Selasa, 12 Mei 2026

Trump Diminta Kecualikan Perusahaan Jepang dari Daftar Tarif Baru Impor Baja dan Aluminium

Donald Trump memberlakukan tarif impor sebesar 25 persen pada impor baja dan aluminium.

Tayang:
Facebook Donald J. Trump
TARF IMPOR - Presiden AS Donald J. Trump setelah memenangkan Pilpres Amerika Serikat pada 20 November 2024 . Pemerintah Jepang merayu Presiden Donald Trump agar mengecualikan perusahaan-perusahaan dari negaranya dalam dftar tarif impor baja dan aluminium yang diberlakukan pemerintah AS.  

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pemerintah Jepang merayu Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar mengecualikan perusahaan-perusahaan dari negaranya dalam dftar tarif impor baja dan aluminium yang diberlakukan pemerintah AS. 

Permintaan itu disampaikan langsung oleh Menteri Perdagangan Jepang Yoji Muto tepat setelah Donald Trump memberlakukan tarif impor sebesar 25 persen pada impor baja dan aluminium.

Trump berdalih kebijakan diterapkan untuk memastikan AS agar diperlakukan secara merata dengan negara-negara lain.

Namun kebijakan tarif impor baru tersebut merugikan sejumlah negara pemasok baja dan aluminium utama ke AS.

Menteri Keuangan Katsunobu Kato dan Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa lantas mengajukan permohonan kepada kedutaan besar di Washington agar  Trump memperlunak kebijakannya.

“Kami akan terus mencermati dampaknya terhadap perusahaan-perusahaan Jepang dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata Muto, dikutip dari Japan Times.

Langkah ini diambil pemerintah Jepang mengikuti strategi yang diterapkan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, yang telah berhasil merayu Trump agar AS memberikan "pertimbangan besar" untuk mengecualikan tarif baru impor baja dan aluminium dari Australia.

Sekutu AS Serang Balik Trump

Berbanding terbalik dengan langkah Jepang, sejumlah negara justru memilih untuk melakukan pembalasan kepada Trump atas kebijakannya yang memberlakukan tarif impor sebesar 25 persen pada impor baja dan aluminium.

Terbaru, Uni Komisi Eropa menyatakan bahwa mereka belum menerima pemberitahuan resmi terkait tarif baru, namun mereka siap mengambil langkah serupa.

Baca juga: Trump Minta Kompensasi Rp 8.192 Triliun dari Bantuan AS ke Ukraina dalam Bentuk Logam Tanah Jarang

Sementara Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menegaskan bahwa Eropa tidak akan tinggal diam dan akan "mereplikasi" setiap tarif yang dikenakan AS.

"Tidak ada keraguan dalam membela kepentingan kami," kata Barrot dalam wawancara dengan TF1, sebagaimana dikutip dari AFP.

Baca juga: Uni Eropa dan Kanada Kecam Langkah Trump Naikkan Tarif Impor Baja dan Aluminium AS

Sikap serupa juga disuarakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dengan tegas mengkritik langkah Trump dan memperingatkan bahwa tarif ini dapat mengganggu rantai pasokan produksi yang sudah mapan antara Kanada, AS, dan Meksiko, terutama di sektor otomotif.

Selain itu pengetatan tarif impor dinilai dapat meningkatkan inflasi AS lebih dari satu poin persentase, yang berpotensi menyebabkan Federal Reserve menahan atau menaikkan suku bunga.

Laporan Reporter: Namira Yunia

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved