Rabu, 15 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Media Prancis: Upaya Kudeta Terhadap Khamenei di Iran Digagalkan Larijani

Upaya Kudeta Khamenei tersebut akhirnya gagal karena kurangnya dukungan dari Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi

https://english.khamenei.ir/HandOut/IST
TARGET ISRAEL - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei diincar untuk dibunuh dalam perang 12 hari Israel vs Iran. 

Media Prancis: Upaya Kudeta Terhadap Khamenei di Iran Digagalkan Larijani

TRIBUNNEWS.COM - Surat kabar harian nasional di Prancis, "Le Figaro" menulis tentang upaya kudeta dalam rezim Iran yang menargetkan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Laporan itu menyebut, upaya kudeta ke Khamenei itu ditujukan untuk mencegahnya mengelola krisis, tepat sebelum puncak protes yang terjadi di negara itu pada Januari lalu.

Baca juga: Analis: Iran Tak Akan Runtuh Sekalipun Serangan Amerika Berhasil Singkirkan Ali Khamenei

Menurut laporan surat kabar Prancis tersebut, inisiatif itu terbentuk pada malam tanggal 7-8 Januari, satu hari sebelum puncak demonstrasi yang berujung rusuh dan menewaskan ribuan demonstran.

"Sumber-sumber terpercaya melaporkan kalau mantan Presiden Hassan Rouhani memimpin rencana tersebut, bersama dengan tokoh-tokoh terkemuka dari pemerintahan sebelumnya," kata laporan media itu dilansir Khbrn, Selasa (24/2/2026).

Para tokoh yang terlibat dalam rapat upaya kudeta itu, menurut laporan Le Figaro, termasuk mantan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif, serta beberapa ulama dari Qom dan tokoh-tokoh yang dekat dengan Garda Revolusi. 

Tujuan utama pertemuan itu adalah untuk menyingkirkan Khamenei dari proses pengambilan keputusan.

Namun, upaya tersebut akhirnya gagal karena kurangnya dukungan dari Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi yang diangkat pada Agustus lalu. 

Laporan tersebut menyatakan kalau Presiden Iran saat ini, Masoud Pezeshkian, tidak dilibatkan dalam diskusi untuk mencegah terungkapnya rencana tersebut.

Setelah terungkapnya rencana tersebut, Rouhani dan Zarif dikenai tahanan rumah selama beberapa hari, dan tokoh-tokoh reformis yang dekat dengan mereka ditahan sementara.

Larijani Jalankan Pemerintahan

Dalam perkembangan penting, The New York Times mengungkapkan bahwa Larijani, yang menggagalkan upaya kudeta internal, telah diserahkan kekuasaan oleh Khamenei lebih dari sebulan yang lalu.

Sejak itu, Larijani yang berusia 67 tahun secara efektif menjalankan negara, mengesampingkan Presiden Pezeshkian.

Kekuasaan Larijani telah meluas secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Ia mengawasi penindakan terhadap protes berdarah bulan lalu dan sekarang bertugas untuk menahan kantong-kantong perlawanan terhadap rezim.

Ia juga mengelola koordinasi dengan sekutu regional dan internasional Iran, termasuk Rusia, Qatar, dan Oman.

Lebih jauh lagi, ia mengawasi negosiasi nuklir dengan Washington dan mengembangkan rencana darurat untuk memerintah negara jika terjadi perang dengan Amerika Serikat.

 

 
 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved