Minggu, 26 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Momen Haru: Tentara Israel Cium Kening Pasukan Hamas

Saksikan momen tak terduga saat tentara Israel mencium kening anggota Hamas. Terjadi saat momen pembebasan tawanan di Gaza, Sabtu (22/2/2025).

Editor: timtribunsolo
(Tangkap layar akun X Palestine Chronicle)
CIUM KENING - Tentara Israel mencium kening pasukan Hamas saat dibebaskan, Sabtu (22/2/2025. Tampak senang dan tersenyum lebar, Sabtu (22/2/2025). (Tangkap layar akun X Palestine Chronicle) 

TRIBUNNEWS.COM - Dalam sebuah momen yang menarik perhatian, Brigade Al-Qassam dan kelompok perlawanan Palestina berhasil membebaskan tiga tentara Israel pada hari Sabtu.

Pembebasan ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Gaza.

Salah satu tentara Israel terlihat mencium kening dua anggota Brigade Al-Qassam, yang merupakan sayap militer Hamas.

Dalam tayangan video yang diunggah oleh akun X Palestine Chronicle, tentara tersebut tampak bahagia saat diperlihatkan kepada warga Palestina selama acara pembebasan.

"Perlakuan ini sangat kontras dengan perlakuan brutal terhadap tahanan Palestina di penjara pendudukan," ungkap narasumber yang tidak disebutkan namanya.

Proses Pertukaran Tahanan

Gelombang ketujuh pertukaran tahanan Israel berlangsung pada hari yang sama, menandai kelanjutan perjanjian gencatan senjata.

Brigade Al-Qassam memfasilitasi penyerahan enam tawanan Israel kepada Palang Merah Internasional di Rafah dan Nuseirat, yang terletak di Jalur Gaza selatan dan tengah.

Dua tahanan diserahkan di Rafah dan empat lainnya di Nuseirat, sebagaimana dikonfirmasi oleh sumber dari gerakan Hamas.

Koresponden Al Jazeera, Hani Al Shaer, melaporkan bahwa platform serah terima tersebut dipenuhi dengan pesan-pesan politik dan keamanan.

Pesan Politik di Balik Pembebasan

Baca juga: Tentara Israel Cium Kening Pasukan Hamas saat Dibebaskan, Tampak Bahagia dan Tersenyum Lebar

Acara tersebut menampilkan berbagai visual yang menggambarkan pemimpin Brigade Al-Qassam, termasuk mendiang Mohammed Deif.

Salah satu gambar yang mencolok menunjukkan sekelompok bersenjata berjalan menuju Kubah Batu, disertai slogan "Kita bisa mengubah arah sejarah," sebagai pengingat akan perlawanan yang terus berlanjut meskipun ada tekanan regional dan global.

Di panggung juga terdapat gambar Yahya Sinwar, komandan Operasi Banjir Al-Aqsa, serta model menara militer yang menjadi sasaran Operasi Vanishing Illusion pada tahun 2006.

Fitur baru yang mencolok adalah pajangan senjata Israel yang disita selama operasi baru-baru ini, yang diletakkan terbalik di atas panggung sebagai simbol kegagalan pasukan Israel dalam mencapai tujuan militer mereka.

Dengan pembebasan ini, Brigade Al-Qassam menunjukkan bahwa mereka tetap berkomitmen pada perlawanan dan memperjuangkan hak-hak Palestina meskipun dalam situasi yang sulit.

(*)

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved