Selasa, 9 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Kirim Sinyal De-eskalasi, Buka Peluang Kesepakatan Nuklir Baru

Iran kirim sinyal kompromi dengan siap menurunkan pengayaan uranium. Namun, AS menuntut verifikasi ketat sebelum membuka peluang pencabutan sanksi.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Iran buka peluang kompromi dengan siap menurunkan tingkat pengayaan uranium hingga 60 persen sebagai langkah membangun kepercayaan dalam negosiasi nuklir dengan AS.
  • Syarat utama Iran adalah pencabutan sanksi, karena tekanan ekonomi pada sektor minyak, perbankan, dan perdagangan memperburuk ekonomi dan kesejahteraan dalam negeri.
  • AS dan sekutunya tetap berhati-hati, menuntut verifikasi ketat dari IAEA dan mekanisme pengawasan transparan sebelum memberikan pelonggaran sanksi.

TRIBUNNEWS.COM - Iran mengirimkan sinyal baru yang dinilai dapat membuka jalan bagi kemajuan negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat.

Pemerintah Iran menyatakan kesiapannya untuk mengurangi tingkat pengayaan uranium yang sangat tinggi, dengan syarat Washington mencabut sanksi ekonomi yang selama ini menekan perekonomian negara tersebut.

Hal itu diungkap langsung oleh Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami.

Dalam keterangan resminya ia mengatakan bahwa Teheran terbuka untuk menurunkan kadar uranium yang saat ini mencapai 60 persen.

Pengenceran uranium merupakan proses mencampur uranium yang telah diperkaya dengan bahan lain untuk menurunkan konsentrasi isotopnya.

Badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat bahwa Iran saat ini menjadi satu-satunya negara tanpa senjata nuklir yang memperkaya uranium hingga level tersebut.

Dengan menawarkan pengenceran uranium yang berarti menurunkan tingkat kemurnian bahan nuklir agar tidak mendekati level senjata Teheran berupaya membangun kepercayaan sekaligus menciptakan dasar teknis bagi kesepakatan baru.

Langkah ini juga terkait dengan upaya meredakan ketegangan geopolitik yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir dimana ketegangan dengan Amerika Serikat dan kekhawatiran Barat terhadap percepatan pengayaan uranium Iran telah meningkatkan risiko eskalasi politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Iran Minta Sanksi Dicabut

Namun mengutip dari Al Jazeera, Iran menegaskan bahwa kesediaannya menurunkan tingkat pengayaan uranium tidak akan diberikan secara gratis.

Teheran menyatakan langkah tersebut hanya dapat dilakukan jika ada imbalan nyata berupa pencabutan atau pelonggaran sanksi ekonomi dari Amerika Serikat.

Baca juga: 5 Populer Internasional: Fakta WNI Ditabrak di Singapura - Israel Ancam Serang Iran Tanpa Tunggu AS

Sanksi yang diberlakukan Washington selama ini menargetkan sektor-sektor vital Iran, terutama minyak, perbankan, dan perdagangan internasional.

Dampaknya, ekspor minyak Iran menurun tajam, padahal sektor energi merupakan sumber utama pendapatan negara.

Selain itu, pembatasan pada sistem keuangan global membuat Iran kesulitan melakukan transaksi internasional, menarik investasi asing, serta mengimpor barang penting seperti obat-obatan dan teknologi industri.

Tekanan ekonomi tersebut turut memicu pelemahan nilai mata uang nasional, lonjakan inflasi, serta memburuknya kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

Pemerintah Iran menilai pencabutan sanksi menjadi kunci untuk memulihkan stabilitas ekonomi, meningkatkan pendapatan negara, dan memperbaiki kesejahteraan domestik.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved