Minggu, 18 Januari 2026

Amerika Versus Venezuela

Penangkapan Maduro Picu Lonjakan Inflasi, Harga Susu hingga Telur di Venezuela Naik Tajam

Ekonomi Venezuela terguncang. Pasca penangkapan Maduro, inflasi melonjak tajam, harga susu hingga telur meroket, warga Caracas dihantui krisis baru.

HO/IST/Tangkap Layar/RNTV
TIBA DI PENGADILAN - Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang diculik tiba di gedung pengadilan federal di New York pada hari Senin (5/1/2025). Ekonomi Venezuela terguncang. Pasca penangkapan Maduro, inflasi melonjak tajam, harga susu hingga telur meroket, warga Caracas dihantui krisis baru. 

Ringkasan Berita:
  • Penangkapan Maduro memicu gejolak ekonomi langsung, ditandai lonjakan inflasi dan kenaikan tajam harga kebutuhan pokok seperti susu bubuk hingga telur, yang memberatkan daya beli warga Venezuela.
  • Aktivitas ekonomi Caracas melemah drastis akibat ketegangan keamanan pascaserangan AS, dengan banyak toko tutup, antrean panjang di pasar.
  • IMF memperingatkan inflasi Venezuela berpotensi tembus 600 persen pada 2026, mencerminkan krisis berkepanjangan.

TRIBUNNEWS.COM - Perekonomian Venezuela kembali terguncang setelah Presiden Nicolás Maduro ditangkap oleh Amerika Serikat (AS) dalam operasi militer yang mengejutkan dunia.

Dampak langsung dari peristiwa tersebut mulai terasa di tingkat akar rumput, ditandai dengan lonjakan harga kebutuhan pokok dan inflasi yang disebut-sebut kembali menembus puluhan ribu persen.

Ibu Kota Caracas tampak sunyi dan mencekam pada Senin (5/1/2026), dua hari setelah serangan militer AS menghantam sejumlah instalasi strategis dan membawa Maduro ke Amerika Serikat.

Meski suasana kota diliputi ketegangan, sebagian warga tetap keluar dari rumah untuk membeli bahan makanan dan kebutuhan harian dengan harga yang jauh lebih mahal dibanding hari-hari sebelumnya.

Pemerintah Venezuela menyerukan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan normal.

Namun, kenyataannya sejumlah toko memilih menutup usaha mereka karena khawatir akan kerusuhan dan penjarahan.

Di beberapa kawasan, rumah tangga mulai menimbun persediaan bahan pokok sebagai langkah antisipasi jika situasi keamanan semakin memburuk.

Di pasar tradisional Quinta Crespo, salah satu pusat perdagangan utama di Caracas, sejumlah kios tampak tutup.

Antrean panjang terlihat di toko-toko yang masih beroperasi, dengan pengamanan ketat dari Kepolisian Nasional Bolivarian.

Warga membeli bahan makanan tahan lama seperti tepung jagung, beras, dan makanan kalengan, mencerminkan kekhawatiran akan gangguan pasokan.

Carlos Godoy (45 tahun), warga Distrik Caricuao, mengaku terpaksa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang melonjak tajam.

Baca juga: Polisi Venezuela Tangkapi Remaja Pendukung Serangan AS ke Caracas

Ia menyebut harga susu bubuk mencapai 16 dolar AS atau Rp269.000 per kilogram, angka yang dinilai sangat memberatkan bagi masyarakat.

“Kami semua dalam ketegangan dan ketidakpastian. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Kenaikan harga juga dirasakan pada produk non-pangan. Barang-barang kebersihan dilaporkan mengalami lonjakan harga lebih tinggi dibandingkan bahan makanan.

Di pusat perbelanjaan Sambil, harga telur dilaporkan mencapai 10 dolar AS atau Rp 168.00 per karton, jauh di atas harga normal.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved