Jumat, 16 Januari 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Serangan Israel ke Tenda Pengungsi Gaza Bunuh 3 Orang, Korban Tembus 425 Jiwa Sejak Gencatan Senjata

Serangan Israel ke tenda pengungsi di Gaza menewaskan warga sipil. Korban jiwa terus bertambah meski gencatan senjata telah berlaku.

Tangkap layar YouTube Al Jazeera English
KOTA GAZA - Tangkap layar dari YouTube Al Jazeera English pada 13 Oktober 2025 menunjukkan kondisi Gaza setelah gencatan senjata tercapai. Tiga orang tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menghantam tenda sebuah keluarga di kawasan al-Mawasi, Khan Yunis, Gaza selatan, Kamis (8/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Serangan Israel kembali menewaskan warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober.
  • Tiga orang tewas akibat serangan ke tenda pengungsi di Khan Yunis, sementara seorang gadis 11 tahun tewas ditembak di Gaza utara.
  • Kementerian Kesehatan Gaza mencatat 425 korban jiwa sejak gencatan senjata

 

TRIBUNNEWS.COM - Serangan Israel kembali menewaskan warga Palestina di Jalur Gaza, meskipun perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah berlaku sejak Oktober lalu.

Serangan udara Israel menghantam tenda sebuah keluarga di kawasan al-Mawasi, Khan Yunis, Gaza selatan, Kamis (8/1/2026).

Badan Pertahanan Sipil Palestina di Gaza melaporkan sedikitnya tiga warga tewas dan tiga lainnya terluka.

Salah satu korban luka dilaporkan dalam kondisi kritis.

Dalam peristiwa terpisah, tembakan Israel juga menewaskan seorang gadis Palestina berusia 11 tahun bernama Hamsa Housou di wilayah Jabalia, Gaza utara.

Pamannya, Khamis Housou, mengatakan keponakannya ditemukan tergeletak bersimbah darah di dalam gedung tempat tinggal keluarga mereka.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan bahwa sejak 11 Oktober, sedikitnya 425 warga Palestina telah tewas dan 1.206 lainnya terluka akibat serangan Israel.

Data tersebut dicatat meskipun gencatan senjata mulai diberlakukan pada 10 Oktober.

Ratusan ribu warga Gaza kini hidup di kamp-kamp pengungsian darurat setelah rumah mereka hancur akibat perang.

Banyak keluarga terpaksa berlindung di tenda-tenda seadanya di tengah cuaca musim dingin yang ekstrem.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sejumlah organisasi kemanusiaan berulang kali memperingatkan kondisi kemanusiaan yang memburuk di Gaza.

Baca juga: Israel Serang Gaza Lagi, 5 Warga Palestina Tewas dan Infrastruktur Hancur meski Ada Gencatan Senjata

Namun, Israel masih membatasi masuknya pasokan penting seperti tenda, terpal, selimut, dan perlengkapan tempat tinggal sementara.

Dokter Tanpa Batas (MSF) melaporkan warga Gaza mengalami peningkatan kasus infeksi pernapasan, komplikasi luka, dan penyakit kulit akibat kondisi hidup yang keras.

MSF juga menyebut bayi-bayi mengalami kedinginan parah karena minimnya perlindungan dari cuaca ekstrem.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved