Selasa, 9 Juni 2026

Trump Terapkan Tarif Timbal Balik

10 Negara yang Dapat Tarif Tertinggi dari Trump, Brasil Diancam 50 Persen

Simaklah berikut ini 10 negara yang mendapatkan tarif tertinggi dari Presiden AS, Donald Trump. Brasil diancam tarif 50 persen.

Tayang:
Facebook The White House
TRUMP DI IOWA - Gambar diambil dari Facebook The White House pada Jumat (4/7/2025), memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam kunjungannya ke Iowa pada Kamis (3/7/2025). Berikut ini 10 negara yang mendapatkan tarif tertinggi dari Trump per 1 Agustus 2025 mendatang. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut 10 negara yang mendapatkan tarif tertinggi dari kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Donald Trump secara resmi telah mengirimkan surat ke sejumlah negara yang menguraikan tarif lebih tinggi jika mereka tidak membuat kesepakatan perdagangan dengan AS sebelum 1 Agustus 2025.

Langkah Donald Trump ini menandai kelanjutan dari kebijakan tarif timbal balik agresif yang pertama kali diumumkan pada April 2025.

Dalam surat yang diunggah di Truth Social, Donald Trump memperingatkan negara-negara bahwa mereka akan menghadapi tarif yang lebih tinggi jika mereka membalas dengan menaikkan pajak impor mereka sendiri.

Bahkan yang terbaru, Donald Trump bakal mengenakan tarif 50 persen kepada Brasil bila masih melakukan "perburuan penyihir" terhadap mantan presiden Jair Bolsonaro.

Dikutip dari BBC, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mengatakan peningkatan tarif terhadap Brasil akan dibalas.

Ia memperingatkan terhadap segala bentuk campur tangan dalam sistem peradilan negara tersebut.

Trump juga berdebat dengan Lula tentang persidangan Bolsonaro awal minggu ini.

Saat itu, Lula mengatakan Brasil tidak akan menerima "campur tangan" dari siapa pun dan menambahkan: "Tidak ada seorang pun yang kebal hukum."

Lantas, negara mana saja yang sudah resmi mendapatkan tarif tinggi dari Trump?

Dikutip dari AP, berikut 10 negara yang mendapatkan tarif tertinggi dari Trump:

Baca juga: Indonesia-AS Sepakat Percepat Negosiasi Tarif, Target Rampung dalam Tiga Minggu

1. Myanmar

Myanmar akan dikenai tarif 40 persen mulai 1 Agustus 2025, turun dari 44 persen yang diumumkan Trump pada bulan April lalu.

Ekspor utama Myanmar ke AS adalah pakaian, barang-barang dari kulit, dan makanan laut.

Mayor Jenderal Zaw Min Tun, juru bicara pemerintahan militer Myanmar mengatakan akan menindaklanjutinya dengan negosiasi.

2. Laos

Laos akan dikenai tarif sebesar 40 persen mulai 1 Agustus 2025.

Tarif ini turun dari yang sebelumnya sebesar 48 persen yang diumumkan Trump pada bulan April.

Ekspor utama Laos ke AS adalah sepatu dengan bagian atas tekstil, furnitur kayu, komponen elektronik, dan serat optik.

3. Kamboja

Tingkat tarif yang dikenakan kepada Kamboja adalah sebesar 36 persen per 1 Agustus 2025.

Tarif yang dikenakan Kamboja ini turun dari 49 persen yang diumumkan pada April lalu.

Ekspor utama Kamboja ke AS di antaranya adalah tekstil, pakaian, sepatu, dan sepeda.

Kepala negosiator Kamboja, Sun Chanthol, mengatakan negaranya berhasil menurunkan tarif dari 49 persen yang diumumkan Trump pada bulan April menjadi 36 persen.

Kamboja, lanjut Chanthol, siap untuk mengadakan putaran negosiasi baru dengan pemerintahan Trump.

Baca juga: Ekspor Produk Hutan dan Perkebunan ke AS Moncer, Kemenperin Siapkan Langkah Atasi Tarif Impor Trump

Ia mengimbau para investor, terutama pemilik pabrik, dan hampir 1 juta pekerja garmen di negara itu untuk tidak panik mengenai tarif yang diumumkan pada hari Senin.

4. Thailand

Thailand mendapatkan tarif baru dari Trump sebesar 36 persen per 1 Agustus 2025 mendatang.

Penetapan tarif Trump terhadap Thailand ini tidak mengalami perubahan sejak diumumkan pada April lalu.

Ekspor utama Thailand ke AS adalah suku cadang komputer, produk karet, dan batu permata.

Wakil Perdana Menteri Thailand, Pichai Chunhavajira, mengatakan Thailand akan terus mendorong negosiasi tarif dengan Amerika Serikat.

Pada hari Minggu, Thailand mengajukan proposal baru yang mencakup pembukaan pasar Thailand untuk lebih banyak produk pertanian dan industri Amerika, serta peningkatan impor energi dan pesawat.

5. Bangladesh

Bangladesh secara resmi mendapatkan tarif baru dari Trump sebesar 35 persen per 1 Agustus 2025.

Tarif terbaru Trump untuk Bangladesh ini turun dari 37 persen yang diumumkan pada April lalu.

Penasihat keuangan Bangladesh, Salehuddin Ahmed mengatakan Bangladesh berharap dapat bernegosiasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Ada kekhawatiran bahwa tarif tambahan akan membuat ekspor garmen Bangladesh kurang kompetitif dibandingkan negara-negara seperti Vietnam dan India.

6. Serbia

Tingkat tarif untuk Serbia yang telah ditetapkan Trump per 1 Agustus 2025 mendatang adalah 35 persen.

Tarif ini turun dari 37 persen yang diumumkan Trump pada bulan April.

Ekspor utama Serbia ke AS adalah perangkat lunak dan layanan TI, serta ban mobil.

7. Indonesia

Indonesia juga mendapatkan tarif terbaru dari Trump sebesar 32 persen yang akan berlaku pada 1 Agustus 2025.

Tarif terbaru Indonesia dari Trump ini tidak mengalami penurunan sejak diumumkan pada bulan April lalu.

Ekspor utama Indonesia ke AS di antaranya yakni minyak sawit, mentega kakao, dan semikonduktor.

8. Aljazair

Trump telah mengenakan tarif yang sama kepada Aljazair sejak diumumkan pada bulan April lalu, yakni sebesar 30 persen dan akan berlaku pada 1 Agustus 2025 mendatang.

Aljazair telah mengekspor AS seperti minyak bumi, semen, dan produksi besi.

9. Bosnia dan Herzegovina

Bosnia dan Herzegovina mendapatkan tarif baru dari Trump per 1 Agustus 2025 mendatang, yakni sebesar 30 persen.

Tarif terbaru untuk Bosnia dan Herzegovina ini turun dari 35 persen yang diumumkan pada bulan April.

Ekspor utama Bosnia dan Herzegovina kepada AS adalah senjata dan amunisi.

10. Irak

Irak juga tak luput dari pandangan Trump dengan mengenakan tarif impor sebesar 30 persen per 1 Agustus 2025.

Angka tersebut turun dari 39 persen yang diumumkan Trump pada bulan April lalu.

Ekspor utama Irak kepada AS adalah minyak mentah dan produk minyak bumi.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved