Minggu, 18 Januari 2026

Amerika Versus Venezuela

Gagal Lindungi Kepala Negara, Komandan Paspampres Venezuela Didepak Pasca Operasi Kilat AS

Gagal lindungi Maduro dari operasi kilat AS, Komandan Paspampres Venezuela Javier Marcano Tábata dipecat. Delcy Rodríguez rombak elite keamanan negara

HO/IST
PENANGKAPAN MADURO - Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh operasi militer Amerika Serikat yang bergerak dari sejumlah pangkalan militer AS, Sabtu, 3 Januari 2025. Usai gagal lindungi Maduro dari operasi kilat AS, Komandan Paspampres Venezuela Javier Marcano Tábata dipecat. 

Ringkasan Berita:
  • Jenderal Javier Marcano Tábata dipecat karena dinilai gagal menjalankan tanggung jawab utama melindungi Presiden Nicolás Maduro.
  • Pemecatan Marcano Tábata menjadi sinyal politik Presiden sementara Delcy Rodríguez bahwa kegagalan keamanan di level tertinggi tidak ditoleransi.
  • Rodríguez menunjuk Jenderal Gustavo González López, eks kepala intelijen SEBIN, untuk memimpin pengamanan presiden dan kontra-intelijen, meski rekam jejaknya menuai sorotan internasional terkait dugaan pelanggaran HAM.

TRIBUNNEW.COM - Jenderal Javier Marcano Tábata, komandan pasukan Paspampres (Presidential Honour Guard) Venezuela resmi dipecat, Kamis (8/1/2026).

Pemecatan ini dilakukan oleh Presiden sementara Delcy Rodríguez yang dilantik oleh Majelis Nasional Venezuela, beberapa hari setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat dalam operasi militer di ibu kota Caracas.

Mengutip laporan BBC International, Marcano Tábata selama ini memimpin unit militer elit yang bertugas menyediakan pengawal dan perlindungan langsung bagi kepala negara.

Sebagai komandan pengawal kehormatan presiden (Paspampres), Marcano Tábata bertanggung jawab penuh atas sistem pengamanan Maduro.

Mulai dari pengawalan, intelijen ancaman, hingga kesiapan pasukan di sekitar lokasi presiden.

Namun, operasi AS berhasil menembus pertahanan inti tanpa dapat dicegah hingga Presiden Nicolás Maduro dan istrinya berhasil diculik dan dipindahkan ke New York.

Karena gagal dalam menjalankan tugas, Tabatas akhirnya dipecat dari kursi jabatan.

Pemecatan ini juga menjadi langkah politik cepat dari presiden sementara Delcy Rodríguez untuk menunjukkan bahwa kegagalan tersebut tidak ditoleransi dan bahwa ia ingin menegaskan kendali atas aparat keamanan.

Dengan mencopot Marcano Tábata, Rodríguez mengirim pesan bahwa tanggung jawab atas runtuhnya keamanan presiden ada di level tertinggi, bukan semata pada pasukan di lapangan.

Rodríguez Lakukan Perombakan Keamanan Besar-besaran

Baca juga: Penangkapan Maduro Picu Lonjakan Inflasi, Harga Susu hingga Telur di Venezuela Naik Tajam

Pemecatan menjadi salah satu langkah awal pemerintahan Delcy Rodríguez dalam merombak struktur keamanan negara pasca-penangkapan Maduro.

Langkah tersebut dipandang sebagai upaya untuk mengonsolidasikan kekuasaan dan menstabilkan situasi keamanan di Venezuela yang tengah dilanda krisis.

Untuk mengisi kekosongan jabatan, Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez diketahui telah menunjuk Jenderal Gustavo González López sebagai komandan baru pengamanan kepresidenan dan unit kontra-intelijen militer.

López dipilih untuk menggantikan Jenderal Javier Marcano Tábata yang dipecat setelah gagal melindungi Presiden Nicolás Maduro dari sergapan pasukan Amerika Serikat di Caracas.

González López bukan figur keamanan yang asing di kancah militer dan intelijen Venezuela.

Ia sebelumnya menjabat sebagai kepala badan intelijen nasional SEBIN (Servicio Bolivariano de Inteligencia Nacional) dalam dua periode yang panjang antara 2014–2018 dan 2019–2024.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved