Rabu, 10 Juni 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Mantan Jenderal Angkatan Darat IDF: Israel Menuju Kehancuran

Israel menjadi negara yang terkoyak dari dalam, karena kebencian yang merajalela antara berbagai kelompok, antara sayap kanan dan kiri

Tayang:
tangkapan layar X
Israel terancam terpuruk dalam waktu kurang dari setahun jika Perang Gaza terus berlanjut, Kata Yitzhak Brik, Pensiunan Jenderal IDF. Ada beberapa masalah yang dihadapi Israel saat ini. Mereka menghadapi ekonomi yang sedang terpuruk, seruan global untuk boikot, pertikaian internal Israel, kekurangan pasukan, dan perang di beberapa wilayah, otoritas Israel terus menyabotase perundingan gencatan senjata yang dapat meredakan ketegangan regional. 

Mantan Jenderal Angkatan Darat IDF: Israel Menuju Kehancuran

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Jenderal Angkatan Darat militer Israel (IDF), Mayor Jenderal (Reserve Division) (Purnawirawan) Yitzhak Brik mengatakan kalau Israel "menuju kehancuran".

Dia mengatakan, reputasi Israel saat ini sudah rusak di mata dunia dengan menyebut kalau Israel menjadi negara yang menimbulkan rasa jijik dan kebencian.

"Sementara di dalam negeri, banyak orang baiknya telah memilih untuk beremigrasi ke luar negeri," katanya dalam sebuah artikel yang diterbitkan hari ini di surat kabar Israel, Maariv.

Baca juga: Tentara IDF Dipereteli Jebakan, Mayor Jenderal Israel Yitzhak Barik: Kami Kalah Perang Lawan Hamas

Dalam artikel itu Brik mengatakan, "Israel menjadi negara yang terkoyak dari dalam, karena kebencian yang merajalela antara berbagai kelompok, antara sayap kanan dan kiri, dan antara Yahudi dan Arab, meresap dan menguras setiap bagian baik dari negara itu."

Brik meyakini kalau kepemimpinan di Israel "telah kehilangan arah dan lebih mengutamakan kelangsungan politiknya daripada kepentingan publik,".

"Dan kita hanya memiliki satu jalan keluar dari kesulitan ini, yaitu generasi muda mengambil alih kendali dan memimpin negara menuju keselamatan," katanya.

Brik mencatat kepemimpinan Israel saat ini "telah kehilangan kompasnya dan lebih mengutamakan kelangsungan politiknya daripada kepentingan masyarakat dan negara."

Dia menjelaskan, "Reformasi sejati tidak akan datang dari kepemimpinan lama, tetapi dari aliansi baru yang dipimpin oleh kaum muda yang melampaui perpecahan tradisional antara kanan dan kiri, serta agama dan sekuler."

Brik memperingatkan bahwa Israel telah menjadi, di mata dunia, "negara yang menjijikkan, yang banyak warganya memilih untuk beremigrasi ke luar negeri, seiring dengan terkikisnya kekebalan nasional di bidang keamanan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sains."

 

 

(oln/khbrn/*)

 

 
 

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved