Kamis, 7 Mei 2026

Perantau Minang di Jepang Ini Buka Restoran Padang Halal Pakai Daging Wagyu

Restoran Amanah Mande berdiri tak jauh dari Tokyo, sekitar satu setengah jam perjalanan dengan mobil

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Eko Sutriyanto
Richard Susilo
MAKANAN PADANG - Keluarga besar restoran Amanah Mande di Atsugi dengan pemiliknya Nurhanifah (jilbab hitam) beserta suaminya, Shinichiro Omiya (paling kanan) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Ingin menikmati rendang autentik dengan cita rasa khas Sumatera Barat, namun menggunakan daging wagyu premium Jepang yang halal?

Kini Anda bisa menemukannya di Restoran Padang Amanah Mande yang berlokasi di Atsugi, Prefektur Kanagawa, Jepang. Restoran ini resmi dibuka pada 20 November 2024.

“Saya ke Jepang tahun 2007 untuk sekolah, dan sekarang masih melanjutkan studi doktoral di Universitas Nasional Yokohama,” tutur Nurhanifah, atau akrab disapa Uni Ipeh, pemilik restoran tersebut, saat berbincang dengan Tribunnews.com, Senin (21/10/2025).

Restoran Amanah Mande berdiri tak jauh dari Tokyo, sekitar satu setengah jam perjalanan dengan mobil.

Baca juga:  Rumah Makan Padang Sederhana Bakal Buka di IKN, Pembangunan Direncanakan Mulai Kuartal IV 2025

Ide membuka restoran ini muncul setelah Uni Ipeh menikah dengan Shinichiro Omiya, pria Jepang asal Prefektur Miyagi.

“Setelah berdiskusi dengan suami mengenai tempat tinggal yang tidak jauh dari sekolah anak kami, akhirnya kami membeli bangunan tiga lantai dengan basement dari seorang pemilik restoran sushi,” ujarnya.

Bangunan itu dipilih karena jaraknya cukup strategis—anak mereka bersekolah di Yuai Islam International School, Shibuya, yang bisa ditempuh sekitar 50 menit naik kereta tanpa perlu berganti jalur.

Rendang Wagyu, Perpaduan Cita Rasa Indonesia–Jepang

Restoran Amanah Mande membutuhkan waktu persiapan sekitar dua tahun sebelum akhirnya resmi dibuka.

Kini, pengunjungnya datang dari berbagai kalangan, termasuk warga Jepang. Menu andalan mereka adalah rendang wagyu seharga 2.000 yen, menggunakan daging wagyu pilihan yang didatangkan langsung dari Hokkaido.

“Saya ingin menghadirkan perpaduan dua budaya: nasi Padang dari Indonesia dan daging wagyu dari Jepang yang terkenal dengan kualitasnya,” jelas Uni Ipeh.

Lahir di Padang Panjang dari orang tua asal Bukittinggi, Uni Ipeh dikenal gigih.

Meski sudah memiliki lima anak yakni 3 lelaki dan 2 perempuan, ia tetap melanjutkan studi hingga jenjang doktoral.

“Selama hamil dan melahirkan, saya sempat cuti tiga bulan sesuai aturan kampus di Jepang. Mungkin saya mahasiswa terlama di Universitas Nasional Yokohama,” katanya sambil tertawa.

Baca juga: Politeknik Negeri Padang dan SMKN 1 Singosari Malang Juara Umum K3TAB 2025

Perjalanan akademiknya nyaris terhenti karena kesibukan mengurus keluarga, namun dukungan sang suami membuatnya terus berjuang.

“Suami saya bilang, kalau di Jepang tidak boleh setengah-setengah. Harus diselesaikan. Dialah yang selalu menyemangati saya untuk menuntaskan studi. InsyaAllah, target saya lulus doktor pada Maret 2026,” ungkapnya.

Restoran, Supermarket, dan Mushola dalam Satu Bangunan

Restoran Amanah Mande kini menjadi pusat aktivitas masyarakat muslim di sekitar Kanagawa.

Basement digunakan sebagai supermarket halal yang menjual berbagai bahan makanan halal.

Lantai pertama difungsikan sebagai area restoran.

Lantai kedua menjadi mushola hasil kolaborasi dengan Ustaz Jaelani, yang juga ikut membeli sebagian bangunan tersebut. 

Musala itu kerap ramai, terutama saat salat Jumat, karena menjadi tempat berkumpul para WNI di Jepang.

Lantai ketiga menjadi tempat tinggal keluarga Ipeh, sekaligus penginapan sementara bagi musafir muslim yang singgah satu atau dua malam.

Mengenai suaminya, Uni Ipeh menceritakan proses yang mengharukan.

“Saat melamar, dia sempat gugup di hadapan orangtua saya. Karena menikahi seorang muslimah, tentu harus masuk Islam, dan Alhamdulillah dia bersedia. Bahkan kami sudah berhaji bersama dan dia ikut berpuasa setiap Ramadan,” katanya dengan bangga.

Kini, kebahagiaan Uni Ipeh semakin lengkap.

Ia tengah menanti kelulusan doktoral sambil mengembangkan restorannya.

“Kalau nanti bisa membuka cabang di Tokyo atau kota besar lain, saya ingin ada mushola di setiap restoran. Selain menyediakan makanan halal, juga jadi tempat berkumpulnya sesama muslim,” ujarnya.

Mengenalkan Budaya Indonesia ke Jepang

Uni Ipeh berharap usahanya dapat menjadi jembatan budaya antara Indonesia dan Jepang.

“Kalau restoran ini berkembang, saya ingin lebih banyak mempekerjakan tenaga kerja Indonesia di Jepang, sekaligus memperkenalkan budaya Sumatera Barat kepada masyarakat Jepang,” katanya.

Untuk bahan baku, sebagian besar sudah bisa diperoleh di Jepang, namun beberapa rempah khas tetap diimpor dari Sumatera Barat.

“Biar rasa rendangnya tetap otentik, seperti makan di kampung halaman,” ucapnya.

Desain restoran Amanah Mande pun dibuat mirip dengan rumah makan di Sumatera Barat, baik dari tampilan luar maupun interiornya.

“Saya ingin setiap tamu yang datang bisa merasa seperti pulang kampung,” tutur Uni Ipeh menutup pembicaraan.

Diskusi makanan di Jepang oleh Pencinta Jepang. Gabung gratis kirimkan nama alamat nomor whatsapp ke email tkyjepang@gmail.com
 

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved