Rabu, 27 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Prancis dan 5 Negara Akui Palestina di PBB, Bendera Palestina Dikibarkan di Paris

Prancis, Andorra, Belgia, Luksemburg, Malta dan Monako mengakui Negara Palestina dalam KTT PBB yang dimulai 22 September 2025.

Tayang:
Facebook Emmanuel Macron
PRANCIS AKUI PALESTINA - Tangkapan layar Facebook Emmanuel Macron, Selasa (23/9/2025), memperlihatkan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan pengakuan resmi negaranya terhadap Negara Palestina dalam pidato yang disampaikannya dalam pertemuan KTT Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada hari Senin (22/9/2025) malam. 

Sebelumnya, Inggris memperoleh mandat mengelola Palestina dari Liga Bangsa-Bangsa (1922), setelah mengalahkan Ottoman dalam Perang Dunia I. 

Namun, sejak Deklarasi Balfour 1917, Inggris telah mendukung “tanah air nasional Yahudi” di Palestina, sehingga memicu gelombang imigrasi Zionis dan ketegangan dengan warga lokal Arab.

Saat mandat Inggris berakhir pada 14 Mei 1948, Zionis mendeklarasikan berdirinya Israel, memicu perang Arab–Israel pertama.

Israel yang didukung oleh Amerika berhasil memperluas wilayah hingga 78 persen wilayah Palestina, sementara Tepi Barat dikuasai Yordania dan Gaza oleh Mesir, seperti dijelaskan Al Jazeera. 

Peristiwa ini mengakibatkan Nakba (malapetaka), di mana Zionis mengusir sekitar 750.000 warga Palestina dari rumah dan wilayah mereka.

Perang berikutnya, terutama Perang Enam Hari 1967, membuat Israel merebut Tepi Barat, Gaza, Yerusalem Timur, Sinai, dan Golan. 

Meski Sinai dikembalikan ke Mesir pada tahun 1982, wilayah Palestina tetap berada di bawah pendudukan Israel dengan permukiman Yahudi yang terus berkembang.

Upaya perdamaian, termasuk Kesepakatan Oslo 1993, membuka jalan bagi pengakuan PLO dan menghidupkan kembali solusi dua negara. 

Namun, hambatan seperti status Yerusalem, nasib pengungsi, kekerasan, dan perluasan permukiman membuat realisasinya semakin sulit.

Kini, solusi dua negara masih diakui PBB dan komunitas internasional sebagai kerangka utama, meski semakin jauh dari kenyataan akibat blokade Gaza, pendudukan Tepi Barat, dan konflik berkelanjutan.

Update Serangan Israel di Jalur Gaza

Sejak Oktober 2023, serangan Israel di Gaza menewaskan lebih dari 65.344 warga Palestina dan melukai sedikitnya 166.795 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. 

Blokade bantuan memperparah krisis dan kelaparan yang menewaskan 440 orang, termasuk 147 anak.

Serangan terhadap warga yang mencari bantuan sejak Mei 2025 menewaskan 2.523 orang dan melukai lebih dari 18.496 orang.

Pada hari Senin, Rumah Sakit Anak al-Rantisi dan Rumah Sakit Mata St John di Kota Gaza tidak beroperasi karena pemboman Israel di daerah sekitarnya.

Selain itu, 61 orang dilaporkan tewas dalam serangan Israel, seperti diberitakan Anadolu Agency.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved