Top Rank
10 Negara Penghasil Teh Terbesar di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Teh menjadi salah satu minuman paling populer di dunia dan dinikmati oleh miliaran orang setiap hari. Berikut adalah 10 negara penghasil teh.
TRIBUNNEWS.COM - Teh menjadi salah satu minuman paling populer di dunia, dinikmati oleh miliaran orang setiap hari dengan berbagai varian rasa dan tradisi penyajian.
Menurut KBBI, Teh dalam bahasa Indonesia mengacu pada minuman yang dibuat dari seduhan daun tanaman teh (Camellia sinensis) atau bisa juga merujuk pada minuman herbal yang diseduh.
Di balik secangkir teh yang kita nikmati, terdapat negara-negara penghasil utama yang menyuplai kebutuhan global.
Berdasarkan data dari globalteaauction dan berbagai sumber, berikut adalah 10 negara penghasil teh terbesar di dunia beserta karakteristik produksinya:
1. China
China adalah produsen teh terbesar di dunia, menyumbang hampir setengah dari total produksi global, yakni lebih dari 2 juta ton per tahun.
Negara ini terkenal dengan keragaman jenis tehnya, mulai dari teh hijau seperti Longjing, teh oolong seperti Tieguanyin, hingga teh hitam seperti Keemun.
Selain menjadi pemasok utama dunia, konsumsi teh di dalam negeri juga sangat tinggi, menjadikan industri teh sebagai salah satu sektor agrikultur yang sangat penting.
2. India
India memproduksi antara 900 ribu hingga 1,3 juta ton teh setiap tahun, menempati posisi kedua dunia.
Daerah Assam, Darjeeling, dan Nilgiri menjadi pusat perkebunan teh ternama.
Baca juga: 10 Negara Penghasil Kopi Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Ke-4
Meski sebagian besar produksi diekspor, konsumsi teh domestik juga sangat besar, terutama dalam bentuk “chai” yang populer di seluruh negeri. Teh India dikenal dengan rasa yang kuat dan beraroma khas.
3. Kenya
Kenya adalah penghasil teh terbesar di Afrika dan menempati peringkat ketiga dunia, dengan produksi berkisar antara 305 ribu hingga 570 ribu ton per tahun.
Teh hitam jenis CTC (Crush, Tear, Curl) menjadi andalan ekspor negara ini, dan kualitasnya diakui di pasar Eropa, Timur Tengah, dan Asia.
Industri teh juga menjadi penyumbang devisa utama dan sumber penghidupan jutaan petani kecil di Kenya, mengutip worldatlas.com.
4. Sri Lanka
Sri Lanka, sebelumnya dikenal sebagai Ceylon, memproduksi sekitar 278 ribu hingga 340 ribu ton teh per tahun.
Teh “Ceylon” terkenal dengan rasa segar, ringan, dan aromanya yang khas.
Mayoritas produksi diekspor ke lebih dari 140 negara, menjadikan teh sebagai komoditas ekspor terbesar kedua negara ini setelah garmen.
5. Turki
Turki menghasilkan sekitar 175 ribu hingga 255 ribu ton teh setiap tahun, dengan sebagian besar produksinya dikonsumsi di dalam negeri.
Rize, sebuah provinsi di tepi Laut Hitam, menjadi pusat utama perkebunan teh Turki.
Minum teh hitam adalah bagian penting dari budaya Turki, disajikan dalam gelas kecil berbentuk tulip.
6. Vietnam
Vietnam memproduksi antara 117 ribu hingga 243 ribu ton teh per tahun.
Meskipun sebelumnya tidak seterkenal China atau India, Vietnam telah berkembang pesat sebagai eksportir teh hijau dan teh hitam.
Wilayah pegunungan di utara negara ini memiliki kondisi ideal untuk perkebunan teh, dan pemerintah terus mendorong modernisasi industri teh.
7. Indonesia
Indonesia memproduksi sekitar 120 ribu hingga 157 ribu ton teh per tahun, menempati peringkat ke 7 dunia.
Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatra adalah sentra utama produksi teh, terutama teh hitam dan teh hijau.
Meskipun sebagian besar teh diekspor, konsumsi teh di dalam negeri juga cukup besar.
8. Bangladesh
Bangladesh menghasilkan sekitar 89 ribu hingga 102 ribu ton teh per tahun.
Wilayah Sylhet di timur laut negara ini adalah pusat perkebunan teh, mengutip globalteaauction.com.
Sebagian besar produksinya digunakan untuk konsumsi domestik, meskipun ada juga ekspor ke pasar Timur Tengah.
9. Jepang
Jepang memproduksi sekitar 75 ribu hingga 89 ribu ton teh per tahun, didominasi oleh teh hijau seperti sencha, matcha, dan gyokuro.
Teh merupakan bagian penting dari budaya Jepang, dengan upacara minum teh yang sudah ada selama berabad-abad.
Sebagian besar produksi digunakan untuk pasar domestik.
10. Iran
Iran memproduksi sekitar 84 ribu ton teh per tahun, dengan perkebunan terbesar berada di provinsi Gilan dan Mazandaran di utara negara tersebut.
Manfaat Meminum Teh
Meminum teh memberikan beragam manfaat bagi kesehatan.
Mulai dari kandungan antioksidan yang membantu melawan radikal bebas, kafein dan L-theanine yang meningkatkan fokus tanpa membuat gelisah, hingga peranannya dalam mendukung kesehatan jantung, mengatur kadar gula darah, dan membantu metabolisme tubuh.
Beberapa jenis teh, seperti teh hijau, terbukti dapat membantu pembakaran lemak, sementara teh herbal seperti chamomile atau peppermint bermanfaat untuk relaksasi dan kualitas tidur.
Selain itu, sifat antibakteri teh dapat menjaga kesehatan mulut, dan beberapa varian seperti teh jahe atau peppermint juga membantu melancarkan pencernaan, menjadikannya minuman yang tidak hanya nikmat tetapi juga menyehatkan.
(mg/Rifqi Fawwaz Rijandra)
Penulis adalah peserta magang dari Universitas Sebelas Maret (UNS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-teh-ilustrasi-secangkir-teh.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.