Jumat, 1 Mei 2026

Politik Thailand Memanas, Eks PM Thaksin Shinawatra Kabur ke Luar Negeri Setelah Anaknya Digulingkan

Politik Thailand memanas jelang pemungutan suara parlemen untuk memilih perdana menteri berikutnya.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Hasanudin Aco
THE NATION
KABUR DARI THAILAND - Thaksin Shinawatra kabur meninggalkan Thailand di tengah situasi politik yang memanas di negara itu. 

TRIBUNNEWS.COM, BANGKOK -  Politik Thailand memanas jelang pemungutan suara parlemen untuk memilih perdana menteri berikutnya.

Di tengah situasi itu, Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, kabur ke luar negeri meninggalkan negaranya kemarin, Kamis (4/9/2025).

Thaksin terbang dari bandara Don Mueang Bangkok pukul 19.17 waktu setempat dengan jet pribadi.

Pihak berwenang tidak memiliki perintah pengadilan yang melarangnya meninggalkan negara itu, kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Pesawat bernomor T7GTS yang ditumpangi Thaksin awalnya terlihat terbang menuju Singapura tetapi kemudian melintasi Malaysia.

Namun tiba-tiba pesawat itu melakukan sejumlah putaran di Laut Andaman sebelum menuju lebih jauh ke barat, menurut pelacak penerbangan daring.

Dia kemungkinan menuju Dubai.

Pengacara Thaksin, Winyat Chatmontree, mengatakan kepada Reuters  tidak mengetahui Thaksin meninggalkan negara itu.

Thaksin yang dikenal juga sebagai salah satu orang terkaya di Thailand ini kabur saat pemerintahan koalisi partai berkuasa Pheu Thai yang didirikannya sedang dalam kekacauan.

Partainya menghadapi tantangan besar dari partai saingan menjelang pemungutan suara pemilihan perdana menteri hari ini.

Analis menduga partainya akan kalah dalam pemungutan suara di parlemen.

Selasa minggu depan, Mahkamah Agung Thailand juga akan memutuskan kasus yang melibatkan Thaksin yang berpotensi membuatnya menjalani hukuman penjara.

Thaksin sebelumnya pernah mengungsi di luar Thailand selama 15 tahun dan kembali tahun 2023 dengan menghabiskan waktu berbulan-bulan di rumah sakit karena alasan medis.

Anaknya baru saja dipecat

Thaksin, 76,  orang di belakang partai yang berkuasa saat ini Pheu Thai.

Dia ayah dari Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra yang baru saja diberhentikan dari jabatannya oleh Mahkamah Konstitusi pada 29 Agustus 2025.

Alasannya dia  dinyatakan melanggar etika jabatan setelah rekaman percakapannya bocor dengan mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen , pada Juni 2025.

Praktis dia hanya memegang kekuasaan hanya selama setahun.

Paetongtarn menjabat perdana menteri keenam Thailand setelah  didukung ayahnya Thaksin Shinawatra.

  

Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra, yang dikenal dengan nama panggilannya
Paetongtarn Shinawatra, putri Thaksin, digulingkan sebagai perdana menteri Thailand. 

15 tahun sebelumnya miliarder  Thaksin menghabiskan waktu  tinggal di London dan Dubai untuk menghindari hukuman penjara atas penyalahgunaan kekuasaan dan konflik kepentingan.

Sebelum kembali ke Thailand setelah anaknya jadi Perdana Menteri.

Masa hukuman Thaksin diringankan dari delapan tahun menjadi satu tahun setelah pengampunan kerajaan.

Dia menghabiskan enam bulan di   sebuah rumah sakit, sebelum dibebaskan bersyarat pada Februari 2024.

Putusan Mahkamah Agung pada hari Selasa akan menentukan apakah masa tahanannya di rumah sakit dihitung sebagai masa hukuman, atau apakah ia harus dipenjara untuk menjalani hukumannya.

Pheu Thai telah berjuang untuk mendapatkan dukungan sejak kekalahan Paetongtarn, memicu perebutan kekuasaan untuk menggulingkan partai yang telah mendominasi politik Thailand selama seperempat abad, memenangkan lima dari enam pemilihan terakhir.

Sebelumnya pada hari Kamis, Pheu Thai mengatakan akan mencalonkan Chaikasem Nitisiri, seorang pengacara veteran dengan pengalaman kabinet terbatas, untuk bersaing langsung dengan pemimpin Bhumjaithai Anutin Charnvirakul dalam pemilihan perdana menteri.

Sumber: Reuters/CNA

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved