Minggu, 26 April 2026

Australia Murka, Kecam Militer China yang Sengaja Gempur Helikopter AL Pakai Suar

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengecam tindakan jet tempur China yang dengan sengaja melakukan serangan yang tidak bisa diterima.

Guardian
Australia Murka, Kecam Militer China yang Sengaja Gempur Helikopter AL Pakai Suar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, SIDNEY – Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengecam tindakan jet tempur China yang dengan sengaja melakukan serangan yang tidak bisa diterima.

Kecaman tersebut dilontarkan usai Jet tempur China dilaporkan menembak sebuah suar atau flare ke arah helikopter MH-60R milik angkatan laut Australia yang tengah berpatroli di Laut Kuning yang merupakan kawasan perairan internasional.

Menurut Marles, suar tersebut berada 300 meter (986 kaki) di depan dan 60 meter di atas helikopter milik militer Australia. Tak ada korban jiwa dalam insiden ini, lantaran pilot helikopter Seahawk Australia itu sempat mengambil tindakan mengelak agar tidak terkena suar tersebut.

Baca juga: Minta Duel Satu Lawan Satu, Stephen King: Saya Ingin Lihat Tuan Z Tendang Pantat Putin

Kendati begitu pemerintah Australia menilai serangan tersebut sebagai yang tidak bisa diterima karena tembakan suar membahayakan pesawat serta para awak penumpang dan berpotensi menyebabkan jatuhnya helikopter jika mengenai baling-baling atau mesin helikopter.

"Kami baru saja menegaskan kepada Cina bahwa tindakan ini tidak profesional dan tidak dapat diterima," kata Marles sebagaimana dikutip dari CNN International.

“Ini adalah manuver tidak aman yang menimbulkan risiko bagi pesawat dan personel,” imbuhnya.

Serangan seperti ini bukan yang pertama kali yang dilakukan China. Dalam enam bulan terakhir, militer kedua negara telah terlibat konflik dan saling bersinggungan sebanyak dua kali.

Salah satunya serangan di bulan November lalu, dimana kapal Angkatan Laut China dengan sengaja melukai beberapa penyelam Australia di perairan Jepang menggunakan sonar bawah air.

Juru bicara kementerian pertahanan nasional Tiongkok, Wu Qian, membantah klaim tersebut dengan mengatakan bahwa kapal Tiongkok telah menjaga jarak aman dari kapal Australia dan tidak melakukan aktivitas apa pun yang dapat mempengaruhi operasi penyelaman pihak Australia.

Baca juga: Istri Tentara Rusia Kecam Kremlin karena Pamer Tank-tank Hasil Tangkapan: Apa yang Dibanggakan?

Akan tetapi Australia menolak penjelasan tersebut. Imbas konflik tersebut hubungan bilateral antara China-Australia perlahan mulai merenggang.

Australia Perkuat Hubungan dengan Filipina

Untuk menangkis serangan yang terus dilancarkan pemerintah China, militer Australia, AS dan Jepang setuju untuk meningkatkan latihan tempur di Filipina.

Selain untuk memperdalam hubungan pertahanan di antara keempat negara itu. Beberapa pakar menilai peningkatan kerja sama yang dibangun Australia, AS, jepang dengan Filipina merupakan usaha untuk mengimbangi sikap China yang semakin agresif.

“Ada kekuatan dan makna ketika keempat negara bertindak bersama. Pertemuan yang kami adakan mewakili sebuah pesan sangat kuat untuk kawasan ini dan dunia tentang empat negara demokratik yang berkomitmen pada tatanan berdasarkan aturan global," ujar Marles.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved