Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Israel Tak Mau Menunggu AS, Ancam Serang Iran Jika Program Rudal Teheran Melewati Batas

Israel ancam serang Iran tanpa menunggu AS jika program rudal melewati batas. Netanyahu dijadwalkan ke Washington bahas langkah keamanan dan diplomasi

Ringkasan Berita:
  • Israel mengancam akan menyerang Iran secara mandiri jika program rudal balistik Teheran melewati “garis merah”, karena dianggap sebagai ancaman eksistensial bagi keamanan negara.
  • Israel khawatir respons AS hanya terbatas dan tidak menghancurkan kemampuan inti Iran, sehingga memilih mempertahankan opsi serangan pencegahan sendiri.
  • Meski bersikap tegas, Israel tetap berkoordinasi dengan AS, termasuk rencana pertemuan Netanyahu di Washington untuk membahas ancaman Iran dan opsi diplomasi.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel menyampaikan peringatan serius kepada Amerika Serikat terkait program rudal balistik Iran.

Menurut laporan media lokal Jerusalem Post, pejabat pertahanan Israel memberitahu pihak Amerika bahwa mereka tidak akan menunggu dukungan internasional jika ancaman dari program rudal Iran meningkat ke tingkat yang dianggap membahayakan.

Mereka menegaskan bahwa negara tersebut siap melakukan tindakan militer secara mandiri apabila Teheran dinilai melampaui “garis merah” yang telah ditetapkan.

“Kami memberitahu Amerika bahwa kami akan menyerang sendirian jika Iran melanggar garis merah terkait rudal balistik,” ujar sumber tersebut.

Meski demikian, ia menambahkan bahwa hingga saat ini Iran dinilai belum melewati ambang batas tersebut, namun perkembangannya terus dipantau secara ketat.

Rudal Iran Dinilai Ancaman Eksistensial

Langkah tegas ini didorong oleh kekhawatiran Israel terhadap meningkatnya kemampuan militer strategis Teheran yang dinilai dapat mengancam keamanan nasionalnya.

Sumber keamanan Israel menyebutkan bahwa program rudal balistik Iran dipandang sebagai ancaman eksistensial karena memiliki jangkauan yang mampu menjangkau wilayah Israel.

Jika pengembangan tersebut terus berlanjut tanpa pembatasan, Israel menilai keseimbangan keamanan di kawasan dapat berubah dan meningkatkan risiko konflik di masa depan.

Dalam beberapa pekan terakhir, para pejabat Israel telah menyampaikan kepada mitra mereka di Amerika Serikat bahwa negaranya tidak akan membiarkan Iran memperkuat atau memulihkan kemampuan produksi dan infrastruktur rudal dalam skala besar.

Baca juga: Iran Tangkap Tiga Tokoh Reformis, Dituduh Terkait AS dan Israel dan Perkeruh Protes Antipemerintah

Israel menegaskan bahwa tindakan pencegahan diperlukan untuk menghentikan ancaman sebelum mencapai tingkat yang lebih berbahaya.

Selain faktor ancaman langsung, kekhawatiran juga muncul terkait kemungkinan respons terbatas dari Amerika Serikat.

Sejumlah pejabat Israel menilai pendekatan serangan terbatas atau simbolis tidak akan cukup untuk menghancurkan kemampuan inti Iran.

“Kekhawatirannya adalah Amerika mungkin hanya menyerang beberapa target, mengklaim keberhasilan, lalu meninggalkan Israel untuk menghadapi dampaknya,” kata seorang pejabat militer.

Menurutnya, tindakan parsial tidak akan cukup untuk menghilangkan ancaman strategis yang ditimbulkan oleh program rudal Iran.

Oleh karena itu Israel bersikeras melakukan serangan mandiri, seorang pejabat pertahanan bahkan menyebut situasi saat ini sebagai “kesempatan bersejarah” untuk memberikan pukulan signifikan terhadap infrastruktur rudal Iran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved