Pakar Universitas Tokyo Ingatkan Potensi Gempa Berlanjut dan Bisa Robohkan Bangunan
Ada kemungkinan gempa yang sangat kuat dapat terjadi di Jepang dan dapat diikuti tsunami yang dahsyat.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG - Seorang profesor emeritus di Universitas Tokyo memperingatkan bahwa getaran kuat dapat terus berlanjut pasca gempa magnitudo 7,6 dan hal ini menimbulkan risiko bagi bangunan yang sebelumnya tidak runtuh pada gempa bumi sebelumnya.
Hirata Naoshi, seorang ahli mekanisme gempa bumi, mengimbau masyarakat orang-orang yang telah dievakuasi sebaiknya tidak kembali ke rumah mereka sampai peringatan dicabut.
"Aktivitas seismik sudah sangat aktif di wilayah Noto di Prefektur Ishikawa sejak sekitar bulan Desember 2020," kata Hirata dikutip dari NHK, Senin (1/1/2024).
Guncangan kuat dengan intensitas di atas 6 tercatat pada 5 Mei tahun lalu. Setelah gempa berkekuatan 7 magnitudo pada hari Senin, guncangan di kisaran 6 magnitudo terus berlanjut.
"Ada kemungkinan gempa yang sangat kuat dapat terjadi, dan dapat diikuti tsunami yang dahsyat," tuturnya.
Baca juga: Gempa Jepang Magnitudo 7,6 Bikin Layanan Kereta Cepat Shinkansen Terganggu
Mengenai mekanisme gempa hari Senin, banyak peneliti percaya bahwa ada semacam cairan yang naik dari bawah tanah, karena tidak ada gunung berapi aktif atau lempeng yang menunjam ke bawah tanah di sekitar pusat gempa.
Namun, mereka mengatakan bahwa mereka tidak tahu mengapa gempa bumi sebesar ini bisa terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/profesor-hirata-naoshi-ok_.jpg)