Konflik Palestina Vs Israel
Israel Serang Gaza Lagi, 5 Warga Palestina Tewas dan Infrastruktur Hancur meski Ada Gencatan Senjata
Israel melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza pada Sabtu (3/1/2026) malam hingga Minggu (4/1/2026).
Ringkasan Berita:
- Israel kembali melancarkan serangan di Gaza pada Sabtu–Minggu (3-4/1/2026).
- Serangan tersebut menewaskan lima warga Palestina termasuk anak-anak.
- Rumah serta infrastruktur sipil hancur meski gencatan senjata Oktober 2025 berlaku.
TRIBUNNEWS.COM - Israel melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza pada Sabtu (3/1/2026) malam hingga Minggu (4/1/2026).
Agresi Israel meletus meski gencatan senjata mediasi Amerika Serikat (AS) berlaku Oktober 2025, kata sumber medis kepada Al Jazeera.
Drone dan artileri Israel menghancurkan sejumlah rumah dan infrastruktur di Gaza utara.
Kawasan Tuffah, Shujayea, dan Zeitoun di Kota Gaza pun tak luput dari serangan,
Israel juga menembakkan bom di Gaza timur.
Militer Israel menyatakan, target serangan adalah "infrastruktur teroris di atas dan bawah tanah", termasuk terowongan di Beit Lahiya, namun serangan juga menghantam permukiman sipil.
Setidaknya lima warga Palestina tewas, termasuk seorang anak, dan beberapa lainnya terluka, di antaranya nelayan Abdel Rahman Abdel Hadi Al-Qan di lepas pantai Khan Younis, serta Fadi Najib Salah di Muwasi, Khan Younis, menurut WAFA dan sumber medis setempat.
Seorang wanita berusia 45 tahun tewas di Beit Lahiya, dan seorang anak 11 tahun juga tewas akibat tembakan Israel di luar posisi militer di Beit Lahiya, Gaza utara.
Selain menyerang, Israel memblokir masuknya sebagian besar bantuan kemanusiaan internasional, termasuk larangan operasi kelompok seperti Dokter Tanpa Batas (MSF) dan Dewan Pengungsi Norwegia, meski mengklaim tidak ada kekurangan bantuan.
Para saksi melaporkan ledakan besar di berbagai kawasan, mengguncang Kota Gaza dan menambah ketegangan di wilayah yang sudah terkepung.
Serangan terbaru ini memperlihatkan risiko eskalasi konflik lebih luas, meski gencatan senjata berusaha menahan perang sejak Oktober 2025.
Baca juga: Menteri Kebudayaan Israel: Gaza Adalah Milik Israel, Warga Palestina Adalah Tamu
Sejak dimulainya gencatan senjata pada 10 Oktober, militer Israel telah melakukan ratusan pelanggaran, menewaskan 416 warga Palestina dan melukai 1.153 lainnya, menurut laporan Pusat Media Palestina dan Al Jazeera.
Total, korban perang genosida Israel di Gaza sejak Oktober 2023 mencapai lebih dari 71.386 tewas dan 171.264 terluka, dengan 90 persen infrastruktur sipil hancur.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kondisi-Gaza-setelah-gencatan-senjata-terc.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.