Rabu, 21 Januari 2026

Iran Memanas

Demo di Iran Kian Membara, Mobil hingga Gedung Pemerintah Ludes Dibakar Massa

Demo di Iran makin membara, mobil dan gedung dibakar massa. Korban meningkat, Trump ancam Teheran keras jika demonstran dibunuh, krisis makin memanas.

HO/IST/Tangkap Layar/RNTV
GELOMBANG PROTES - Para pemilik toko dan pedagang melakukan protes di jalanan memprotes buruknya kondisi ekonomi dan mata uang Iran yang sedang terpuruk di Teheran pada 29 Desember 2025. Demo di Iran makin membara, mobil dan gedung dibakar massa. Korban meningkat, Trump ancam Teheran keras jika demonstran dibunuh, krisis makin memanas. 

Ringkasan Berita:
  • Hari ke-12 demonstrasi di Iran memanas, massa membakar mobil polisi, gedung pemerintah, dan simbol kepemimpinan, menandai eskalasi dari protes ekonomi ke perlawanan politik.
  • Laporan Iran Human Rights menyebut 45 tewas, termasuk anak-anak, ratusan luka-luka, dan lebih dari 2.000 ditangkap.
  • Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghantam Iran “dengan sangat keras” jika demonstran dibunuh, sambil menegaskan dukungan AS terhadap protes damai dan hak warga sipil.

TRIBUNNEWS.COM - Memasuki hari ke-12, gelombang demonstrasi nasional di Iran dilaporkan semakin membara dan tak terkendali.

Aksi protes awalnya dipicu krisis ekonomi hingga memicu anjloknya nilai tukar rial Iran mendekati 1,4 juta riyal per dolar AS.

Dalam waktu singkat, protes yang awalnya hanya menyuarakan persoalan ekonomi berubah menjadi demonstrasi jalanan.

Kemarahan publik meluas seiring tekanan ekonomi yang tak kunjung membaik.

Memasuki hari-hari berikutnya, tuntutan massa tidak lagi sebatas soal harga dan ekonomi. Kritik terhadap pemerintah dan kepemimpinan ulama semakin lantang disuarakan.

Memasuki pekan kedua, aksi protes berubah lebih keras. Massa membakar sepeda motor polisi, merusak gedung pemerintah, dan membakar gambar pemimpin tertinggi Iran sebagai simbol perlawanan.

Di sejumlah lokasi, teriakan “Matilah diktator” menggema, menandai eskalasi kemarahan publik terhadap kepemimpinan Republik Islam.

Media oposisi melaporkan aksi pembakaran meluas di banyak wilayah. Di Isfahan, massa membakar gedung milik jaringan televisi pemerintah Iran.

Mengutip dari Ynetnews, di Teheran, papan reklame bergambar Qasem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds yang tewas dalam serangan AS pada 2020 ikut dibakar.

Sementara di Ahvaz, demonstran membakar gambar Khamenei dan Ayatollah Ruhollah Khomeini, pendiri Republik Islam Iran.

Baca juga: Trump Ultimatum Iran: Jika Demonstran Dibunuh, AS Siap Hantam Teheran dengan Serangan Keras

Situasi serupa terjadi di Khorramabad, dimana para demonstran membakar kantor gubernur dan mengibarkan bendera Iran pra-1979, simbol era monarki sebelum Revolusi Islam.

Media oposisi Iran International, yang berbasis di London, juga melaporkan pembakaran gedung gubernur di kota Gorgan.

Aksi pembakaran yang menargetkan gedung-gedung pemerintah dipandang para demonstran sebagai simbol kekuasaan rezim yang mereka anggap gagal mengelola ekonomi, menekan kebebasan sipil, dan mengabaikan tuntutan rakyat.

Dengan membakar kantor gubernur, gedung televisi pemerintah, dan fasilitas negara lainnya, massa berupaya menyampaikan pesan bahwa legitimasi otoritas negara tengah dipertanyakan secara terbuka.

Para pengamat menilai, aksi pembakaran juga mencerminkan pergeseran karakter demonstrasi dari protes ekonomi menuju perlawanan politik yang lebih konfrontatif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved