuasi unit personelnya. Kunjungi hanggar kosong. Berpose dengan SUV dan kendaraan rahasia," ucap Etzion, dikutip dari Al Jazeera.
Baca juga: Houthi Yaman Ngaku Luncurkan Rudal ke Kapal Tanker Menuju Israel di Laut Merah
Surat kabar Israel Haaretz melaporkan pasukan cadangan yang bertugas di Shaldag dan 669 unit diinstruksikan untuk mengosongkan lokasi yang diperkirakan akan dikunjungi Netanyahu pada hari Selasa, tanpa menyebutkan lokasinya secara spesifik.
Kelompok cadangan menuduh arahan tersebut dimaksudkan untuk membungkam kritik mereka terhadap perdana menteri, kata publikasi tersebut.
Sebuah surat publik yang ditulis oleh mantan anggota Unit 669 mengkritik keputusan Netanyahu untuk mengunjungi pasukan tersebut, dengan menyatakan hal itu akan "mengganggu fokus operasional".
"Akan lebih baik jika Perdana Menteri menahan diri dari kunjungan ini dan fokus pada penanganan krisis terbesar dalam sejarah negara ini, yang terjadi di bawah pengawasannya," tulis surat tersebut.
Serangan Udara Terus Terjadi di Rafah
Baca juga: Diboikot karena Dukung Israel, Puma Putus Sponsor untuk Timnas Israel, tapi Bukan karena Genosida
Serangan udara kembali terjadi di Rafah, sebuah kota di Gaza yang berbatasan langsung dengan Mesir.
Padahal, Rafah merupakan kota di mana Israel meminta warga Palestina untuk pindah ke sana demi "keselamatan" mereka.
Rafah telah dibombardir secara besar-besaran dalam beberapa jam terakhir.
Sumber medis Palestina mengatakan sedikitnya 20 orang tewas, termasuk tujuh anak-anak dan sedikitnya lima wanita.
Tiga rumah hancur akibat serangan di utara kota. Warga dikhawatirkan terjebak di bawah reruntuhan.
(Tribunnews.com/Whiesa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/joe-biden-kunjungi-benjamin-netanyahu-di-tel-aviv-israel_20231018_203423.jpg)