Media Eropa Soroti Temuan Seni Gua Tertua di Dunia di Pulau Muna Indonesia
Berdasarkan hasil penanggalan, pola tulisan tangan di dinding gua tersebut dibuat setidaknya 67.800 tahun yang lalu
Media Eropa Soroti Temuan Seni Gua Tertua di Dunia di Pulau Muna Indonesia
TRIBUNNEWS.COM - Media asal Eropa, Anadolu, menyoroti klaim sejumlah peneliti yang mengabarkan temuan apa yang diyakini sebagai seni gua tertua di dunia.
Coretan gua tertua di dunia itu dilaporkan berada di Pulau Muna di Sulawesi Tenggara, Indonesia, merujuk pada hasil sebuah studi yang diterbitkan di Nature pada Rabu (21/1/2026).
"Berdasarkan hasil penanggalan, pola tulisan tangan tersebut dibuat setidaknya 67.800 tahun yang lalu," tulis laporan tersebut, dikutip Kamis (22/1/2026).
Baca juga: Arkeolog: Gunung Padang Piramida Tertua di dunia, Dibangun 25 Ribu Tahun Lalu Bukan Oleh Manusia
Karya seni tersebut terletak sekitar 300 kilometer (186 mil) dari lukisan gua yang ditemukan pada tahun 2024 yang kemudian diidentifikasi sebagai lukisan gua tertua di dunia yang diketahui.
Coretan di dinding gua yang ditemukan 2024 silam menggambarkan seekor babi hutan.
Coretan ini diperkirakan berusia sekitar 51.200 tahun, menurut kantor berita Jakarta Post.
Cetakan Tangan
Temuan terbaru, berupa cetakan tangan yang ditemukan di gua Liang Metanduno, adalah salah satu dari puluhan contoh seni cadas yang ditemukan di Pulau Muna dan Pulau Buton di Sulawesi Tenggara.
Adhi Agus Oktaviana, seorang arkeolog di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia dan salah satu penulis studi tersebut, telah meneliti pulau itu sejak tahun 2015 untuk mencari jejak tangan kuno di dalam gua-gua.
Dia menemukan beberapa cetakan tangan, termasuk satu di gua Metanduno yang sebagian tersembunyi di bawah lukisan-lukisan baru yang menggambarkan seseorang menunggang kuda di samping seekor ayam.
Studi tersebut menyatakan kalau seni coretan dinding gua tersebut berada dalam "kondisi pelestarian yang buruk," dengan pigmen yang memudar, tetapi masih menunjukkan "sebagian jari dan area telapak tangan yang berdekatan."
"Ujung salah satu jari tampak dipersempit secara artifisial, baik melalui penambahan pigmen atau dengan menggerakkan tangan selama pengaplikasian pigmen, suatu jenis seni stensil tangan yang khas yang sejauh ini hanya diidentifikasi di Sulawesi," demikian pernyataan tersebut.
(oln/anadolu/anews/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/seni-gua-tertua-di-dunia-di-Pulau-Muna.jpg)