Iran Vs Amerika Memanas
Iran Peringatkan PBB Akan Tanggapi Tegas Jika AS Luncurkan Agresi Militer
Iran mengirim surat resmi ke PBB yang menegaskan akan merespons tegas setiap agresi militer dari Amerika Serikat.
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran secara resmi memperingatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa pihaknya akan merespons dengan tegas dan proporsional apabila menjadi sasaran agresi militer dari Washington.
Peringatan itu disampaikan melalui surat Misi Tetap Iran untuk PBB yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres serta kepresidenan Dewan Keamanan PBB.
Dalam surat tersebut, Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak mencari ketegangan maupun perang, namun siap menggunakan hak membela diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB jika diserang.
“Iran tidak akan memulai perang. Namun jika menjadi sasaran agresi militer, kami akan merespons dengan tegas dan proporsional,” demikian isi surat tersebut.
AS Disebut Bertanggung Jawab Penuh
Teheran juga memperingatkan bahwa seluruh basis, fasilitas, dan aset militer musuh di kawasan dapat menjadi target sah dalam konteks respons defensif Iran.
Surat itu menegaskan bahwa Amerika Serikat akan memikul “tanggung jawab penuh dan langsung” atas konsekuensi yang mungkin timbul, mengutip Anadolu Agency, Jumat (20/2/2026).
Pernyataan tersebut muncul setelah unggahan media sosial Presiden AS Donald Trump pada 18 Februari yang dinilai Iran sebagai ancaman eksplisit penggunaan kekuatan.
Baca juga: Iran Bakal Butakan Mata AS Jika Perang Pecah, Radar AN/TPY-2 Jadi Target Rudal Hipersonik
Iran merujuk pada kemungkinan penggunaan fasilitas militer di Diego Garcia dan pangkalan RAF Fairford di Inggris sebagai bagian dari skenario tersebut.
Seruan Mendesak ke Dewan Keamanan
Dalam suratnya, Iran mendesak Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal untuk segera bertindak guna mencegah eskalasi.
“Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal harus bertindak tanpa penundaan, sebelum terlambat,” tulis misi Iran.
Teheran menggambarkan ancaman tersebut sebagai risiko nyata agresi militer yang berpotensi membawa konsekuensi bencana bagi kawasan dan menjadi ancaman serius terhadap perdamaian serta keamanan internasional.
Meski demikian, Iran menegaskan kembali komitmennya terhadap jalur diplomasi dan prinsip-prinsip Piagam PBB.
Misi Iran menyatakan pihaknya tetap terlibat secara konstruktif dan dengan itikad baik dalam pembicaraan nuklir dengan Pemerintah AS, menandakan bahwa ruang diplomatik masih terbuka di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
(*)