Konflik Palestina Vs Israel
Usai 2 Tahun Suasana Natal Suram, Bethlehem Kembali Hidup dan Wisatawan Padati Kota Suci
Usai dua Natal sunyi akibat perang, Bethlehem kembali merayakan Natal. Wisatawan mulai datang harapan perlahan bangkit di kota suci.
Sejumlah hotel melaporkan tingkat okupansi meningkat hingga sekitar 80 persen, seiring mulai berdatangannya wisatawan dan peziarah yang merasa situasi keamanan lebih terkendali dibandingkan sebelumnya.
"Tingkat hunian hotel selama dua hari terakhir meningkat hingga 80 persen, dengan sekitar 8.000 pengunjung, 6.000 di antaranya warga Palestina yang tinggal di Israel, dan 2.000 dari berbagai negara di Eropa dan Amerika Serikat," kata al-Arja.
Bagi pelaku usaha lokal, kembalinya wisatawan menjadi sinyal pemulihan yang telah lama dinantikan.
"Aktivitas yang kita lihat hari ini tidak cukup. Mereka yang mengunjungi Betlehem, sebagian besar adalah pekerja asing di Israel dari Filipina, India, dan Rumania, atau orang-orang kita sendiri. Namun demikian, ini penting untuk menunjukkan realitas kota dan kesiapannya untuk menerima peziarah dan wisatawan lagi," kata pemilik toko suvenir, Jack Jaqman.
"Saya sudah berada di toko suvenir saya selama 10 hari dan belum merasakan kehadiran rombongan turis sungguhan yang dapat memperbaiki situasi ekonomi," tambahnya.
"Pada hari ini, kita berdoa agar pengepungan yang telah mengubah Betlehem menjadi penjara besar segera berakhir," harapnya.
(Tribunnews.com / Namira)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bethlehem-natal-2025.jpg)