Insiden Tokyo Skytree Jadi Pengingat Risiko Lift dan Ini Cara Menghadapinya
Lift macet di Tokyo Skytree jebak 20 orang enam jam. Ketahui langkah darurat agar tetap aman saat kejadian serupa
Ringkasan Berita:
- Insiden lift darurat di Tokyo Skytree membuat 20 penumpang terjebak hampir enam jam di ketinggian 30 meter.
- Peristiwa ini menegaskan pentingnya memahami prosedur keselamatan seperti menekan tombol darurat dan mencoba semua tombol lantai
- Tetap tenang dan menunggu bantuan menjadi kunci agar terhindar dari risiko berbahaya
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Insiden berhentinya lift secara darurat di Tokyo Skytree yang menyebabkan 20 penumpang terjebak selama hampir enam jam 22 Februari lalu, memunculkan kembali pertanyaan penting, apa yang harus dilakukan jika lift mendadak berhenti?
Peristiwa itu terjadi di ketinggian sekitar 30 meter dari tanah. Dua anak termasuk di antara 20 orang yang terjebak dalam ruang tertutup hingga akhirnya berhasil dievakuasi dini hari. Penyebab pasti masih dalam penyelidikan.
Lift merupakan sarana transportasi yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari—di stasiun, pusat perbelanjaan, hingga gedung perkantoran.
Selain kerusakan teknis, penghentian darurat juga dapat terjadi akibat gempa atau bencana lainnya.
Tekan Tombol Darurat
Di sebuah fasilitas komersial dekat Stasiun JR Koriyama, Prefektur Fukushima, pihak pengelola menegaskan pentingnya memahami prosedur darurat.
Nami Yokokawa dari divisi operasional gedung mengatakan bahwa jika lift berhenti mendadak, langkah pertama adalah menekan tombol darurat.
Baca juga: Film Lift Tayang Perdana Mulai 23 Februari 2026, Berikut Sinopsis dan Daftar Pemainnya
“Jika terjadi keadaan darurat, silakan tekan tombol ini. Tombol tersebut akan langsung terhubung ke ruang keamanan gedung,” jelasnya.
Dengan menekan tombol tersebut, penumpang dapat berkomunikasi dengan petugas keamanan atau manajemen gedung untuk meminta bantuan.
Coba Tekan Semua Tombol Lantai
Menurut Asosiasi Elevator Jepang, selain menggunakan tombol darurat, menekan seluruh tombol lantai juga dapat membantu jika sistem masih memungkinkan lift bergerak ke lantai terdekat.
Namun, ada tindakan yang sangat tidak disarankan: Memaksa membuka pintu lift, mencoba keluar melalui atap kabin, bertindak gegabah karena panik karena langkah tersebut justru dapat membahayakan keselamatan.
Tetap Tenang
Kondisi ruang tertutup mendadak dapat memicu kepanikan.
Karena itu, hal terpenting adalah tetap tenang dan menunggu bantuan.
“Petugas kami selalu siaga untuk segera merespons keadaan darurat. Mohon tetap tenang dan menunggu dengan sabar,” ujar Yokokawa.
Insiden di Tokyo Skytree menjadi pengingat bahwa meski jarang terjadi, gangguan lift bisa menimpa siapa saja.
Mengetahui prosedur darurat dan menjaga ketenangan adalah kunci keselamatan.
Diskusi beasiswa di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kota-tokyo-dengan-tower-skytree-difoto-dari-helikopter.jpg)