Dewan Perdamaian
Dino Patti Djalal soal KTT BoP: Soroti Dominan Trump & Absennya 'Solusi 2 Negara' di Pidato Prabowo
Dino menyoroti peran Presiden AS Donald Trump yang tampak sangat dominan dalam inisiatif Board of Peace (BoP).
Ringkasan Berita:
- Mantan Wakil Menlu, Dino Patti Djalal memberikan analisisnya terkait KTT Board of Peace (BoP) yang baru saja berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat.
- Dino mengingatkan bahwa proses ke depan masih sangat rapuh dan penuh risiko.
- Dino menyoroti peran Presiden AS Donald Trump yang tampak sangat dominan dalam inisiatif tersebut.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Dino Patti Djalal memberikan analisisnya terkait Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace (BoP) yang baru saja berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat.
Meski BoP dinilai sudah mulai bekerja, Dino mengingatkan bahwa proses ke depan masih sangat rapuh dan penuh risiko.
Dalam catatannya, Dino menyoroti peran Presiden AS Donald Trump yang tampak sangat dominan dalam inisiatif tersebut.
Baca juga: Prabowo usai Hadiri BoP: Kita Harus Bertekad Demi Rakyat Palestina
Di sisi lain, ia menyayangkan minimnya empati yang ditunjukkan oleh pihak Amerika Serikat terhadap penderitaan warga Gaza.
"Saya tidak merasakan empati dari pidato-pidato pihak Amerika Serikat terhadap korban jiwa dan penderitaan warga Gaza dalam dua tahun terakhir, bahkan tidak disinggung," ujar Dino seperti dikutip dari halaman X pribadinya @dinopattidjalal, Jumat (20/2/2026).
Lebih lanjut, ia mengkritik keras pernyataan seorang anggota eksekutif BoP yang justru membahas potensi nilai real estate dan bisnis di Gaza yang ditaksir mencapai 150 miliar dolar AS.
Menurutnya, pernyataan tersebut sangat tidak sensitif terhadap warga Gaza.
Terkait aspek keamanan, Dino mencatat bahwa langkah awal telah digulirkan melalui pembentukan Palestinian Security Force dan International Stabilization Force.
Namun, tantangan di lapangan dinilai sangat berat, khususnya mengenai demiliterisasi.
"Kapasitas Palestinian Security Force yang akan dilatih oleh Yordania dan Mesir untuk menjaga keamanan di Gaza masih penuh tanda tanya. Proses di lapangan juga masih jauh dari proses yang dipimpin oleh Palestina (Palestine-led process)," jelasnya.
Dino juga menyoroti tidak adanya referensi mengenai aspek pembangunan politik (political development) di Gaza selama masa transisi, di mana pembahasan umumnya hanya berkutat pada aspek administrasi.
Selain itu, tata kelola dana yang dikumpulkan BoP dinilai belum jelas dan diprediksi akan menjadi sorotan banyak pihak.
Meski demikian, ia memuji kekompakan negara-negara Islam dan mayoritas muslim dalam BoP saat ini.