Kamis, 11 Juni 2026

Konflik China dan Taiwan

Taiwan Resmi Cekal Aplikasi Media Sosial Xiaohongshu asal China

Pencekalan ini sendiri dilakukan pemerintah Taiwan setelah pihak berwenang menemukan 1.706 kasus penipuan sejak tahun 2024.

Tayang:
Penulis: Bobby W
Tangkap Layar Play Store Android
CEKAL APLIKASI - Pihak pemerintah Taiwan mengumumkan pemblokiran sementara akses terhadap aplikasi media sosial asal Tiongkok yang populer di negerinya yakni, Xiaohongshu. Langkah tegas ini diambil Taiwan setelah pihaknya mendeteksi ratusan kasus penipuan belanja daring yang terjadi pada aplikasi tersebut. 
Ringkasan Berita:
  • Taiwan memblokir sementara akses ke aplikasi media sosial Xiaohongshu asal Tiongkok pada Kamis ini (4/12/2025).
  • Pencekalan diumumkan setelah Biro Investigasi Kriminal Taiwan (CIB) mendeteksi 1.706 kasus penipuan belanja daring sejak 2024 di Xiaohongshu.
  • Adapun kerugian finansial yang terjadi ditafsirkan melebihi angka NT$247 juta atau sekitar Rp131,43 Miliar.
  • Perintah penangguhan dan pembatasan Xiaohongshu berlaku selama satu tahun karena potensi aplikasi tersebut menjadi area untuk penipuan 

TRIBUNNEWS.COM - Pihak pemerintah Taiwan mengumumkan pemblokiran sementara akses terhadap aplikasi media sosial asal Tiongkok yang populer di negerinya yakni, Xiaohongshu.

Dikutip dari CNA, langkah tegas ini diambil oleh Taiwan setelah pihaknya mendeteksi ratusan kasus penipuan belanja daring yang terjadi pada aplikasi tersebut.

Adapun temuan ini disampaikan Biro Investigasi Kriminal Taiwan (CIB) pada Kamis ini (4/12/2025).

Platform mirip Instagram dan dikenal dalam bahasa Inggris sebagai RedNote ini sendiri diluncurkan di Shanghai pada tahun 2013 lalu.

Mengalahkan popularitas Instagram di kawasan Tiongkok, aplikasi yang dicetuskan Mao Wenchao dan Qu Fang ini memiliki ratusan juta pengguna aktif bulanan di negeri tirai bambu.

Namun demikian akibat pencekalan ini, setidaknya lebih dari tiga juta pengguna Xiahongshu yang berdomisili di Taiwan akan kehilangan akses ke aplikasi tersebut dengan kurun waktu yang belum dapat dipastikan.

Pencekalan ini sendiri dilakukan pemerintah Taiwan setelah pihak berwenang menemukan 1.706 kasus penipuan sejak tahun 2024.

Total kerugian yang terjadi akibat kasus penipuan di Xiaohongshu ini sendiri mencapai angka nominal melebihi NT$247 juta atau sekitar Rp131,43 miliar.

"Sementara ini perintah telah dikeluarkan untuk menangguhkan dan membatasi akses internet ke aplikasi Xiaohongshu selama periode satu tahun,"  demikian pernyataan biro tersebut.

CIB juga menambahkan bahwa pencekalan tersebut harus dilakukan mengingat potensi aplikasi tersebut untuk menjadi area berisiko tinggi untuk penipuan belanja daring sangatlah tinggi.

Meskipun pernyataan tersebut tidak menyebutkan kapan perintah tersebut akan mulai berlaku, seorang pejabat mengisyaratkan bahwa hal itu dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Tindakan lebih lanjut akan dipertimbangkan berdasarkan apakah perusahaan merespons dengan itikad baik, secara aktif bekerja sama dengan hukum dan peraturan yang relevan, dan menjamin keselamatan pengguna Taiwan." lanjut CIB dalam rilisnya

Baca juga: Mengenal Xiaohongshu atau RedNote, Aplikasi Pengganti TikTok yang Terancam Diblokir di AS

Xiaohongshu sendiri juga pernah bermasalah dengan regulator di negara asalnya yakni di Tiongkok.

Administrasi Ruang Siber Tiongkok, pada bulan September lalu juga menyatakan telah memberikan peringatan dan hukuman keras kepada para pimpinan Xiaohongshu terkait konten daringnya.

Adapun fokus hukuman pemerintah Tiongkok kepada Xiaohongshu lebih difokuskan pada topik terkait unggahan yang dianggap "negatif" bagi negara.

Sebelumnya, Kementerian Urusan Digital Taiwan juga telah mengeluarkan peringatan kepada lima aplikasi Tiongkok, termasuk Xiaohongshu dan platform micro-blogging Weibo pada hari Rabu (3/12/2025).

Adapun peringatan ini diberikan karena lima aplikasi tersebut dituding menimbulkan risiko keamanan siber bagi penggunanya.

Menurut kementerian tersebut, hasil analisis menunjukkan aplikasi-aplikasi tersebut secara diam-diam mengumpulkan informasi sensitif dan "mengakses fitur biometrik serta mengekstrak informasi sistem milik penggunanya

Kekhawatiran yang berkembang di Taiwan adalah bahwa Beijing menggunakan media sosial untuk memengaruhi pandangan masyarakat Taiwan agar lebih berpihak kepada Tiongkok.

Selain itu warga Taiwan juga khawatir bahwa Xiaohongshu akan dimanfaatkan Tiongkok untuk menyebarkan disinformasi.

Hubungan Tiongkok dan Taiwan sendiri belakangan ini kian memanas setelah pemerintahan Xi Jinping mengklaim pulau yang berada di timur negaranya ini sebagai bagian dari wilayahnya.

Tiongkok juga telah mengeluarkan sejumlah ancaman untuk menggunakan kekerasan guna menganeksasi (mengambil alih) wilayah tersebut.

Apa Itu Xiaohongshu?

Tampilan antarmuka Rednote
Tampilan antarmuka Rednote (PS Photography)

Xiaohongshu, yang secara harfiah berarti "Buku Merah Kecil" dalam bahasa Mandarin, adalah platform media sosial dan e-commerce asal China yang semakin populer di seluruh dunia.

Di luar negeri, terutama di kalangan pengguna Amerika Serikat, aplikasi ini sering disebut sebagai Rednote atau "Red Note".

Aplikasi ini mirip dengan kombinasi Instagram dan Pinterest, dengan fokus utama pada konten gaya hidup, tips belanja, dan berbagi pengalaman sehari-hari.

Sejak awal 2025, Xiaohongshu mengalami lonjakan unduhan global, terutama setelah kekhawatiran penutupan TikTok di AS, menjadikannya alternatif menarik bagi "pengungsi TikTok".

Xiaohongshu sendiri didirikan pada tahun 2013 di Shanghai oleh dua pengusaha China, Mao Wenchao dan Qu Fang.

Awalnya, aplikasi ini bernama "Hong Kong Shopping Guide" dan dirancang untuk membantu turis China dalam berbelanja di luar negeri, dengan menyediakan panduan PDF berbasis rekomendasi.

Nama "Xiaohongshu" sendiri terinspirasi dari warna merah yang menjadi ciri khas Stanford Graduate School of Business yang merupakan tempat di mana Mao menempuh pendidikan.

Meskipun nama ini mirip dengan "Little Red Book"  yang merupakan buku kutipan Mao Zedong, pendiri Xiaohongshu sendiri menegaskan bahwa penamaan aplikasinya tak memiliki referensi politik sama sekali.

Seiring waktu, aplikasi berkembang menjadi platform sosial yang lebih luas terutama selama pandemi COVID-19 di mana popularitasnya meledak di kalangan konsumen muda China, hingga kini memiliki market value sekitar 17 miliar dolar AS.

Pada Januari 2025, nama aplikasi diubah menjadi "Rednote" di App Store dan Google Play untuk pasar internasional, meskipun pada September 2025, branding bahasa Inggris sempat dihapus dan dikembalikan ke Xiaohongshu.

(Tribunnews.com/Bobby)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved