Sabtu, 2 Mei 2026

Top Rank

13 Negara yang Memiliki Makanan Paling Sehat di Dunia, Adakah Indonesia?

Inilah daftar 13 negara yang dikenal memiliki makanan paling sehat di dunia, Jepang nomor satu.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
Pexels
TOP RANK - Foto ilustrasi bento Jepang yang diunduh dari Pexels pada 6 Agustus 2025. Inilah daftar 13 negara yang dikenal memiliki makanan paling sehat di dunia, Jepang nomor satu. 

TRIBUNNEWS.COM – Di tengah meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat, pola makan menjadi salah satu faktor kunci yang menentukan kualitas hidup dan umur panjang.

Beberapa negara dikenal memiliki tradisi kuliner yang tidak hanya lezat, tetapi juga kaya nutrisi, rendah lemak jenuh, dan berbahan dasar alami.

Negara mana sajakah itu?

Berikut negara-negara yang dikenal memiliki makanan paling sehat di dunia.

Versi SunLife

SunLife Ltd adalah perusahaan jasa keuangan dan asuransi yang berbasis di Inggris.

Didirikan pada tahun 1810, perusahaan ini terkenal karena pelayanannya yang luas bagi masyarakat usia 50 tahun ke atas.

Berdasarkan wawancara SunLife dengan para ahli gizi, negara-negara dengan makanan tersehat di dunia adalah:

Jepang, Yunani, Siprus, Italia, Spanyol, Korea Selatan, Australia, Etiopia, Swedia.

TOP RANK - Foto ilustrasi bento Jepang yang diunduh dari Pexels pada 6 Agustus 2025. Inilah daftar 13 negara yang dikenal memiliki makanan paling sehat di dunia, Jepang nomor satu.
TOP RANK - Foto ilustrasi bento Jepang yang diunduh dari Pexels pada 6 Agustus 2025. Inilah daftar 13 negara yang dikenal memiliki makanan paling sehat di dunia, Jepang nomor satu. (Pexels)

Berikut penjelasannya.

1. Jepang

Pola makan masyarakat Jepang ditandai dengan konsumsi makanan laut segar, nasi, dan sayuran.

Jepang juga memiliki makanan fermentasi seperti miso, yang dinilai dapat membantu memperpanjang usia karena kaya nutrisi dan minim proses.

Baca juga: 10 Negara dengan Konsumsi Nasi Terbanyak di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?

Makanan umum lainnya di Jepang adalah tahu, sumber protein nabati yang sangat baik.

Teh hijau – minuman khas Jepang – juga kaya antioksidan, sehingga dapat meningkatkan metabolisme dan kesehatan secara menyeluruh.

2. 3. 4. 5. Mediterania (Yunani, Siprus, Italia, dan Spanyol)

Pola makan Mediterania di negara-negara seperti Yunani, Siprus, Italia, dan Spanyol kaya akan minyak zaitun, buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan ikan.

Makanan-makanan ini memberikan manfaat bagi kesehatan jantung dan menawarkan pendekatan seimbang terhadap konsumsi lemak dan nutrisi.

6. Korea Selatan

Kuliner Korea Selatan menonjol karena makanan fermentasinya seperti kimchi.

Makanan mereka kaya akan sayuran dan protein rendah lemak dari makanan laut—semuanya menjadi tulang punggung pola makan yang seimbang dan bergizi.

Korea Selatan bahkan dijuluki "pusat fermentasi", karena makanan fermentasinya mendukung mikrobioma yang sehat, yang berkaitan erat dengan kesehatan pencernaan, daya tahan tubuh, dan bahkan kesehatan mental.

7. Australia

Pola makan Australia merupakan perpaduan dari berbagai budaya kuliner.

Fokusnya pada produk segar yang bersumber secara lokal menghasilkan pola makan yang bervariasi dan sehat.

Warga Australia banyak mengonsumsi buah dan sayuran segar, protein rendah lemak dari makanan laut dan unggas, serta biji-bijian utuh dan kacang-kacangan yang kaya nutrisi.

8. Ethiopia

Masakan Ethiopia terkenal dinamis dan sangat tradisional.

Makanan utamanya berbasis nabati dan makanan utuh, menjadikannya salah satu pola makan tersehat di dunia.

Makanan pokok seperti injera—roti pipih sourdough dari tepung teff—dipadukan dengan lentil, buncis, dan kacang polong, yang semuanya tinggi protein, serat, dan karbohidrat kompleks.

Beragam sayuran serta penggunaan rempah seperti berbere membuat pola makan ini kaya vitamin, mineral, antioksidan, dan zat anti-inflamasi.
Tambahan makanan fermentasi turut mendukung kesehatan usus.

9. Swedia

Makanan Nordik di Swedia kaya biji-bijian utuh seperti gandum hitam dan jelai, sayuran akar, ikan berlemak seperti salmon, serta produk susu fermentasi seperti skyr.

Baca juga: 10 Negara dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia, Indonesia Sedikit Membanggakan

Pola makan ini mengutamakan kesederhanaan serta penggunaan bahan musiman lokal.

Selain menyehatkan jantung, makanan ini juga bersifat anti-inflamasi dan menyejahterakan tubuh secara keseluruhan, berkat minimnya proses dan kandungan nutrisinya yang tinggi.

Versi Expatriate Group

Expatriate Group adalah perusahaan asuransi yang berfokus pada kebutuhan ekspatriat sejak 1997.

Mengutip situs resminya, Expatriate Group telah melayani lebih dari 100.500 nasabah di lebih dari 180 negara.

Sama seperti SunLife, Expatriate Group menempatkan Jepang sebagai negara dengan pola makan paling sehat, meskipun urutan negara lainnya tidak sepenuhnya sama.

Di urutan kedua setelah Jepang ada Islandia, yang juga merupakan negara Nordik seperti Swedia. Negara Nordik adalah sebutan untuk kelompok negara di kawasan Eropa Utara dan Atlantik Utara yang memiliki kesamaan budaya, sejarah, sistem sosial, dan nilai-nilai demokrasi. 

Kemudian ada Spanyol yang merupakan bagian dari Mediterania, atau negara-negara yang memiliki garis pantai atau berada di sekitar Laut Tengah (Mediterranean Sea).

Selain itu, Expatriate Group menambahkan tiga negara lagi dalam daftar, yakni Senegal, Thailand dan Chad.

Berikut penjelasannya.

10. Islandia

Makanan Islandia dan negara Nordik lainnya cenderung rendah lemak jenuh dan tinggi omega-3, yang membantu menjaga tekanan darah dan kolesterol.

Pola makan ini juga mencakup biji-bijian utuh seperti roti gandum hitam, yang melepaskan energi secara lambat dan membuat perut kenyang lebih lama.

11. Senegal

Masakan Senegal dan Afrika Barat dikenal segar, bergizi, serta kaya herba dan rempah seperti jahe, bawang putih, dan jintan yang bersifat antioksidan dan anti-inflamasi.

Makanan khasnya mencakup karbohidrat bertepung seperti ubi jalar dan nasi, serta ikan segar, lentil, dan kacang tanah yang tinggi protein dan sehat.

Metode memasak seperti mengukus, memanggang, dan membakar turut menjaga kandungan gizi makanan.

12. Thailand

Masakan Thailand kaya rasa dan sehat, dengan banyak sayur dan buah segar yang mengandung vitamin serta mineral penting.

Baca juga: 10 Negara yang Terapkan 4 Hari Kerja dalam Seminggu: 71 Persen Perusahaan di Jerman Mendukung

Hidangan mereka menyeimbangkan rasa asam, manis, asin, dan pedas, membantu mencegah makan berlebihan.

Rempah seperti jahe, kunyit, dan ketumbar digunakan secara luas karena sifat antioksidan dan anti-inflamasinya.

Sarapan tradisional Thailand yang tinggi protein, seperti telur dan daging, juga menjaga energi sepanjang hari.

13. Chad

Pola makan tradisional Chad mengandalkan bahan segar dan alami seperti buah, sayuran, daging, dan biji-bijian lokal.

Okra, sayuran populer di Chad, tinggi serat dan antioksidan yang membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Singkong juga umum dikonsumsi, menyediakan karbohidrat dan vitamin esensial.

Zona Biru

Pakar gizi mencatat bahwa negara-negara dengan pola makan sehat sering kali termasuk dalam kelompok yang disebut zona biru.

Zona biru tersebar di berbagai belahan dunia. Wilayah-wilayah ini dihuni oleh orang-orang yang secara konsisten hidup hingga usia 90-an bahkan lebih.

Penghuni zona ini tidak bergantung pada gimmick, tren diet, atau superfood untuk tetap sehat. Mereka hanya menjalani hidup berdasarkan beberapa prinsip utama, salah satunya adalah mengonsumsi makanan berbasis tumbuhan.

Di wilayah ini, masyarakat mengandalkan makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Kacang-kacangan, lentil, dan jenis lain seperti kedelai juga merupakan bagian penting dari pola makan mereka.

Menariknya, mereka tidak menerapkan pembatasan kalori secara drastis atau menjalani puasa berkepanjangan.

Intinya adalah moderasi dan menikmati makanan dengan penuh kesadaran.

Meskipun tidak sepenuhnya vegetarian, diet Zona Biru cenderung mengandung porsi kecil produk hewani rendah lemak, seperti ikan dan unggas — dan itu pun tidak dikonsumsi terlalu sering.

Daging merah umumnya dikonsumsi dalam jumlah sangat sedikit, atau bahkan tidak sama sekali. Pilihan makanan mereka juga dipengaruhi oleh ketersediaan bahan lokal dan musiman.

Hasilnya, orang-orang di zona biru mendapatkan asupan nutrisi penting yang tinggi.

Hal ini mendukung kesehatan mereka secara keseluruhan serta menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Mengutip bluezones.com, ada lima zona biru di dunias, yakni Okinawa (Jepang), Ikaria (Yunani), Loma Linda (AS), Sardinia (Italia), dan Nicoya (Kosta Rika).

Bagaimana dengan Indonesia?

Sayangnya, Indonesia tidak masuk dalam dua survei di atas.

Mengutip kedunggading.kendalkab.go.id, makanan Indonesia identik dengan penggunaan rempah yang kuat dan metode masak yang kompleks, seperti digoreng, direbus, atau dibakar.

Karena itulah banyak makanan Indonesia dianggap kurang sehat dan tidak cocok bagi mereka yang sedang berdiet.

Padahal, tidak semua makanan Indonesia tinggi lemak dan kalori.

Berikut enam makanan tradisional Indonesia yang dikenal sehat karena dimasak dengan cara yang baik dan kaya nutrisi:

1. Gado-Gado

Terdiri dari berbagai sayuran seperti kol, selada, tomat, timun, telur rebus, tahu, dan tempe, yang disiram saus kacang.

Gado-gado sering disebut sebagai “salad ala Indonesia”.

2. Tinutuan (Bubur Manado)

Makanan khas Manado ini berupa bubur campur sayuran seperti bayam, kangkung, jagung, dan daun kemangi.

Cita rasa gurihnya berasal dari tumisan bawang putih, merica, dan kemangi.

Tinutuan biasanya disajikan dengan sambal dan ikan asin.

3. Sayur Asem

Berisi jagung, kacang tanah, kacang panjang, labu, dan melinjo.

Sayur khas Jawa Barat dan Betawi ini direbus, sehingga rendah kalori dan bergizi.

4. Sup Ikan Batam

Hidangan dari Riau ini menggunakan ikan tenggiri, kuah bening, sedikit jeruk nipis, dan kecap asin.

Rendah lemak dan kalori, cocok untuk diet sehat.

5. Pepes

Makanan khas Jawa Barat ini dikukus dalam daun pisang.

Variannya banyak, mulai dari pepes ayam, ikan, hingga tahu, semuanya bergizi dan minim minyak.

6. Karedok

Mirip gado-gado, tapi menggunakan sayuran mentah seperti kubis, taoge, timun, dan kacang panjang.

Disiram dengan saus kacang gurih, karedok kaya vitamin dan enzim alami dari sayuran segar.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved