Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Trump PHK 1.300 Pegawai Kemlu AS, Kantor Dinas Luar Negeri Dikosongkan Massal
Trump pecat lebih dari 1.300 pegawai Departemen Luar Negeri AS, dengan dalih untuk merampingkan birokrasi yang membengkak
“Melihat para diplomat keluar dengan mata berkaca-kaca karena mereka hanya ingin melayani negara ini sungguh menyayat hati,” ujar Kim.
Sementara itu, Robert Blake, mantan duta besar AS di era Bush dan Obama, menyatakan bahwa banyak diplomat yang loyal dan berdedikasi dipecat tanpa alasan kinerja.
“Mereka mengabdi dengan baik, tapi tetap diberhentikan begitu saja,” katanya.
Kecaman juga turut dilontarkan Asosiasi Layanan Luar Negeri Amerika (AFSA), serikat diplomat AS.
“PHK ini tidak berbasis prestasi maupun misi. Langkah ini membahayakan kepentingan nasional kita, terutama di tengah ketidakstabilan global yang tinggi,” bunyi pernyataan AFSA.
Baca juga: Viral Sayembara Bunuh Trump di Iran, Rp184,9 M bagi yang Bisa Bawa Kepalanya
Picu Dampak Internal
Para pengamat menilai bahwa pengurangan staf ini akan merusak kemampuan Amerika Serikat untuk menghadapi krisis internasional.
Gordon Duguid, veteran dinas luar negeri 31 tahun, menyebut kebijakan ini sebagai “resep bencana”. Ia menilai pemerintah hanya mencari loyalitas politik, bukan keahlian diplomatik.
Sementara itu, Jessica Bradley Rushing, staf Kantor Koordinator Upaya Relokasi Afghanistan (CARE), mengaku terkejut karena kembali menerima PHK setelah sebelumnya sudah dirumahkan. “Saya tidak pernah menyangka bisa dipecat lagi,” ujarnya.
Kritikus menilai, langkah ini bukan sekadar efisiensi, melainkan pelemahan institusi diplomatik yang selama ini menjadi wajah Amerika Serikat di panggung global.
(Tribunnews.com/Namira)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-AS-Donald-Trump-e4534534553435.jpg)