Jumat, 16 Januari 2026

Amerika Versus Venezuela

Analis Peringatkan Eropa: Ambisi AS atas Greenland Berisiko Lemahkan NATO dan Untungkan Rusia

Analis menilai ambisi AS atas Greenland berisiko melemahkan NATO dan menguntungkan Rusia di tengah perang Ukraina.

https://www.whitehouse.gov/
TRUMP DESAK NATO - Foto ini diambil dari https://www.whitehouse.gov/ pada Minggu (14/9/2025) menunjukkan Presiden Donald Trump menyampaikan pidato di KTT AI Gedung Putih di Auditorium Andrew W. Mellon di Washington, DC. Analis menilai ambisi AS atas Greenland berisiko melemahkan NATO dan menguntungkan Rusia di tengah perang Ukraina. 

Ringkasan Berita:
  • Para analis menilai ambisi AS terhadap Greenland berisiko mengakhiri efektivitas NATO dan mengguncang keamanan Eropa.
  • Pernyataan Donald Trump soal “kebutuhan” Greenland, ditambah intervensi AS di Venezuela, memperkuat kekhawatiran penggunaan kekuatan.
  • Eropa diperingatkan bahwa aneksasi Greenland akan menguntungkan Rusia dan memperdalam krisis aliansi Barat.

 

TRIBUNNEWS.COM - Para analis memperingatkan Eropa agar bersiap menghadapi kemungkinan aneksasi Greenland oleh Amerika Serikat (AS).

Analis memandang ini merupakan sebuah langkah yang dapat melemahkan NATO dan mengubah peta keamanan global.

Kekhawatiran ini mencuat seiring meningkatnya sikap agresif Washington dalam kebijakan luar negerinya.

Al Jazeera melaporkan, kegelisahan di Eropa menguat setelah Presiden AS Donald Trump mendorong agenda perluasan pengaruh Amerika, menyusul penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan AS pada 3 Januari.

Insiden tersebut dinilai menjadi sinyal kesiapan Amerika menggunakan kekuatan untuk mencapai kepentingan strategisnya.

Sehari setelah peristiwa di Venezuela, Trump mengatakan kepada majalah The Atlantic bahwa Amerika Serikat “membutuhkan Greenland untuk pertahanan”.

Pernyataan ini segera memicu kekhawatiran luas di Eropa karena Greenland merupakan wilayah otonom Denmark yang juga memiliki posisi strategis bagi NATO.

Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller kemudian menegaskan bahwa sejak awal pemerintahan Trump, posisi resmi Washington adalah menjadikan Greenland sebagai bagian dari Amerika Serikat.

Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa isu Greenland bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari agenda kebijakan luar negeri AS.

Direktur Eropa Utara Atlantic Council, Anna Wieslander, menilai langkah AS terhadap Venezuela menunjukkan tekad Washington untuk mendominasi Belahan Bumi Barat, yang secara geografis juga mencakup Greenland, Al Jazeera melaporkan.

Menurutnya, keberhasilan intervensi AS di Venezuela meningkatkan risiko penggunaan kekuatan terhadap wilayah lain dalam waktu dekat.

Baca juga: Donald Trump Mulai Langkah Awal Sedot Minyak Venezuela, Kumpulkan 17 Eksekutif Migas

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyatakan ancaman terhadap Greenland harus ditanggapi secara serius dan tidak bisa dianggap retorika semata.

Ia memperingatkan serangan Amerika Serikat terhadap sesama anggota NATO akan menjadi bencana bagi aliansi tersebut.

Frederiksen menegaskan bahwa jika AS menyerang negara anggota NATO, maka prinsip pertahanan kolektif Pasal 5 akan kehilangan maknanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved