Sekretaris Kabinet: Tidak Benar Trump Larang Jepang Sentuh Isu Taiwan
Perdana Menteri Takaichi memang menelepon Presiden Trump pada 25 November lalu
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pemerintah Jepang membantah keras laporan The Wall Street Journal yang menyebut Perdana Menteri Sanae Takaichi telah diperingatkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Bantahan tersebut disampaikan dua kali oleh Sekretaris Kabinet Minoru Kihara pada Kamis (27/11/2025).
“Perdana Menteri Takaichi memang menelepon Presiden Trump pada 25 November lalu,” ujar Kihara kepada media.
PM Takaichi juga membenarkan percakapan tersebut.
Baca juga: PM Jepang Sanae Takaichi Masih Andalkan Mesin Fax di Era Digital
“Presiden Trump mengatakan bahwa beliau adalah teman dekat dan meminta saya menghubunginya kapan saja. Karena itu saya menelepon Presiden Trump,” terang Takaichi.
Namun The Wall Street Journal menulis bahwa Trump memberi saran agar Jepang tidak memprovokasi Beijing terkait isu Taiwan, mengutip sumber dari pejabat Jepang dan Amerika.
Artikel itu juga menyebut saran tersebut bersifat tidak langsung dan tidak menekan Takaichi untuk mengubah sikapnya.
Pemerintah Jepang langsung menolak klaim tersebut.
“Dalam artikel itu disebutkan Presiden Trump menyarankan agar tidak memprovokasi Cina terkait kedaulatan Taiwan. Namun saya tegaskan, tidak ada fakta seperti itu,” tegas Kihara.
Saat ditanya alasan media AS memuat narasi tersebut, Kihara hanya menjawab singkat,
“Silakan tanyakan langsung kepada mereka,” katanya.
Diskusi pemerintahan di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Minoru-Kihara1111111.jpg)