Minggu, 26 April 2026

Top Rank

10 Negara Paling Malas di Dunia: Indonesia Duduki Peringkat Teratas, Disusul Arab Saudi dan Malaysia

Berikut negara-negara dengan gaya hidup paling tidak aktif atau malas di dunia, simak daftar 10 negara, Indonesia duduki peringkat teratas.

Penulis: Nuryanti
Freepik
ILUSTRASI MALAS - Gambar yang diambil dari Freepik pada Sabtu (6/9/2025) menampilkan ilustrasi orang yang sedang malas. Berikut negara-negara dengan gaya hidup paling tidak aktif atau malas di dunia, simak daftar 10 negara, Indonesia duduki peringkat teratas. 

TRIBUNNEWS.COM - Kurangnya aktivitas fisik berkaitan erat dengan risiko obesitas dan kondisi kesehatan terkait.

Meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan minimal 150 menit olahraga per minggu, beberapa orang, termasuk masyarakat Indonesia, dianggap gagal memenuhi standar ini.

Pada 2024 lalu, Universitas Stanford, Amerika Serikat, melakukan studi yang mengungkap beberapa wawasan mengejutkan tentang ketidakaktifan orang-orang di seluruh dunia setelah menganalisis data dari lebih dari 700.000 orang di 46 negara.

Studi ini menggunakan ponsel pintar untuk melacak langkah harian orang-orang di wilayah tersebut.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature ini menyoroti kesenjangan aktivitas fisik di seluruh dunia.

Menurut studi tersebut, beberapa negara memiliki rata-rata langkah harian yang sangat rendah di antara warganya, yang mengindikasikan gaya hidup yang sangat tidak aktif.

Studi ini telah memberi peringkat semua daerah berdasarkan aktivitas pejalan kaki harian dan menampilkannya dalam daftar negara paling tidak aktif.

Dilansir laman Business Standard, berikut negara-negara dengan gaya hidup paling tidak aktif atau malas di dunia:

1. Indonesia

Indonesia menduduki puncak daftar negara paling tidak aktif dengan rata-rata langkah harian terendah, hanya mencatat rata-rata 3.513 langkah per hari.

Indonesia menghadapi masalah kemacetan perkotaan dan terbatasnya infrastruktur pejalan kaki yang berkontribusi pada rendahnya tingkat aktivitas.

Studi ini menyoroti perlunya inisiatif kesehatan masyarakat yang lebih baik untuk mendorong lebih banyak aktivitas fisik di kalangan masyarakat Indonesia.

Baca juga: 10 Manfaat Jalan Kaki Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh dan Mental

2. Arab Saudi

Negara kedua dalam daftar ini adalah Arab Saudi dengan rata-rata 3.807 langkah per hari.

Rendahnya aktivitas fisik disebabkan oleh iklim panas dan faktor budaya.

Masyarakat di negara ini lebih suka berdiam di dalam ruangan, terutama selama musim panas yang terik, sehingga gaya hidup mereka lebih banyak duduk.

Pemerintah berupaya mempromosikan aktivitas fisik, olahraga luar ruangan, dan menyelenggarakan kampanye kesadaran publik untuk mengatasi masalah ini.

3. Malaysia

Malaysia melaporkan rata-rata langkah harian sebesar 3.963 langkah karena urbanisasi, dan preferensi mereka terhadap transportasi bermotor merupakan alasan utama di balik tren ini.

Kota-kota besar dengan kemacetan lalu lintas yang tinggi membuat berjalan kaki kurang menarik.

Laporan menyatakan bahwa inisiatif kesehatan masyarakat yang bertujuan mendorong berjalan kaki dan pembangunan infrastruktur yang ramah pejalan kaki membantu meningkatkan tingkat aktivitas fisik di Malaysia.

4. Filipina

Filipina mencatat 4.008 langkah per hari, menempatkannya di antara negara-negara dengan tingkat aktivitas rendah.

Urbanisasi dan faktor sosial-ekonomi memainkan peran penting dalam tren ini.

Kota-kota seperti Manila dan Cebu menghadapi tantangan seperti kemacetan lalu lintas yang tinggi dan terbatasnya infrastruktur pejalan kaki.

Para ahli menyarankan untuk mempromosikan jalan kaki dan bersepeda guna meningkatkan tingkat aktivitas fisik warga Filipina.

5. Afrika Selatan

Afrika Selatan berada di peringkat kelima dengan rata-rata langkah harian 4.105.

Keragaman geografi dan disparitas sosial-ekonomi negara ini berkontribusi pada beragamnya tingkat aktivitas fisik.

Aktivitas fisik di wilayah perkotaan lebih rendah dibandingkan dengan wilayah pedesaan.

6. Mesir

Mesir juga masuk dalam daftar negara paling tidak aktif di dunia dengan rata-rata 4.315 langkah per hari.

Iklim panas dan urbanisasi juga berperan penting dalam rendahnya tingkat aktivitas.

Beberapa kota besar di negara ini menghadapi kemacetan lalu lintas yang tinggi, dan kampanye kesadaran serta pengembangan ruang ramah pejalan kaki membantu meningkatkan tingkat aktivitas di Mesir.

7. Brasil

Dengan rata-rata 4.289 langkah per hari, Brasil berada di peringkat rendah dalam hal aktivitas fisik.

Lanskap negara yang beragam dan disparitas sosial-ekonomi berkontribusi pada beragamnya tingkat aktivitas.

Wilayah perkotaan seperti Sao Paulo dan Rio de Janeiro menunjukkan tingkat aktivitas yang rendah dibandingkan dengan wilayah pedesaan.

Laporan menyatakan bahwa kampanye kesehatan masyarakat dan pengembangan ruang rekreasi dapat membantu mendorong lebih banyak aktivitas fisik di kalangan warga Brasil.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele Kebiasaan Rutin Jalan Kaki, Bisa Turunkan Risiko Kematian

8. India

India juga termasuk dalam daftar negara paling tidak aktif di dunia, dengan rata-rata langkah harian sebesar 4.297.

Studi tersebut mengklaim bahwa urbanisasi dan perubahan gaya hidup berperan penting dalam rendahnya tingkat aktivitas penduduk India.

Kota-kota besar seperti Mumbai, Delhi, dan Bangalore menunjukkan penurunan aktivitas fisik yang signifikan di antara penduduknya setelah penduduknya lebih mengandalkan transportasi bermotor daripada berjalan kaki, menurut laporan tersebut.

9. Meksiko

Meksiko mencatat rekor rata-rata 4.692, menjadikannya salah satu negara dengan tingkat aktivitas terendah di dunia.

Urbanisasi dan faktor sosial-ekonomi berperan penting dalam tren ini.

Banyak kota di negara-negara seperti Mexico City dan Guadalajara menghadapi tantangan seperti kemacetan lalu lintas yang tinggi dan terbatasnya infrastruktur pejalan kaki.

Berbagai sumber mengklaim bahwa sebagian besar tenaga kerja Meksiko bekerja di sektor informal, yang memengaruhi persepsi produktivitas.

10. Amerika Serikat

Amerika Serikat berada di peringkat ke-10 dengan rata-rata 4.774 langkah per hari, menjadikannya masuk dalam daftar negara paling tidak aktif.

Meskipun merupakan negara maju, prevalensi pekerjaan yang tidak banyak bergerak dan ketergantungan pada mobil sebagai transportasi berkontribusi pada rendahnya tingkat aktivitas fisik penduduknya.

Kota-kota seperti New York dan Los Angeles menunjukkan variasi aktivitas yang signifikan, dengan beberapa lingkungan lebih mudah dilalui dengan berjalan kaki dibandingkan yang lain.

Data terbaru menunjukkan bahwa kebijakan kesehatan masyarakat mendorong program kesejahteraan di tempat kerja dan meningkatkan jumlah langkah harian warga Amerika.

Faktor Struktural dan Sosial

Dikutip dari laman seasia, rendahnya aktivitas berjalan kaki di Indonesia bukan semata-mata karena pilihan pribadi atau kemalasan.

Permasalahan infrastruktur, seperti kurangnya jalan yang ramah pejalan kaki dan terbatasnya trotoar, menghambat minat berjalan kaki.

Perencanaan kota di banyak daerah memprioritaskan kendaraan, sehingga pejalan kaki hanya memiliki sedikit ruang yang aman dan mudah diakses untuk berjalan kaki.

Faktor ekonomi juga turut berkontribusi terhadap masalah ini.

Kredit sepeda motor yang terjangkau telah menjadikan transportasi bermotor pilihan yang lebih menarik bagi banyak orang Indonesia, sehingga semakin mengurangi ketergantungan mereka pada berjalan kaki.

Pergeseran ke arah kendaraan bermotor ini menyoroti interaksi antara aksesibilitas ekonomi dan tingkat aktivitas fisik.

Peningkatan infrastruktur merupakan langkah krusial untuk meningkatkan tingkat pejalan kaki di Indonesia.

Pembangunan trotoar, penciptaan ruang perkotaan yang ramah pejalan kaki, dan peningkatan aksesibilitas transportasi umum dapat mendorong masyarakat untuk lebih banyak berjalan kaki.

Langkah-langkah ini tidak hanya mendorong aktivitas fisik, tetapi juga meningkatkan mobilitas perkotaan secara keseluruhan.

Selain pembangunan infrastruktur, inisiatif masyarakat dapat membantu mendorong gaya hidup aktif.

Sekolah, tempat kerja, dan organisasi lokal dapat menerapkan program jalan kaki dan kampanye kesadaran untuk mendorong aktivitas fisik sehari-hari.

Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk menciptakan perubahan jangka panjang.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved