Selasa, 12 Mei 2026

Tanda-tanda Israel Berambisi Dekati Indonesia

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu disebut ingin normalisasi hubungan dengan Indonesia dan Arab Saudi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hasanudin Aco
Via Kompas.com
BALIHO PRABOWO DI ISRAEL - Presiden RI Prabowo Subianto muncul di baliho Abraham Shield yang dipajang di Israel bersama Benjamin Netanyahu, Donald Trump, dan pemimpin negara Arab lainnya.(X @AbrahamShield25) 
Ringkasan Berita:
  • Media Arab menulis Israel berupaya terus mendekati Indonesia guna menormalisasi hubungan bilateral dua negara
  • Setidaknya sinyal dari Israel itu telah terlihat saat sidang umum di markas PBB beberapa waktu lalu
  • Prabowo sempat membuka membuka opsi akan mengakui Israel jika Israel mengakui Palestina sebagai sebuah negara berdaulat.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Tiga momentum Israel terus berupaya mendekati Indonesia.

Pertama saat Presiden RI Prabowo Subianto berpidato  di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (23/9/2024). 

Sejumlah media terkemuka Israel seperti The Times of Israel dan The Jerusalem Post menyambut positif pidato Prabowo.

Bahkan pidato Prabowo yang diakhiri dengan kata "Shalom" dalam bahasa Ibrani yang berarti "damai" menjadi sorotan oleh media itu.

Para influencer asal Israel juga memviralkan pernyataan Prabowo itu.

Kedua, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ikut memuji pidato Presiden Prabowo Subianto saat berpidato Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, pada Jumat (26/9/2025) lalu.

Ketiga, sejumlah media Israel mewartakan Presiden Prabowo Subianto akan berkunjung ke Israel meski dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Bahkan muncul baliho  Prabowo di  Israel

Media Arab Sebut Israel Ingin Dekati Indonesia

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu disebut ingin normalisasi hubungan dengan Indonesia dan Arab Saudi.

Netanyahu diklaim ingin normalisasi hubungan Israel dengan Indonesia dan Arab Saudi dilakukan sebelum pemilu Knesset pada Juni 2026.

Media Qatar yang berbasis di London, The New Arab, mengutip media Israel KAN, mengungkapkan ambisi Netanyahu tersebut.

Mereka juga mengutip pernyataan i24 News atas upaya Netanyahu tersebut.

“Pemimpin Israel melakukan itu dengan tujuan memperkuat posisinya jelang pemilu, yang akan secara resmi dilakukan pada tahun tersebut."

“Peluang PM untuk mencapai kesepakatan dengan Riyadh dianggap wajar, sementara peluangnya menandatangani perjanjian serupa dengan Jakarta tampak rendah,” tuis The New Arab melansir KAN.

Laporan juga menambahkan bahwa Netanyahu akan puas jika bisa sepakat dengan salah satu dari kedua negara tersebut.

“Arab Saudi memiliki pengaruh besar di dunia Arab dan Muslim melalui pengaruh ekonominya dan menjadi tuan rumah bagi situs-situs suci umat Islam,” tulis mereka.

“Sementara Indonesia, negara berpenduduk maypritas Muslim terbesar di dunia, secara luas dianggap kekuatan ekonomi yang sedang berkembang,” tambahnya.

Arab Saudi Tegas Menolak, Indonesia dengan Syarat?

Pada Februari lalu, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan mereka tak akan menormalisasi hubungan dengan Israel tanpa pembentukan negara Palestina.

Pidato Prabowo di Markas PBB New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025) lalu sempat jadi sorotan soal Israel.

Prabowo membuka opsi akan mengakui Israel jika Israel mengakui Palestina sebagai sebuah negara berdaulat.

"Kita harus menjamin status kenegaraan Palestina. Namun, Indonesia juga siap menyatakan, saat Israel mengakui kemerdekaan dan status kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui Israel, dan kami akan mendukung seluruh jaminan atas keamanan Israel," kata Prabowo seperti dikutip dari Antara.

Pada Jumat (17/10/2025) Presiden AS Donald Trump mengungkapkan harapannya ada lebih banyak negara yang ikut Abraham Accord, menormalisasi hubungan dengan Israel.

Ia dengan tegas mengatakan Arab Saudi sebagai negara yang paling diinginkannya.

“Saya harap bisa melihat Arab Saudi bergabung, dan saya berharap bisa melihat yang lainnya juga. Saya pikir jika Arab Saudi ikut, yang lainnya juga,” kata Trump.

Pada 2020, Trump menjadi penengah kesepakatan normalisasi Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.

Maroko dan Sudan kemudian mengikuti dengan kesepakatan yang sama.

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved