Minggu, 18 Januari 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Netanyahu Buka Wacana Setop Bantuan Militer AS dalam 10 Tahun ke Depan, Israel Ingin Mandiri

Netanyahu ingin Israel mandiri , targetkan nol bantuan militer dalam 10 tahun. Meski begitu, kerja sama pertahanan AS–Israel masih berlaku hingga 2028

Facebook GPO
PIDATO BENJAMIN NETANYAHU - Foto yang diambil dari Facebook GPO, Kamis (2/10/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Israel setelah kembali dari kunjungannya ke Amerika Serikat pada Rabu (1/10/2025). Netanyahu ingin Israel mandiri , targetkan nol bantuan militer dalam 10 tahun. Meski begitu, kerja sama pertahanan AS–Israel masih berlaku hingga 2028 

Ringkasan Berita:
  • Netanyahu targetkan nol bantuan militer asing dalam 10 tahun, menegaskan Israel ingin mandiri secara pertahanan meski tetap menghargai dukungan AS.
  • Bantuan militer AS ke Israel masih berlaku hingga 2028, berdasarkan MoU 2016 senilai 38 miliar dolar AS, yang menjadi paket bantuan keamanan terbesar AS untuk satu negara mitra.
  • Senator AS Lindsey Graham dorong penghentian bantuan lebih cepat, menilai kemandirian Israel membuka peluang penghematan anggaran AS, tanpa mengakhiri aliansi strategis.

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keinginannya untuk mengurangi secara bertahap ketergantungan Israel pada bantuan militer Amerika Serikat (AS).

Pernyataan ini disampaikan Netanyahu dalam wawancara dengan The Economist yang dipublikasikan pada Sabtu (10/1/2026).

Dalam keterangan resminya Netanyahu mengatakan bahwa dalam satu dekade ke depan ia mematok target nol persen dari bantuan asing.

Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak seharusnya selamanya bergantung pada dukungan militer dari negara lain, meski ia belum menetapkan jadwal pasti kapan kemandirian penuh tersebut akan tercapai.

“Saya ingin mengurangi pengeluaran militer secara bertahap dalam 10 tahun ke depan,” kata Netanyahu.

Saat ditanya apakah pengurangan itu berarti hingga nol, ia menjawab singkat, “Ya.”

Israel Apresiasi AS, Namun Ingin Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Dalam wawancara tersebut, Netanyahu juga mengungkapkan bahwa ia telah menyampaikan langsung kepada Presiden AS Donald Trump mengenai niat Israel untuk memperkuat kemandirian militernya.

Menurut Netanyahu, Israel sangat menghargai bantuan militer AS selama puluhan tahun, namun kini kemampuan pertahanan dalam negeri telah berkembang pesat.

“Kami sangat menghargai bantuan militer Amerika yang telah diberikan selama bertahun-tahun, tetapi kami juga telah berkembang dan membangun kemampuan yang luar biasa,” ujar Netanyahu, sebagaimana dikutip dari NBC International.

Sebagai langkah konkret, pada Desember lalu Netanyahu mengumumkan bahwa Israel akan menggelontorkan anggaran sebesar 350 miliar shekel atau sekitar 110 miliar dolar AS untuk mengembangkan industri persenjataan nasional.

Investasi ini bertujuan mengurangi ketergantungan Israel pada impor senjata dari negara lain.

Baca juga: Israel Laporkan Wabah Flu Burung di Peternakan, Terdeteksi pada 2.000 Bebek, 90 Ekor Burung Mati

Meski Netanyahu menyampaikan keinginan untuk mengurangi ketergantungan Israel terhadap bantuan militer AS, secara hukum dan diplomatik kerja sama pertahanan kedua negara masih sepenuhnya berlaku hingga 2028.

Hal ini merujuk pada nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani pemerintah AS dan Israel pada 2016 untuk jangka waktu 10 tahun.

Perjanjian strategis tersebut menetapkan komitmen bantuan militer AS kepada Israel hingga September 2028, sehingga dalam periode itu Washington tetap berkewajiban menyalurkan dukungan pertahanan sesuai kesepakatan.

MoU tersebut menjadi landasan utama kerja sama militer bilateral dan dirancang untuk memberikan kepastian jangka panjang bagi stabilitas keamanan Israel di kawasan Timur Tengah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved