Rabu, 10 Juni 2026

Top Rank

Daftar Negara yang Tidak Merayakan Natal pada Tanggal 25 Desember

Tidak semua negara merayakan Natal pada tanggal 25 Desember, karena perbedaan tradisi, kalender, dan kebijakan.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Febri Prasetyo
Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI NATAL - Sejumlah warga bermain dengan latar belakang dekorasi khas Natal di Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (25/12/2024). Tidak semua negara merayakan Natal pada tanggal 25 Desember, karena perbedaan tradisi, kalender, dan kebijakan. 

Keluarga berkumpul pada Malam Natal yang dikenal sebagai Badnji dan (siang hari) dan Badnje veče (setelah matahari terbenam), ini merupakan hari terakhir puasa, sehingga banyak orang menghindari makanan hewani.

Pada Hari Natal, lonceng gereja berdentang saat fajar, dan beberapa orang menembakkan senjata ke udara sebagai tradisi lama.

Adat lama Serbia kini bercampur dengan budaya Barat, termasuk kebiasaan menghias pohon Natal pada Malam Tahun Baru, bukan pada Hari Natal.

4. Mesir – 7 Januari

Natal di Mesir terutama dirayakan oleh umat Kristen Ortodoks Koptik pada 7 Januari, karena mereka mengikuti kalender Julian.

Perayaan meliputi puasa selama 43 hari, ibadah khusus pada Malam Natal (6 Januari), dan pesta besar pada Hari Natal.

Namun sebagian warga Mesir juga merayakan 25 Desember, bukan sebagai perayaan keagamaan, tetapi lebih sebagai liburan sosial dan komersial, dengan dekorasi seperti pohon Natal yang dipasang di ruang publik, mengutip trafalgar.com.

5. Armenia – 6 Januari

Gereja Apostolik Armenia merayakan Natal pada 6 Januari.

Mengutip whychristmas.com, pada hari ini Gereja juga merayakan Epifani, yaitu peringatan bahwa Yesus adalah Putra Allah.

Di Armenia, Epifani mencakup dua momen penting, yakni Kunjungan Orang Majus dan Pembaptisan Yesus.

Karena itu, 6 Januari menjadi gabungan perayaan Natal dan Epifani.

Negara-Negara yang Tidak Merayakan Natal Secara Resmi

Beberapa negara tidak merayakan Natal sama sekali karena alasan agama, budaya, atau kebijakan negara.

Arab Saudi

Sebagai negara Islam, Arab Saudi tidak mengakui Natal sebagai hari libur umum.

Perayaan hanya dilakukan secara privat oleh ekspatriat dan umat Kristen.

Korea Utara

Baca juga: Jelang Masa Angkutan Natal dan Tahun Baru, KAI Intensifkan Inspeksi Jalur Kereta

Natal tidak dirayakan secara resmi karena kebijakan ateis negara tersebut.

Namun, komunitas Kristen yang sangat kecil merayakannya secara diam-diam.

China

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved