Kamis, 16 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Tentara Israel akan Ajarkan Bahasa Arab dan Studi Islam ke Personel Intelijen IDF

Selain atlet profesional, sejumlah figur publik dan influencer seperti Maxime Bouttier, Sheryl Sheinafia, Daniel Wenas

RNTV/TangkapLayar
RAPAT MILITER - Direktorat intelijen militer Israel Shlomi Binder berbicara saat rapat di ruang operasi selama serangan Israel terhadap Iran pada 13 Juni 2025. 

 

Tentara Israel akan Ajarkan Bahasa Arab dan Studi Islam ke Personel Intelijen IDF

TRIBUNNEWS.COM - Direktorat intelijen militer Israel (Aman) dilaporkan mewajibkan seluruh personelnya untuk mempelajari bahasa Arab dan budaya Islam.

Kebijakan ini didorong oleh kegagalan besar keamanan dan intelijen pada 7 Oktober 2023 merujuk pada serangan lintas batas milisi perlawanan Palestina yang dipimpinan Hamas dalam operasi bersandi Banjir Al Aqsa.

Baca juga: Al Qassam Serang Markas Komando IDF di Khan Younis, Israel Kaget Taktik Baru Perang Hamas

Menurut media Ibrani, reformasi ini, yang diperintahkan oleh Mayor Jenderal Shlomi Binder, kepala intelijen militer Israel (ID).

Dia memerintahkan semua staf intelijen, termasuk mereka yang berada dalam peran teknologi, untuk menerima pelatihan komprehensif ini.

Menurut “The Jerusalem Post”, 100 persen personel akan menyelesaikan studi Islam pada tahun depan, dan 50 persen akan menyelesaikan pelatihan bahasa Arab.

“Semua personel intelijen IDF sekarang akan menjalani pelatihan…dengan tujuan jangka panjang untuk memastikan bahwa setiap perwira intelijen tingkat brigade dan divisi fasih berbahasa Arab dan memperoleh pengetahuan Islam yang mendalam,” kata laporan itu.

RAPAT MILITER - Direktorat intelijen militer Israel Shlomi Binder berbicara saat rapat di ruang operasi selama serangan Israel terhadap Iran pada 13 Juni 2025.
RAPAT MILITER - Direktorat intelijen militer Israel Shlomi Binder berbicara saat rapat di ruang operasi selama serangan Israel terhadap Iran pada 13 Juni 2025. (RNTV/TangkapLayar)

Departemen baru untuk studi ini akan didirikan, yang juga akan mengajarkan dialek Houthi dan Irak untuk mendukung pekerjaan intelijen Israel.

Militer Israel juga membuka kembali sebuah program berjuluk TELEM yang bertujuan untuk mempromosikan studi bahasa Arab dan Timur Tengah di sekolah-sekolah Israel.

Program ini sempat ditutup karena pemotongan anggaran. 

"Sampai saat ini, kita belum cukup baik dalam bidang budaya, bahasa, dan Islam. Kita perlu meningkatkannya. Kita tidak akan menjadikan perwira intelijen dan tentara kita seperti anak-anak Arab yang tumbuh di desa, tetapi melalui studi bahasa dan budaya, kita dapat menanamkan keraguan dan pengamatan yang mendalam kepada mereka," ujar seorang perwira intelijen senior Israel kepada Galei Tzahal, Radio Angkatan Darat Israel.

 

(oln/rntv/*)

 


 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved