Rabu, 27 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Presiden AS Joe Biden Ungkap Sering Berselisih Paham dengan PM Israel Benjamin Netanyahu

Presiden AS Joe Biden mengungkapkan bahwa dirinya sering berselisih paham dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Tayang:
AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Presiden AS Joe Biden (kiri) mendengarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat ia bergabung dalam pertemuan kabinet perang Israel di Tel Aviv pada 18 Oktober 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas. Presiden AS Joe Biden mendarat di Tel Aviv pada 18 Oktober 2023 ketika kemarahan Timur Tengah berkobar setelah ratusan orang tewas ketika sebuah roket menghantam sebuah rumah sakit di Gaza yang dilanda perang, dan Israel dan Palestina dengan cepat saling menyalahkan. (Foto oleh Brendan SMIALOWSKI / AFP) 

Selain itu, dirinya juga mempercepat bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina dan "menekankan kepada teman-teman Israel bahwa kita perlu melindungi kehidupan warga sipil".

Baca juga: Uni Eropa akan Usulkan Sanksi ke Pemukim Israel yang Lakukan Kekerasan di Tepi Barat

Netanyahu Dituduh Menghindar dari Pasukan AU

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan di kota pesisir Israel Tel Aviv, pada 14 Juni 2014.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan di kota pesisir Israel Tel Aviv, pada 14 Juni 2014. (JACK GUEZ / AFP)

Mantan Wakil Direktur Dewan Keamanan Nasional Israel, Eran Etzion, menuduh Benjamin Netanyahu menghindari pertemuan dengan pasukan angkatan udara.

Etzion mengatakan Netanyahu takut akan kritikan dari pasukan angkatan udara.

"Jadi, apa yang mereka lakukan? Evakuasi unit personelnya. Kunjungi hanggar kosong. Berpose dengan SUV dan kendaraan rahasia," ucap Etzion, dikutip dari Al Jazeera.

Baca juga: Houthi Yaman Ngaku Luncurkan Rudal ke Kapal Tanker Menuju Israel di Laut Merah

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan pasukan cadangan yang bertugas di Shaldag dan 669 unit diinstruksikan untuk mengosongkan lokasi yang diperkirakan akan dikunjungi Netanyahu pada hari Selasa, tanpa menyebutkan lokasinya secara spesifik.

Kelompok cadangan menuduh arahan tersebut dimaksudkan untuk membungkam kritik mereka terhadap perdana menteri, kata publikasi tersebut.

Sebuah surat publik yang ditulis oleh mantan anggota Unit 669 mengkritik keputusan Netanyahu untuk mengunjungi pasukan tersebut, dengan menyatakan hal itu akan "mengganggu fokus operasional".

"Akan lebih baik jika Perdana Menteri menahan diri dari kunjungan ini dan fokus pada penanganan krisis terbesar dalam sejarah negara ini, yang terjadi di bawah pengawasannya," tulis surat tersebut.

Serangan Udara Terus Terjadi di Rafah

Gambar yang diambil dari Rafah menunjukkan asap mengepul di atas Khan Yunis di Jalur Gaza selatan selama serangan Israel pada 11 Desember 2023, di tengah berlanjutnya pertempuran antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas.
Gambar yang diambil dari Rafah menunjukkan asap mengepul di atas Khan Yunis di Jalur Gaza selatan selama serangan Israel pada 11 Desember 2023, di tengah berlanjutnya pertempuran antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas. (MAHMUD HAMS / AFP)

Baca juga: Diboikot karena Dukung Israel, Puma Putus Sponsor untuk Timnas Israel, tapi Bukan karena Genosida

Serangan udara kembali terjadi di Rafah, sebuah kota di Gaza yang berbatasan langsung dengan Mesir.

Padahal, Rafah merupakan kota di mana Israel meminta warga Palestina untuk pindah ke sana demi "keselamatan" mereka.

Rafah telah dibombardir secara besar-besaran dalam beberapa jam terakhir.

Sumber medis Palestina mengatakan sedikitnya 20 orang tewas, termasuk tujuh anak-anak dan sedikitnya lima wanita.

Tiga rumah hancur akibat serangan di utara kota. Warga dikhawatirkan terjebak di bawah reruntuhan.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved