Selasa, 19 Mei 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

Menpora Thailand Minta ASEAN Larang Kamboja Ikut SEA Games 2025

Sorawong juga menyatakan dirinya telah berdiskusi dengan Ketua Dewan SEA Games terkait rencana boikot Kamboja

Tayang:
Penulis: Bobby W
Editor: Sri Juliati
Tangkap Layar Youtube CNA
KONTINGEN ATLET KAMBOJA - Tangkap Layar Youtube CNA terkait Kontingen Atlet Kamboja pada pembukaan SEA Games 2023 di Kamboja, Pada Selasa (29/7/2025) Thailand, Sorawong Thienthong meminta agar komite olahraga ASEAN melarang Kamboja untuk ikut tampil di pesta olahraga Asia Tenggara SEA Games pada tahun 2025 ini. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pariwisata dan Olahraga (Menpora) Thailand, Sorawong Thienthong pada Selasa ini (29/7/2025) meminta agar ASEAN melarang Kamboja untuk ikut tampil di pesta olahraga Asia Tenggara SEA Games pada tahun 2025 ini.

Adapun pernyataan tersebut disampaikan oleh Sorawong karena kekecewaannya terhadap Kamboja yang langsung melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disetujui pada Senin (28/7/2025).

Kamboja dan Thailand sepakat untuk melakukan gencatan senjata yang dimediasi oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwara Ibrahim di Kompleks Seri Perdana, Putrajaya, Malaysia.

Adapun kedua belah pihak sepakat untuk memulai gencatan senjata tersebut pada Senin tengah malam.

Namun demikian, Kamboja melanggar kesepakatan tersebut dengan kembali melakukan serangan ke Thailand setelah senin tengah malam lewat.

Hal ini pun memicu respons militer Thailand yang membuat eskalasi konflik kembali naik.

Atas dasar pelanggaran gencatan senjata tersebut, Sorawong menegaskan, pelarangan partisipasi Kamboja dalam SEA Games perlu dilakukan.

Namun demikian, Sorawong menyebutkan pelarangan tersebut memerlukan keputusan melalui pemungutan suara dari semua negara anggota ASEAN.

Adapun para anggota negara ASEAN yang berpartisipasi pada SEA Games kali ini akan menggelar rapat komite pada 21 Agustus 2025 mendatang.

Sorawong juga menyatakan dirinya telah berdiskusi dengan Wakil Presiden Komite Olimpiade Thailand sekaligus Ketua Dewan SEA Games, Chaiyaphak Siriwat.

Dikutip dari Thairath, Sorawong menegaskan bahwa Presiden SEA Games tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan pelarangan Kamboja secara sepihak. 

Baca juga: Komandan Tertinggi Kamboja Dilaporkan Tewas dalam Pertempuran dengan Thailand

Langkah tersebut harus mengacu pada resolusi bersama negara anggota, sebagaimana kasus larangan Komite Olimpiade Internasional terhadap Rusia.

Karena permasalahan tersebut, komite SEA Games akan mengadakan rapat pada 21 Agustus guna membahas dan mempertimbangkan isu terkait Kamboja.

Thailand Kecam Kamboja yang Langgar Gencatan Senjata

Pada Selasa sekitar pukul 13.25 waktu Thailand, Phumtham Wechayachai yang bertindak sebagai Perdana Menteri ad interim mengecam Kamboja karena melanggar perjanjian gencatan senjata pada dini hari tadi.

Phumtham menyatakan bahwa militer Thailand terpaksa harus merespons secara tegas tindakan Kamboja yang telah melanggar kesepakatan damai. 

Ia juga memerintahkan seluruh angkatan bersenjata untuk mempertahankan kekuatan demi melindungi kedaulatan negara dan nyawa warga negara, serta menyampaikan protes kepada Ketua ASEAN, Amerika Serikat, dan Tiongkok.

Dalam pernyataannya tersebut, Pemerintah Thailand mengaku telah secara tulus berupaya mengakhiri konflik di perbatasan Kamboja secepat mungkin. 

Negosiasi pada Senin juga dinilai telah menghasilkan perjanjian gencatan senjata antara kedua pihak yang mengutamakan kepentingan rakyat serta menjunjung tinggi kedaulatan negara, nyawa, dan harta benda warga negara serta prajurit.

Hal ini merupakan harapan bersama masyarakat internasional untuk memulihkan perdamaian bagi rakyat kedua negara.

Pemerintah Thailand juga mengaku menghormati hasil pembahasan di Putrajaya, Malaysia, dan secara ketat mematuhi gencatan senjata sebagaimana diumumkan bersama.

Namun demikian, Thailand menuding hal serupa tak dilakukan oleh pasukan Kamboja.

Thailand menuding Kamboja telah melanggar perjanjian gencatan senjata dengan tetap melakukan kontak senjata terhadap pasukan Thailand di beberapa wilayah

Hal ini pun memaksa prajurit Thailand untuk merespons secara tegas dan tepat guna melindungi kedaulatan serta keselamatan warga sipil.

Pemerintah Thailand juga telah mengajukan protes kepada Ketua ASEAN, Amerika Serikat, dan Republik Rakyat Tiongkok selaku saksi negosiasi, untuk mengakui bahwa pelanggaran Kamboja terhadap perjanjian ini jelas disebabkan oleh ketidakjujuran dan ketidakikhlasan.

Terkait kembali meningkatnya eskalasi dengan Kamboja ini, Pemerintah Thailand mengimbau masyarakay untuk memantau situasi melalui saluran resmi.

Baca juga: Prabowo Puji PM Anwar yang Berhasil Hentikan Perang Kamboja Vs Thailand

Pemerintah Thailand juga telah memerintahkan Kementerian Dalam Negeri dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan warga terdampak di wilayah perbatasan, khususnya yang mengevakuasi diri dari kampung halaman. 

"Pemerintah menghargai keberanian prajurit gagah berani yang mengorbankan nyawa dan darah demi melindungi kedaulatan negara serta menjamin keselamatan rakyat." pungask Phumtham dalam pernyataannya.

SEA Games 2025 Digelar di Thailand

Terkini, Thailand bersiap menjadi tuan rumah SEA Games ke-33 yang akan berlangsung pada 9-20 Desember 2025 di Wilayah Metropolitan Bangkok serta Provinsi Chonburi dan Songkhla. 

Ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara ini rencananya akan digelar di tiga lokasi utama tersebut sebagai bentuk komitmen Thailand dalam menyelenggarakan event internasional dengan infrastruktur yang memadai. 

Pemerintah Thailand melalui Kementerian Pariwisata dan Olahraga telah memulai persiapan teknis dan administratif sejak awal tahun 2025.

Berbagai venue utama di Bangkok sedang menjalani renovasi untuk memenuhi standar internasional.

Sementara itu, fasilitas pendukung di Chonburi dan Songkhla terus dikembangkan guna menampung 11 negara peserta dari kawasan Asia Tenggara. 

Adapun Thailand sudah pernah menjadi tuan rumah SEA Games sebanyak 5 kali pada tahun: 1959, 1967, 1975, 1995, 2007.

Baca juga: Thailand Menuduh Kamboja Melanggar Gencatan Senjata, Namun Gencatan Senjata Masih Berlaku

Namun untuk penyelenggaraan SEA Games 2025 kali ini, Thailand menghadapi tantangan serius terkait partisipasi Kamboja. 

Thailand yang bertindak sebagai tuan rumah dikabarkan membuka wacana melarang Kamboja ikut serta dalam ajang tersebut akibat ketegangan perbatasan yang terjadi antara kedua negara. 

Pemerintah Thailand menyatakan pertimbangan ini dilakukan demi keamanan delegasi Kamboja yang berpartisipasi. 

Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Dito Ariotedjo, juga mengaku terus memantau perkembangan konflik Thailand-Kamboja yang berpotensi memengaruhi partisipasi negara-negara dalam SEA Games 2025

Pemerintah Indonesia menyatakan tetap bersiap mengikuti ajang tersebut meskipun situasi geopolitik masih belum menentu. 

Sementara itu, negara-negara peserta lainnya masih menunggu keputusan resmi dari Dewan SEA Games terkait keikutsertaan Kamboja.

Isu ini menjadi pembahasan serius dalam berbagai pertemuan bilateral menjelang penyelenggaraan event.

Berbagai pihak berharap ketegangan yang terjadi tidak mengganggu semangat persaudaraan dan sportivitas yang menjadi prinsip dasar SEA Games.

Thailand sebagai tuan rumah ke-9 kalinya dalam sejarah SEA Games berkomitmen menyelenggarakan event yang sukses dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian. 

Berbagai upaya diplomasi sedang dilakukan untuk memastikan semua negara anggota ASEAN dapat berpartisipasi dalam ajang olahraga yang menjadi barometer prestasi olahraga di kawasan Asia Tenggara ini.

(Tribunnews.com/Bobby)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved