Rabu, 10 Juni 2026
Deutsche Welle

Gubernur BI Bantah Cadangan Devisa Habis: Lebih dari Cukup

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membantah Indonesia kehabisan cadangan devisa. Berdasarkan data BI, hingga akhir Mei 2026 posisi…

Tayang:
Deutsche Welle
Gubernur BI Bantah Cadangan Devisa Habis: Lebih dari Cukup 

Bank Indonesia (BI) membantah kabar bahwa cadangan devisa habis dan tidak cukup untuk melakukan intervensi pasar demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kabar itu mencuat setelah suku bunga acuan atau BI Rate tiba-tiba dinaikkan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50%.

"(Cadangan devisa BI) lebih dari cukup. Gini, caranya gini, BI itu selalu mengukur berapa jumlah cadangan devisa yang cukup," kata Gubernur BI Perry Warjiyo usai menghadiri rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (9/6/2026).

Perry mengatakan pihaknya selalu mengukur kecukupan cadangan devisa dengan mengikuti acuan dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).

"Ada indikator yang dikeluarkan IMF yang disebut adequacy reserve asset dan yang kami ukur itu adalah, mudahnya ya, berapa cadangan devisa untuk bisa mengcover pelemahan rupiah yang dalam, kami ukur-ukur itu," tutur Perry.

Stabilitas fiskal terjamin

Perry menekankan posisi cadangan devisa masih cukup untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dalam menghadapi gejolak global. Dia pun mengimbau masyarakat agar tidak khawatir.

"Sekarang sudah, masih lebih dari 115%. Jadi masih lebih dari cukup, di samping yang sekitar enam bulan impor. Jadi jangan khawatir, jumlah cadangan devisa lebih dari cukup," tutur dia.

Berdasarkan data BI, hingga akhir Mei 2026 posisi cadangan devisa Indonesia senilai US$ 144,9 miliar atau menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang senilai US$ 146,2 miliar. Angka itu turun US$ 1,3 miliar atau setara Rp 23,4 triliun (kurs Rp 18.000).

Penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah, serta penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Sumber: Deutsche Welle
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved